METODE YANG SYAR'I DALAM MENASIHATI PEMERINTAH ATAU PENGUASA

💬 GROUP WHATSAPP :
🌴 PENCARI AL-HAQ 🌴
~~~~~~~•¤•~~~~~~~

🔬 *METODE YANG SYAR'I DALAM MENASIHATI PEMERINTAH ATAU PENGUASA* ✍🏻📝

💺 Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حفظه الله

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kami mengharapkan kepada yang terhormat atau yang mulia untuk memberikan seuntai kalimat arahan terkait cara atau metode yang syar'i dalam menasihati pemerintah atau penguasa. Terkhusus di zaman yang penuh fitnah ini. Disertai dengan metode yang syar'i tentang cara dalam menasihati. Dan penjelasan tentang hal tersebut berdasarkan dalil-dalil syari'at dari kitab dan sunnah dan pemahaman salafush shalih (para pendahulu yang shalih).
Dan apakah disana ada kerusakan-kerusakan yang akan timbul jika dilakukan nasihat terhadap pemerintah dengan cara terang-terangan?
Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada Anda dan memberikan keberkahan pada ilmu Anda dan bermanfaat bagi umat Islam dan kaum muslimin.

(Jawaban Syaikh حفظه الله :)

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Nasihat kepada pemerintah atau penguasa wajib berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Agama ini nasihat." Kami bertanya, "Untuk siapa Ya Rosulullah?", beliau berkata, "Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, imam-imam muslimin, dan keumuman mereka."
Akan tetapi, dengan cara sembunyi-sembunyi antara yang menasihati dan penguasa. Berdasarkan dalil hadits,

"Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa maka ambillah kedua tangannya dan nasihatilah ia dengan cara diam-diam. Jika diterima (Alhamdulillah, itu yang diharapkan-Pent). Jika tidak, maka ia (yang menasihati) telah memenuhi kewajibannya." Atau sebagaimana yang datang dari beliau ﷺ.

Dan dahulu Usamah bin Zaid رضي الله عنه menasihati Utsman bin Affan Amirul Mu'minin (penguasa kaum muslimin) رضي الله عنه secara diam-diam dan tidak menampakkannya di hadapan khalayak. Inilah yang sunnah dalam menasihati pemerintah atau penguasa.
Adapun mengingkari penguasa atau pemerintah dengan cara berdemonstrasi, atau menulis di koran-koran atau majalah-majalah, atau di kaset-kaset/rekaman-rekaman, atau di media-media masa, atau dengan tulisan-tulisan atau buku-buku dan tersebar atau dipublikasikan, maka semua ini menyelisihi sunnah. Dan hal ini justru akan menimbulkan kerusakan, fitnah, dan kejelekan. Dan hal ini juga akan memprovokasi umat atau rakyat untuk memberontak kepada pemerintah atau penguasa, dan merusak hubungan baik pemimpin dengan rakyatnya, menimbulkan kebencian antara pemimpin atau pemerintah dan rakyatnya. Dan hal ini bukanlah merupakan petunjuk Islam yang menganjurkan untuk menyatukan kalimat dan untuk taat kepada penguasa. Dan hal tersebut adalah perkara yang mungkar, bukan merupakan nasihat sedikitpun. Akan tetapi hal itu merupakan pembongkaran aib, sampai terhadap individu sekalipun, maka terlebih lagi terhadap pemerintah?

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه

Penulis,

✍🏻 Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حفظه الله

Anggota Persatuan Ulama Besar Saudi Arabia

6/11/1432 H

📚 🌍 Situs Syaikh حفظه الله

⬆🇮🇩🔁🇸🇦⬇  

📝 المنهج الشرعي في مناصحة ولي الأمر
 

بسم الله الرحمن الرحيم

معالي الشيخ صالح بن فوزان الفوزان وفقه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

نرجو من معاليكم توجيه كلمة حول الطريقة الشرعية في مناصحة ولي الأمر وخاصة في هذا الزمن الذي كثرت فيه الفتن مع بيان المنهج الشرعي في كيفية المناصحة وبيان ذلك بالأدلة الشرعية من الكتاب والسنة وفهم السلف الصالح، وهل هناك مفاسد مترتبة في المناصحة العلنية لولي الأمر. وفقكم الله وبارك في علمكم ونفع به الإسلام والمسلمين.

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته وبعد:

نصيحة ولي أمر المسلمين واجبة لقوله صلى لله عليه وسلم: "الدين النصيحة"، قلنا لمن يا رسول الله قال: "لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم"، ولكنها تكون سرًا بين الناصح وولي الأمر، بدليل حديث: "من كان عنده نصيحة لولي الأمر فليأخذ بيده ولينصحه سرا، فإن قبل وإلا فقد أدى ما عليه"، أو كما ورد عنه صلى الله عليه وسلم، وكان أسامة بن زيد ينصح عثمان بن عفان أمير المؤمنين رضي الله عنه سرًا ولا يظهر ذلك للناس هذا هو السنة في نصيحة ولي الأمر، أما الإنكار عليه بالمظاهرات أو في الصحف أو في الأشرطة أو في وسائل الإعلام أو في الكتب والمنشورات فكل ذلك خلاف السنة وهو يفضي إلى مفاسد وفتن وشرور وتحريض على الخروج على ولي الأمر ويفرق بين الراعي والرعية ويحدث البغضاء بين ولي الأمر والرعية وليس ذلك من هدي الإسلام الذي يحث على جمع الكلمة وطاعة ولي الأمر فهو أمر منكر وليس من النصيحة في شيء وإنما هو من الفضيحة حتى في حق أفراد الناس فكيف بولي الأمر وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه

كتبه

صالح بن فوزان الفوزان

عضو هيئة كبار العلماء

6\11\1432 هـ

📚 🌍 موقع الشيخ حفظه الله

=====================
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
📊CHANNEL TELEGRAM :
http://bit.ly/pencarialhaq1

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 35)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣5⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ} [فصلت: 37]

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ} [الأعراف: 54]

🔻 Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala- :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah (kalian) menyembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika kalian beribadah hanya kepada-Nya.” [ Fusshilat : 37 ]

🔻 Dan firman Nya –Ta’ala- :
“Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-A’raf : 54 ]

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada pembahasan kali ini. Penulis –yakni; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menyebutkan dua dalil tentang ayat-ayat dan makhluk-makhuk Allah –Ta’ala-.
➖ Yang Pertama: Surat Fusshilat ayat 37,
➖ Yang Kedua: Surat Al-A’raf ayat 54.

🌷 Pada ayat yang pertama (Fusshilat:37), Disebutkan larangan untuk sujud kepada matahari dan bulan, dimana keduanya termasuk makhluk dan tanda-tanda kebesaran Allah –Azza waJalla-. Allah –Ta’ala- berfirman:

لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Janganlah (kalian) sujud (menyembah) matahari maupun bulan, tapi sujudlah (menyembah) kepada Allah Yang menciptakannya, Jika kalian beribadah hanya kepada-Nya.” [ Fusshilat : 37 ]

🔰 Sujud artinya meletakkan kening di atas bumi, dalam rangka merendahkan diri kepada yang diibadahi. Perbuatan ini adalah jenis ibadah yang paling agung.
👍 Tatkala seorang hamba meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia –yakni wajah- di atas tanah dalam rangka menyembah Allah dan merendahkan diri dihadapan-Nya. Maka dia telah merealisasikan sujud yang sesungguhnya, yang hanya pantas didapatkan oleh Allah –Robbul ‘Aalamien-.

⛔️ Adapun sujud kepada matahari dan bulan, maka ini adalah bentuk sujud kepada makhluk yang tidak berhak mendapatkan sujud. Karena sujud itu hanya boleh diberikan kepada Sang Kholik –pencipta makhluk-makhluk seluruhnya-.

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 33)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣3⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَإِذَا قِيلَ لَكَ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَقُلْ: رَبِّيَ اللهُ الَّذِي رَبَّانِي وَرَبَّى جَمِيعَ الْعَالَمِينَ بِنِعَمِهِ وَهُوَ مَعْبُودِي لَيْسَ لِي مَعْبُودٌ سِوَاهُ
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} [الفاتحة: 1] .
وَكُلُّ مَا سِوَى اللهِ عَالَمٌ وَأَنَا وَاحِدٌ مِنْ ذَلِكَ العَالَمِ

Dan apabila engkau ditanya:
“Siapa Tuhanmu?”
Jawablah:
“Tuhanku Allah -Ta’ala- ; Yang telah memeliharaku dan memelihara alam semesta seluruhnya dengan (memberikan) nikmat-nikmat Nya.”

Dialah sesembahanku. Bagiku, tidak ada sesembahan lain (yang berhak disembah) kecuali Dia.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala;

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-Fatihah;1 ]

Segala sesuatu selain Allah dinamakan Alam. Dan aku termasuk bagian dari alam itu.
〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada paragraf ini. Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- mulai menjelaskan pertanyaan pertama dari tiga pertanyaan kubur beserta jawabannya.

Dengan harapan; Kita bisa menjawabnya dengan penuh keyakinan yang dibangun di atas dalil ; dari Al-Qur`an maupun hadits.

➖➖➖
🔻🔰 Pertanyaan Pertama:

مَنْ رَبُّكَ؟
“Siapa Tuhanmu?”

🌻 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan maksud pertanyaan itu adalah;
“Siapakah yang menciptakanmu, menolongmu, menyediakan segala kebutuhanmu, dan memberikan rizki kepadamu? “

➖➖➖
🔻 Adapun jawaban dari pertanyaan itu adalah;
“Tuhanku adalah Allah, Yang telah memeliharaku beserta alam semesta seluruhnya dengan nikmat-nikmat Nya.”

✅ Kata “memelihara” adalah arti dari “Tarbiyyah”.
Sedangkan “Tarbiyyah” adalah ungkapan lain dari penjagaan, pengawasan, dan perlindungan.
Pada jawaban ini Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- seolah-olah mengisyaratkan bahwa kata “Robb” diambil dari kata “Tarbiyyah”.

➖➖➖
✅ Kata “Alam Semesta” merupakan arti dari “Al-‘Aalamiin”.
Sedangkan “Al-‘Aalamiin” adalah bentuk jamak (1) dari “Al-‘Aalam” (dibaca: alam).

(1) Bentuk Jamak maksudnya; bentuk kata yang menunjukkan jumlah lebih dari dua.

🌷 Asy-Syaikh Al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan bahwa alam itu tidak hanya satu; di sana ada alam malaikat, alam benda-benda mati, alam burung, alam binatang buas, alam hewan-hewan yang lain, alam serangga, alam semut, serta alam-alam lain di darat dan lautan yang hanya diketahui dan bisa dihitung oleh Allah –Azza waJalla-.

🔘 Intinya; pengertian alam adalah seperti yang dijelaskan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- di  dalam matan;
“Segala sesuatu selain Allah dinamakan Alam. Dan aku termasuk bagian dari alam itu.”

‼️ Dia-lah “Robbul ‘Aalamien” – Tuhan alam semesta. Dimana sebutan ini tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Allah –Ta’ala-.

➖➖➖
📌 Kemudian, Diantara keyakinan yang harus kita yakini adalah penjelasan;
"Dialah sesembahanku. Bagiku, tidak ada sesembahan lain (yang berhak disembah) kecuali Dia." . Kalimat ini merupakan penerapan dari kalimat syahadat yang pertama.

➖➖➖➖
👍 Semoga kita bisa semakin mengenal Robb kita; yaitu Allah –Ta’ala- dan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Tsalatsatul Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 32)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣2⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فإذا قيل لك ما هي الأصول الثلاثة التي تجب مَعْرِفَتُهَا؟ فَقُلْ: مَعْرِفَةُ الْعَبْدِ رَبَّهُ، وَدِينَهُ، وَنَبِيَّهُ محمد - صلى الله عليه وسلم –
Dan apabila engkau ditanya:
“Apa itu tiga perkara dasar yang wajib diketahui?”
Jawablah:
Seorang hamba wajib mengenal;
1⃣ (Yang Pertama); Robb-Nya (Tuhan-Nya),
2⃣ (Yang Kedua); Agamanya,
3⃣ (Yang Ketiga); Nabi Muhammad –shollallahu ‘alaihi wasallam-.

〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pembahasan kali ini telah masuk ke dalam inti kandungan kitab. Yaitu mengetahui “Al-Ushul Ats-Tsalatsah” artinya yang harus kita ketahui adalah tiga perkara dasar, tiga prinsip utama, atau tiga landasan utama, serta yang semakna dengannya.
.
❓ Barangkali di antara pembaca ada yang bertanya, Kenapa dikhususkan dengan tiga hal ini?
Jawabannya;
Karena tiga hal ini termasuk perkara yang sangat mendasar di dalam agama,
Dan juga merupakan tiga pertanyaan yang kelak akan ditanyakan di alam kubur tatkala seorang hamba baru saja diletakkan di dalam kuburnya.

✅ Sebagaimana hal itu diberitakan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya no.18534,18614, Abu Dawud dalam sunannya no.4753, dan At-Tirmidzi dalam sunannya no.3120 dari shahabat Al-Barro` bin ‘Azib rodhiyallahu ‘anhu. [ Lihat pula Shohih Al-Jami’ no.1676, Al-Misykah no.131, 1630 ]

✅🌻 Di dalam hadits itu dijelaskan bahwa orang-orang yang bisa menjawab di alam kubur dengan jawaban yang benar; maka dia akan  mendapatkan kenikmatan di dalam kuburnya; seperti:
🔺Diberi alas dari Jannah,
🔺Dibukakan pintu menuju Jannah,
🔺Diperluas kuburannya sejauh mata memandang,
🔺Mendapatkan aroma wangi Jannah,
🔺Bisa melihat tempat tinggalnya di dalam Jannah,
🔺Sampai-sampai dia meminta agar kiamat disegerakan.

💢 Adapun orang-orang yang tidak bisa menjawab tiga pertanyaan itu; semisal orang-orang kafir dan munafik; maka mereka akan mendapatkan adzab kubur; dikabarkan dalam hadits itu;
🔻 Dia akan dipukul oleh malaikat yang mendatanginya,
🔻 Dia pun berteriak sangat keras sampai-sampai kalau saja teriakannya itu didengar oleh manusia, pasti manusia itu pingsan (karena saking kerasnya).
🔻 Kuburannya akan dipersempit sampai tulang-tulang rusuknya berhimpitan,
🔻 Dibukakan pintu menuju Neraka, Sehingga hawa panasnya terasa olehnya,
🔻 Dia pun mengatakan; "Ya Allah, Tundalah hari kiamat!,"
Wal-‘Iyadzubillah…

💯 Agar kita bisa menjawab pertanyaaan-pertanyaan itu , seyogyanya kita mempelajarinya, meyakininya dalam hati, serta mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Allah –Ta’ala- berfirman;
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” [ QS Ibrohim; 27 ]

—---—
👍 Semoga Alah Ta’ala memudahkan kita semua untuk menjawab tiga pertanyaan itu di dalam kubur dengan ucapan yang teguh dan mantap. Aamiin

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 31) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 31)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَأَعْظَمُ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ التَّوْحيِدُ وَهُوَ: إفراد الله بالعبادة (1)  وَأَعْظَمُ مَا نَهَى عَنْه الشِّركُ. وَهُوَ: دَعْوَةُ غيره معه  (2)  والدليل قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئاً } [سورة النساء الآية: 36] .

(1) Perintah terbesar yang diperintahkan Allah –Ta’ala- adalah “Tauhid”. Yaitu; Mengesakan Allah –Ta’ala- dalam beribadah.
(2) Larangan terbesar yang dilarang Allah –Ta’ala- adalah “Kesyirikan” ; Yaitu berdoa kepada selain Allah –Ta’ala- dan juga kepada-Nya.
(3) Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” [ Surat An-Nisaa` ayat 36 ]

〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Beliau –rohimahullah- menjelaskan bahwa “Tauhid” adalah perintah terbesar yang harus dilaksanakan oleh umat manusia.

Pembahasan ini sangat penting sekali; Semoga Allah –Ta’ala- memudahkan kita untuk memahaminya dengan baik dan benar.

Berikut ini beberapa pelajaran yang kami ringkas dan sadur dari keterangan Asy-Syaikh Al-Fauzan -hafizhohullah-;

1. Semua perintah yang diperintahkan Allah –Ta’ala- berada di bawah tingkatan perintah untuk ber-Tauhid.

Hal ini bisa kita lihat dari ayat (Surat an-Nisaa:36)  yang dibawakan oleh Penulis –rohimahullah-.
Di dalam ayat itu disebutkan 10 hak yang harus ditunaikan. Nomer satunya adalah hak Allah –Ta’ala- yang tadi kita singgung dengan istilah “Tauhid”.

Penyebutan “Tauhid” pada urutan nomer satu juga terdapat di dalam Surat Al-Israa ayat 23.

2. Di dalam surat an-Nisaa ayat 36 tersebut, Allah –Ta’ala- tidak hanya menyebutkan perintah untuk ber-Tauhid saja.
Namun ternyata disertakan pula larangan untuk melakukan “Kesyirikan”; yang merupakan lawan dari “Tauhid”.

Kenapa demikian?
Karena, Yang namanya ibadah tidak akan sah dan tidak bermanfaat jika diiringi dengan “Kesyirikan”.
Bahkan tidak bisa lagi disebut sebagai ibadah walaupun telah merasakan kepayahan; kecuali apabila bersih dari kesyirikan.

(( Allah –Ta’ala- berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [ Az-Zumar:65 ] ))

.
—---
Semoga Allah –Ta’ala- memudahkan kita untuk menjauhi perbuatan Syirik dan membantu kita untuk mentauhidkan-Nya. Aaamiin

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣0⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣0⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَ مَعْنَى يَعْبُدُونِ : يُوَحِّدُونِ
Dan makna: “Beribadah kepada-Ku” adalah mentauhidkan Ku. (1⃣)

〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Kali ini Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan makna kata “ibadah” di dalam surat Adz-Dzariyat ayat ke-56.

📋 Berikut ini adalah penjelasan yang kami sadur dari keterangan Asy-Syaikh Al-Fauzan -hafizhohullah-;

🔰 Makna “mentauhidkan Ku” adalah meng-Esakan Ku (yakni Allah Ta'ala) dalam ibadah.

🔻 Dimana pada hakekatnya, makna Tauhid dan Ibadah adalah satu. Ibadah ditafsirkan dengan tauhid, dan juga Tauhid ditafsirkan dengan ibadah. Sehingga makna kedua kata tersebut sama.

💯 Pembaca -yang dirahmati Allah-, Pada poin ini terdapat bantahan bagi orang-orang yang menafsirkan tauhid hanya dengan "Tauhid Rububiyyah"; Yakni menetapkan Allah -Ta’ala- sebagai pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan, yang mematikan, yang mengatur segala-galanya.
➖Karena "Tauhid Rububiyyah" bukanlah makna tauhid yang Allah –Ta’ala- jadikan sebagai tujuan penciptaan makhluk.

✅ Yang Allah –Ta’ala- inginkan dalam penciptaan makhluk adalah Tauhid Ibadah (yakni mentauhidkannya dalam ibadah, pent), disebut pula dengan: Tauhid Uluhiyyah.

↔️ Barangsiapa mentauhidkan Allah –Ta’ala- hanya dengan "Tauhid Rububiyyah" saja, maka dia belum termasuk orang yang bertauhid, bukan pula termasuk penduduk Jannah dan bahkan termasuk penduduk neraka.
❓ Kenapa demikian?
Karena dia belum bertauhid dengan "Tauhid Uluhiyyah" atau tauhid ibadah; dimana dia diciptakan untuk melaksanakannya.

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

Bersambung, insya Allah

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣9⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣9⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَبِذَلِكَ (1) أَمَرَ اللهُ جَمِيعَ النَّاسِ وَخَلَقَهُمْ لَهَا، كَمَا قَالَ تَعَالَى: {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}
Dengan (perkara) itulah (1⃣) Allah –Ta’ala- memerintahkan semua manusia, dan menciptakan mereka untuk itu. (2⃣)
Sebagaimana Allah –Ta’ala- berfirman (artinya):
“Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat:56]
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
Pembaca –yang dirahmati Allah-, Penjelasan pada nomer satu di atas;
Dengan (perkara) itulah (1⃣),
👉 Maksudnya, “Dengan hanifiyyah itulah”;

➖ Sedangkan makna hanifiyyah telah dijelaskan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- pada poin 3 dan 4 yang lalu; yaitu:
(3⃣) Engkau beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala-;
(4⃣) Memurnikan (pelaksanaan) agama ini untuk-Nya.

🔻 Dengan itulah Allah –Ta’ala- memerintahkan seluruh umat manusia. Dan untuk itulah Allah –Ta’ala- menciptakan mereka.

🔘 Sebagaimana Allah –Ta’ala- berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 25 :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku."

✅ Kemudian Allah –Ta’ala- menjelaskan dalam kitab-Nya (di dalam ayat yang lain) bahwa yang namanya makhluk diciptakan untuk tujuan ini (yakni beribadah kepada-Nya, pent):

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat:56]

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Tsalatsatul Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣8⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣8⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

اعْلَمْ، أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ (1⃣) : أَنَّ الْحَنِيفِيَّةَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ (2⃣) : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ (3⃣) مُخْلِصًا لَهُ الدين (4⃣)

(1⃣) Ketahuilah -Semoga Allah –Ta’ala- membimbingmu untuk taat kepada-Nya- ;
(2⃣) Bahwasanya Hanifiyyah (Agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam) adalah;
(3⃣) Engkau beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala-;
(4⃣) Memurnikan (pelaksanaan) agama ini untuk-Nya.
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
Pembaca –yang dirahmati Allah-, Pembahasan kali ini adalah tentang poin yang ke-4; -yang terakhir-.
(4⃣) Memurnikan (pelaksanaan) agama ini untuk-Nya.

🌷 Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud dengan pemurnian adalah pembersihan.
Maksudnya adalah seorang muslim ketika beribadah meniatkan dengan ibadahnya (itu) untuk mengharap wajah Allah –Ta’ala- dan juga berharap untuk menggapai negeri kemuliaan; tanpa melakukan peribadatan kepada selain Allah; baik itu malaikat yang dekat, maupun nabi yang diutus. [Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul]

Bersambung, insya Allah…

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣7⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣7⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab -Rohimahullah- mengatakan:

اعْلَمْ، أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ (1⃣) : أَنَّ الْحَنِيفِيَّةَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ (2⃣) : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ (3⃣) مُخْلِصًا لَهُ الدين (4⃣)

(1⃣) Ketahuilah -Semoga Allah –Ta’ala- membimbingmu untuk taat kepada-Nya- ;
(2⃣) Bahwasanya Hanifiyyah (Agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam) adalah;
(3⃣) Engkau beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala-;
(4⃣) Memurnikan (pelaksanaan) agama ini untuk-Nya.
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
Pembaca –yang dirahmati Allah-, Pembahasan kali ini adalah tentang makna ibadah dan macam-macamnya, di ambil dari poin yang ke-3 ;
(3⃣) Engkau beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala-;

🔰 MAKNA IBADAH
Syaikhul Islam rohimahullah tatkala ditanya; “Apa itu Ibadah”?
Beliau menjelaskan, Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala perkara yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, bisa berupa ucapan ataupun perbuatan; yang tampak maupun yang tidak tampak. (Al-‘Ubudiyyah; hal.44)

Ibadah yang tampak adalah yang dilakukan dengan anggota tubuh kita, sedangkan ibadah yang tidak tampak adalah yang dilakukan dengan qolbu.

🌻 MACAM-MACAM IBADAH
Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah (Madarijus Salikin) menyebutkan macam-macam ibadah di antaranya;

1⃣ Ucapan Hati;
(Misalnya): Meyakini semua yang dikabarkan Allah –Ta’la- tentang diri-Nya, nama-nama Nya, sifat-sifat Nya, perbuatan-perbuatan Nya, malaikat-malaikat Nya, dan pertemuan dengan Nya (pada hari kiamat); lewat lisan Rasul-Nya.

2⃣ Ucapan Lisan;
(Misalnya): Menyampaikan perkara di atas dengan lisan, berdakwah, membelanya, menjelaskan kebatilah bid’ah yang bertentangan dengan (Syariat) Nya, Mengingat Nya (dengan Dzikir), Menyampaikan perintah-perintah Nya.

3⃣ Amalan Hati;
(Misalnya): Mencintai Allah, Tawakkal kepada Nya, Bertaubat kepada Nya, Takut kepada Nya, Berharap kepada Nya, Ikhlash dalam (menjalankan) agama untuk Nya, Sabar dalam menjalankan perintah , Sabar dalam meninggalkan larangan Nya, Sabar dalam menghadap takdir, Ridho kepada Allah dalam masalah takdir, Cinta (kepada orang lain) karena Allah, Benci (kepada orang lain) karena Allah,… (dan sebagainya, diringkas, pent)

3⃣ Amalan Anggota Tubuh;
(Misalnya): Sholat, Jihad, Melangkahkan kaki menuju sholat Jum’at dan sholat Jama’ah, Membantu orang yang lemah, Berbuat baik kepada makhluk, dan semisalnya.
[Lihat Madarijus Salikin; 1/121]

📚 Referensi:
✔️ Al-'Ubudiyyah, Madarijus Salikin

Bersambung, insya Allah…

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣6⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣6⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

اعْلَمْ، أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ (1⃣) : أَنَّ الْحَنِيفِيَّةَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ (2⃣) : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ (3⃣) مُخْلِصًا لَهُ الدين (4⃣)

(1⃣) Ketahuilah -Semoga Allah –Ta’ala- membimbingmu untuk taat kepada-Nya- ;
(2⃣) Bahwasanya Hanifiyyah (Agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam) adalah;
(3⃣) Engkau beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala-;
(4⃣) Memurnikan (pelaksanaan) agama ini untuk-Nya.
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
Pembaca –yang dirahmati Allah-,
Pembahasan kita kali ini masih pada risalah yang ketiga, melanjutkan poin berikutnya insya Allah; tentang “Hanifiyyah”.

2⃣- Bahwasanya Hanifiyyah (Agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam) adalah;

✅ MAKNA HANIFIYYAH
👉🏻 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –Rohimahullah- menjelaskan, Yang namanya hanifiyyah adalah agama yang jauh dari kesyirikan, dibangun di atas keikhlasan kepada Allah –‘Azza waJalla- (Tauhid, pent).

👉🏻 Asy-Syaikh Al-Fauzan –Hafizhohullah- menjelaskan, Bahwa Hanifiyyah itu adalah agama yang jauh dari kesyirikan, berkecondongan (penuh) kepada Tauhid.

✅ SIFAT NABI IBROHIM ‘Alaihissalaam
👉🏻 Millah (agama) Hanifiyyah tidak lepas dari penyebutan Nabi Ibrohim -‘alaihissalam- yang diutus di muka bumi ini sebagai seorang rasul.

Di dalam Al-Qur`an; Allah –‘Azza waJalla menyifati beliau dengan kata “Hanif”.

🔗 “Hanif” maknanya (seseorang) yang berpaling jauh dari kesyirikan menuju tauhid dan keikhlasan kepada Allah. (Lihat Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan)

Kita bisa dapatkan penyifatan ini secara jelas dalam beberapa ayat, di antaranya:

1⃣  Surat Ali Imron ayat 67;

“Ibrohim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi beliau adalah seorang yang hanif lagi muslim (berserah diri kepada Allah); dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

2⃣ An-Nahl ayat 120;

“Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).

✅ PERINTAH UNTUK MENGIKUTI MILLAH IBROHIM ‘Alaihissalam
👉🏻 Di dalam surat An-Nahl ayat 123, Allah –‘Azza waJalla- memerintahkan Nabi Muhammad –Shollallahu ‘alaihi waSallam- untuk mengikuti agama nabi Ibrohim ‘alaihissalam;

Allah –‘Azza waJalla- berfirman:

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”

Rasulullah –Shollallahu ‘alaihi waSallam- pernah bersabda:

إِنِّي أُرْسِلْتُ بِحَنِيفِيَّةٍ سَمْحَةٍ

“Aku diutus dengan (membawa agama) hanifiyyah yang mudah.” (HR. Ahmad no.25962; Ash-Shohihah no.1829 (4/443), 2924 (6/1023))

🔗 Al-Imam As-Sa’di –rohimahullah- menjelaskan, Bahwa di antara keutamaan beliau yang paling besar adalah; Allah –Ta’ala- mewahyukan kepada (Nabi Muhammad –Shollallahu ‘alaihi waSallam-) pemimpin manusia sekaligus orang yang paling sempurna; Agar beliau dan umatnya mengikuti millah (agama) nabi Ibrohim -‘alaihissalam-  serta menjadikannya sebagai teladan.

Bahkan Alah –Ta’ala- mencela orang yang membenci agama nabi Ibrohim –‘alaihissalam-, sebagaimana disebutkan di dalam surat Al-Baqoroh ayat 130

Wallahu a’lamu bisshowaab

Bersambung

📚 Referensi:
✔️ Tafsir Assa'di
✔️ Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin; Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan;

Bersambung, insya Allah…

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣5⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣5⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

اعْلَمْ، أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ (1⃣) : أَنَّ الْحَنِيفِيَّةَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ (2⃣) : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ (3⃣) مُخْلِصًا لَهُ الدين (4⃣)

(1⃣) Ketahuilah -Semoga Allah –Ta’ala- membimbingmu untuk taat kepada-Nya- ;
(2⃣) Bahwasanya Hanifiyyah (Agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam) adalah;
(3⃣) Engkau beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala-;
(4⃣) Memurnikan (pelaksanaan) agama ini untuk-Nya.
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
Pembaca –yang dirahmati Allah-,
Pembahasan kali ini adalah risalah yang ketiga, setelah sebelumnya, Asy-Syaikh –Rohimahullah- menyebutkan dua risalah (pendahuluan sebelum inti pembahasan, pent);
1⃣- Risalah Pertama; membahas empat permasalahan yang merupakan kandungan surat Al-Ashr (1-3).
2⃣- Risalah Kedua; tentang tiga permasalahan, yang baru saja kita lewati.
📚 (Lihat Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan)
〰〰〰〰〰

(1⃣) Di dalam kitab ini, Asy-Syaikh –Rohimahullah- senantiasa memulai risalah-risalahnya dengan doa, sebagaimana kita jumpai sekarang.
Beliau mengatakan,

“أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ”
“Semoga Allah –Ta’ala- membimbingmu untuk taat kepada-Nya.”

🔰 Asy-Syaikh Al-Fauzan –Hafizhohullah- menjelaskan,
“Seorang muslim, Tatkala ia mendapatkan bimbingan Allah –Ta’ala- untuk taat kepada-Nya, maka sungguh ia (akan) bahagia di dunia dan akhirat.

🌻 “Ketaatan” maknanya mengerjakan perintah-perintah Allah serta meninggalkan larangan-larangan-Nya.

👉 (( Pada prakteknya, Seseorang itu dikatakan taat kepada Allah –Ta’ala- , Jika dalam mengerjakan perintah-perintah Nya dan (atau) meninggalkan larangan-larangan-Nya; Dia niatkan dengan itu karena;
- Melaksanakan perintah Allah –Ta’ala-,
- Mengharap Wajah Allah –‘Azza waJalla-,
- Mengharap ganjaran Nya, serta
- Merasa takut dengan adzab Nya ))

✅ Barangsiapa di beri taufik kemudahan serta bimbingan untuk taat kepada Allah –Ta’ala- , maka sungguh dia akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

📚 Referensi:
✔️ Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan

Bersambung, insya Allah…

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣4⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣4⃣)
—---------------------------------------—
» Sambungan bagian ke 2⃣3⃣

🌻 Pembaca –yang dirahmati Allah-,
Pembahasan kali ini adalah tentang sebab turunnya ayat tersebut.

🔰 SEBAB TURUNNYA AYAT
Sebab turunnya ayat ini masih dalam pembahasan yang panjang. Dikarenakan beberapa ahli tafsir menyebutkan beberapa riwayat namun dalam konteks keragu-raguan (akan keshohihan sanadnya).

🔘 ((Semisal; Al-Imam Asy-Syinqithi –Rohimahullah- menyatakan,
✅ “Tentang lafadz “Bapak-bapak (mereka)”; Sebagian ulama beranggapan lafadz ini turun tentang kisah Abu Ubaidah Ibnul-Jarroh –Rodhiyallahu ‘anhu- yang membunuh ayah kafirnya dalam sebuah peperangan.

👉 Sebagian ulama lain menyangka lafadz ini turun tentang kisah Abdullah bin Abdullah bin Ubay (anak sang munafiq masyhur; Abdullah bin Ubay) yang  minta izin kepada Rasul –Shollallahu ‘alaihi waSallam- untuk membunuh ayahnya (Abdullah bin Ubay), namun Rasulullah –Shollallahu ‘ alaihi waSallam- melarangnya.

👉 Sebagian yang lain menyangka lafadz ini turun tentang kisah Abu Bakr Ash-Shiddiq –Rodhiyallahu ‘anhu- yang memukul ayahnya hingga jatuh ketika dia mencela nabi –Shollallahu ‘alaihi waSallam-.

✅ “Kemudian Lafadz “Anak-anak (mereka)”; Sebagian ulama beranggapan lafadz ini turun tentang kisah Abu Bakr –Rodhiyallahu ‘anhu- tatkala menantang duel anaknya –Abdurrahman- saat peperangan Badr.

✅ “Lafadz dalam ayat “Saudara-saudara (mereka)”; Sebagian ulama beranggapan lafadz ini turun tentang kisah Mush’ab bin ‘Umair –Rodhiyallahu ‘anhu- yang membunuh saudaranya yang bernama ‘Ubaid bin ‘Umair ,…

✅ “Lafadz dalam ayat “Keluarga (mereka)”; Sebagian ulama beranggapan lafadz ini turun tentang kisah ‘Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muttholib bersama Hamzah bin Abdul Muttholib dan Ali bin Abdul Muttholib –Rodhiyallahu ‘anhum- ketika membunuh ‘Utbah bin Robi’ah, Syaibah bin Robi’ah, dan Al-Walid bin ‘Utbah ; tatkala duel (satu lawan satu) ketika peperangan Badr. Padahal yang mereka bunuh adalah anak paman sendiri,… ))

Wallahu A’lamu bisshowaab
(Bersambung,insya Allah…)

📚 Referensi: Tafsir Adwa'ul Bayan

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣3⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣3⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [المجادلة: 22] . (1)

1⃣  Dalilnya Firman Allah -Ta’ala-;
Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. [Al-Mujadilah:22]
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
1⃣ Pembaca –yang dirahmati Allah-,
Pembahasan kali ini adalah dalil tentang permasalahan ketiga yang telah kita pelajari pada pelajaran yang lalu.

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan bahwa dalil tentang permasalahan Al-Wala’ wal Baro’ terdapat di dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 22 yang telah disebutkan di atas.

🔰 SISI PENDALILAN
ِAl-Imam Ibnu Katsir –Rohimahullah- menjelaskan,
➖ “Di dalam ayat ini (Secara tidak langsung, pent) Allah –‘Azza waJalla- memerintahkan (kita) untuk berseberangan dengan orang-orang kafir walaupun mereka adalah ayah (kita) ataupun anak cucu kita (dan keluarga kita, pent).
➖ Serta melarang (kita) untuk memberikan loyalitas kepada mereka (yakni keluarga kita), apabila mereka memilih kekafiran ketimbang keimanan. Bahkan Allah –Azza waJalla- menyatakan ancaman-Nya bagi orang-orang yang melakukan hal tersebut.

🔘 Al-Imam Asy-Syinqithi –Rohimahullah- menjelaskan,
“Ayat yang mulia ini (walaupun) datang dalam bentuk pemberian kabar, namun yang dimaksudkan disini adalah permintaan, pelarangan, dan pencelaan atas perbuatan loyal (kaum mukminin) terhadap musuh-musuh Allah –Ta’ala-; (Diistilahkan dengan Khobar Insya-i , pent).

💯 Pola kalimat seperti ini lebih kuat dan lebih mengena dibandingkan dengan bentuk permintaan (larangan atau perintah, pent).”

bersambung...

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣2⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣2⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

الثَّالِثَةُ :  أَنَّ مَنْ أَطَاعَ الرَّسُولَ، وَوَحَّدَ اللهَ، لا يَجُوزُ لَهُ مُوَالاةُ مَنْ حَادَّ اللهَ ورسوله ولو كان أقرب قريب (1)
1⃣  Permasalahan Ketiga;
Barangsiapa taat kepada Rasul dan ia mentauhidkan Allah –Ta’ala-, maka tidak boleh bagi dirinya untuk berteman (atau loyal) dengan orang-orang yang memusuhi Allah –Ta’ala- dan Rasul-Nya, walaupun keluarga dekat.
〰〰〰〰〰

💢PENJELASAN:
1⃣ Pembaca –yang dirahmati Allah-, Pembahasan kali ini adalah permasalahan ketiga dari tiga permasalahan yang dijelaskan oleh asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah-. 

Pembahasan ini disebut dengan “Permasalahan Al-Wala’ wal Baro’ ”.
👉 Al-Wala’ merupakan sinonim dari Al-Muwalah.

🔰  MAKNA AL-WALA' WAL BARO'
—----------------------
Asy-Syaikh Bin Baz –Rohimahullah- menjelaskan,
🔘 Al-Wala’ (loyal) maknanya mencintai kaum mukminin dan berteman dengan mereka.
🔘 Adapun Al-Baro’ maknanya membenci orang-orang kafir, dan memusuhi mereka, serta berlepas diri dari mereka dan agama mereka.  [Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 5/246]

👉 Perkara tersebut yang dituntut dari seorang mukmin jangan sebaliknya.

📝 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –Rohimahullah- menjelaskan,
"Seorang insan yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya apabila dia ber-wala` (loyal) kepada orang-orang yang memusuhi Allah –Ta’ala- , maka hal itu menunjukkan kelemahan imannya. Karena sangat tidak masuk akal, jika seseorang itu mencintai musuh kekasihnya.

🔰 BENTUK LOYAL KEPADA ORANG KAFIR
—----------------------
Beliau melanjutkan, Bahwa diantara bentuk loyal kaum muslimin kepada orang kafir, adalah menolong dan membantu mereka dalam kekufuran dan kesesatan yang mereka lakukan.

Adapun bentuk mencintai mereka (orang-orang kafir) adalah dengan melakukan berbagai macam sebab yang mendatangkan kecintaan mereka kepada dirinya.
Tidak diragukan lagi, bahwa yang demikian itu bisa meniadakan seluruh keimanannya atau meniadakan kesempurnaan imannya.

Yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin adalah memusuhi, membenci, serta menjauhi orang-orang yang memusuhi Allah –Ta’ala- dan Rasul-Nya, walaupun dari kalangan karib kerabat. Dengan tetap memberikan nasehat kepada mereka -mengajak -kepada kebenaran-.

—-
Wallahu A’lamu bisshowaab
(Bersambung,insya Allah…)

📚 Referensi:
✔️ Syarah Tsalatsatil Ushul; karya: Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin Rohimahullah,
✔️ Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah ; karya: Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah.

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣1⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣1⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى : {وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا} [الجن: 18]  (1)

(1)  Dalilnya firman Allah Ta’ala: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-.” [Al-Jin:18]
〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:

(1) Pembaca –yang dirahmati Allah-, Pembahasan kali ini, Kita masih membahas  ayat ke-18 dari surat Al-Jin.

📝 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin –Rohimahullah- menjelaskan,

👉🏻 “Allah –Subhanahu waTa’ala- tidak ridho kepada kekafiran dan kesyirikan, Oleh karena itu Allah Ta’ala mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab Nya untuk memerangi kekafiran dan kesyirikan serta membinasakannya.
Allah  –Ta’ala- berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 39:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

📖 “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.”

✔️ Jika Allah dan Rasul-Nya tidak rela dengan kekafiran dan kesyirikan, maka seorang mukmin juga wajib untuk tidak rela dengan kedua perkara itu. Karena kerelaan seorang mukmin serta kemarahannya harus selaras dengan kerelaan Allah –Ta’ala- dan kemurkaan-Nya. Dia pun hendaknya marah (kepada sesuatu) karena Allah –Ta’ala marah , dan rela terhadap sesuatu  yang Allah –‘Azza waJalla- rela kepadanya.

Wallahu A’lamu bisshowaab
(Bersambung,insya Allah…)

📚 Referensi: Syarah Tsalatsatil Ushul karya Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin Rohimahullah

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣0⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 2⃣0⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى (1) : {وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا} [الجن: 18] (2)
1⃣ Dalilnya firman Allah Ta’ala:
2⃣ Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-. [Al-Jin:18]
〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:

1⃣ Pembaca –yang dirahmati Allah-, pembahasan kita kali ini tentang dalil yang menunjukkan; bahwa Allah –Ta’ala- tidak rela dipersekutukan dengan sesuatu apapun. Dalil itu terdapat di dalam surat Al-Jin ayat 18. Di dalamnya terdapat larangan untuk beribadah kepada selain Allah -Ta'ala-.

2⃣ Makna “masjid” dalam firman Allah –Ta’ala- yang artinya “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-. [Al-Jin:18] ”; memiliki dua penafsiran;

✔️ Yang Pertama: Tempat Sujud,
Berdasarkan penjelasan ‘Ikrimah –Rohimahullah- (Ahli Tafsir dari kalangan Tabi’in), beliau menyatakan; “Ayat ini turun berkaitan dengan semua masjid (yang ada di muka bumi ini).”
Walaupun, ketika ayat ini turun, di muka bumi ini belum ada masjid kecuali Masjidil Harom (di Mekkah) dan Masjid Iliya (yaitu Masjidil Aqsho di Baitul Maqdis). Sebagaimana dijelaskan oleh Shahabat Ibnu Abbas –Rodhiyallahu ‘anhuma-.

👉🏻 Sehingga maknanya: Jangan gunakan tempat-tempat sujud itu untuk beribadah kepada selain Allah –Ta’ala-.

✔️ Yang Kedua: Tujuh Anggota Sujud,
Berdasarkan penjelasan Sa’id bin Jubair –Rohimahullah- (Ahli Tafsir dari kalangan Tabi’in), beliau menyatakan; “Ayat ini turun berkaitan dengan (tujuh) anggota sujud.”

🔗 Yang dimaksud dengan tujuh anggota sujud adalah;
1- Dahi dan hidung
2- Dua telapak tangan
3- Dua lutut
4- Dua ujung jari-jari kaki;

🔹 Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ibnu Abbas –Rodhiyallahu ‘anhuma- [HR. Bukhori dan Muslim]

👉🏻 Sehingga Maknanya: Jangan gunakan tujuh anggota sujud itu untuk beribadah kepada selain Allah –Ta’ala- dimanapun engkau berada.

Wallahu A’lamu bisshowaab
(Bersambung,insya Allah…)

📚 [Referensi: Tafsir At-Thobari, Tafsir Ibn Katsir, Shohih Al-Bukhori, Shohih Muslim, Syarah Tsalatsatil Ushul karya Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin , dan Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣9⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣9⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:

والثَّانِيَةُ  (1) :  أَنَّ الله لا يَرْضَى أَنْ يُشْرَكَ مَعَهُ أَحَدُ فِي عِبَادَتِهِ لا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ ، وَلا نَبِيٌّ مُرْسَلٌ.

1⃣  Permasalahan Kedua;
2⃣  Bahwasanya Allah (Ta’ala) tidak rela dipersekutukan dengan sesuatu apapun dalam (pelaksanaan) ibadah kepada-Nya; baik itu dengan malaikat yang dekat, maupun nabi yang diutus.

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:

1⃣ Para pembaca –yang dirahmati Allah-, pembahasan ini adalah pembahasan kedua dari tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah-

2⃣ Dalam permasalahan yang kedua ini; Beliau –Rohimahullah-  menjelaskan bahwa;
Allah Ta’ala tidak rela dipersekutuan dengan sesuatu apapun; -Siapapun dia, Apapun kedudukannya-.Tidak peduli apakah sesuatu itu adalah malaikat yang dekat dengan Allah Ta’ala, ataupun nabi yang diutus (di muka bumi ini).
Terlebih lagi, jika sesuatu itu adalah makhluk yang derajatnya di bawah para malaikat dan nabi. Seperti; Manusia biasa, pohon, atau batu.

📡 Oleh karena itu; Sebuah ibadah akan rusak jika tercampuri dengan kesyirikan –apapun bentuknya- , serta tidak akan diterima di sisi Allah Ta’ala.

📖 Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az-Zumar:65]

📡 Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan –Hafizhohullah- menjelaskan; Suatu Ibadah tidak dinamakan sebagai ibadah kecuali jika diiringi dengan Tauhid, Sebagaimana sholat; tidak dinamakan dengan sholat kecuali jika diiringi dengan Thoharoh (bersuci).

✔️ Sebuah kesyirikan jika tercampur pada sebuah ibadah maka kesyirikan tersebut akan merusak ibadah itu; sebagaimana Thoharoh (bersuci); Jika tercampuri satu dari pembatal-pembatal wudhu, maka rusaklah thoharoh tersebut bahkan membatalkannya.

✔️ Sebagai tanda bahwa Allah -Subhanahu waTa’ala- tidak rela dengan kesyirikan adalah adanya larangan untuk melakukan perbuatan syirik.

🌻 Insya Allah akan kita lalui pembahasannya pada pertemuan yang akan datang.

Wallahu A’lamu bisshowaab

📚 [Referensi: Syarah Tsalatsatil Ushul karya Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin , dan Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣8⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣8⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا} [المزمل: 15، 16]

🔆 Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

📖 “Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadap kalian, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” [Al-Muzammil: 15 – 16]

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:

✅ (1) Para pembaca –yang dirahmati Allah-,

📡 Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan;

✔️ Firman Allah Ta’ala; “Menjadi saksi terhadap kalian” di dalam ayat,  Maksudnya adalah (menjadi saksi) di sisi Allah Ta’ala pada hari kiamat.
Bahwasanya Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- telah menyampaikan risalah (pesan) Allah Ta’ala, sekaligus menegakkan hujjah (menyampaikan penjelasan) kepada kalian (umat manusia).

👉🏻 - Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (artinya):

📖“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [An-Nisaa`:165],

👉🏻 Sehingga pada hari kiamat nanti tidak ada orang yang mengatakan;

‼️ Saya belum tahu (jika) diciptakan untuk ibadah... (atau),
‼️ Saya belum tahu, apa yang menjadi kewajiban saya… (atau),
‼️ Saya belum tahu, perkara yang diharamkan untukku.

🔴 Karena para Rasul –‘alaihimus sholatu wassalam- telah menyampaikannya kepada mereka, ditambah lagi umat Nabi Muhammad –shollallahu ‘alaihi wasallam- menjadi saksi atas mereka.

📝 Allah Ta’ala berfirman (artinya):

📖“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.” [Al-Baqoroh:143]

Wallahu a’lam bisshowab

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣7⃣) —---------------------------------------—

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 1⃣7⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا} [المزمل: 15، 16]

Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadap kalian, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” [Al-Muzammil: 15 – 16]
〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:

(1) Para pembaca –yang dirahmati Allah-,

📝  Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan;

✔️Perkataan “Dalil” di atas, maknanya; dalil (yang menunjukkan) diutusnya rasul tersebut.

✔️ Perkataan “Sesungguhnya Kami” (dalam ayat) adalah dhomir (kata ganti) yang kembalinya kepada Allah Ta’ala.

👉🏻 Dhomir ini menunjukkan pengagungan Allah Ta’ala terhadap dirinya. Dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala memang Maha Agung.

✔️ Perkataan “Kami telah mengutus” juga mengandung dhomir yang berfungsi untuk pengagungan. Maksudnya “Kami telah mengutus dan memberikan wahyu kepadanya.”

✔️ Perkataan “Kepada kalian” yaitu Semua bangsa Manusia dan Jin.

👉🏻 Sebuah pembicaraan yang ditujukan kepada segenap umat manusia, karena risalah yang dibawa rasul ini umum untuk semua umat manusia hingga hari kiamat nanti.

✔️ Perkataan “Seorang Rasul” yang dimaksud adalah nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi waSallam.

👉🏻 Oleh karena itu, hendaknya kita umat manusia taat kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam serta tidak durhaka kepadanya, agar apa yang menimpa Fir’aun (berupa adzab) tidak menimpa kita semua.

Wallahu a’lam bisshowab

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com