๐Ÿญ ๐Ÿญ ๐Ÿญ ๐Ÿญ

๐ŸŒ„๐Ÿ’จ๐ŸŒธ MENJEMPUT HIDAYAH

☑ Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman ุญูุธู‡ ุงู„ู„ّٰู‡
______________________________________________

๐Ÿ“Ž๐Ÿ“› Al-haq dan al-batil merupakan dua perkara yang bertolak belakang, tidak akan bisa bertemu apalagi menyatu. Al-haq adalah sesuatu yang sudah jelas sebagaimana jelasnya al-batil, sehingga tidak ada pertengahan di antara keduanya.

๐ŸŒต Allah 'Azza Wa Jalla telah berfirman:

(ูَู…َุงุฐَุง ุจَุนْุฏَ ุงู„ْุญَู‚ِّ ุฅِู„َّุง ุงู„ุถَّู„َุงู„)ُ

“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan.” (Yunus: 32)

(ูˆَู‡َุฏَูŠْู†َุงู‡ُ ุงู„ู†َّุฌْุฏَูŠْู†ِ)

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (al-Balad: 10)

๐Ÿ’ข๐ŸŒผ As-Sa’di berkata, “Kami menunjukkan kepadanya dua jalan yaitu jalan kebaikan dan jalan kejelekan serta Kami jelaskan antara petunjuk dan kesesatan serta antara kebenaran dan penyimpangan. Nikmat yang besar ini menuntut agar setiap hamba melaksanakan hak-hak Allah 'Azza Wa Jalla dan mensyukuri nikmat-Nya serta tidak mempergunakannya dalam bermaksiat kepada Allah 'Azza Wa Jalla, namun manusia tidak mau melaksanakannya.” (Tafsir as-Sa’di hlm. 855)

(ุฅِู†َّุง ู‡َุฏَูŠْู†َุงู‡ُ ุงู„ุณَّุจِูŠู„َ ุฅِู…َّุง ุดَุงูƒِุฑًุง ูˆَุฅِู…َّุง ูƒَูُูˆุฑًุง)

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (al-Insan: 3)

๐Ÿ‚๐ŸŒŸ As-Sa’di berkata, “Kemudian Allah 'Azza Wa Jalla mengutus kepada manusia para rasul dan menurunkan kepada mereka kitab-kitab dan Allah 'Azza Wa Jalla memberikan hidayah kepada jalan yang akan menyampaikan kepada-Nya, menjelaskannya dan menganjurkan dengannya, dan Dia telah menerangkan apa yang akan didapatkan bila telah sampai kepada-Nya. Kemudian Allah 'Azza Wa Jalla menjelaskan jalan kebinasaan dan memperingatkan darinya, serta memberitakan apa yang didapatkan bila dia menempuh jalan kebinasaan dan malapetaka tersebut.
Manusia pun terbagi. Ada yang mensyukuri nikmat Allah 'Azza Wa Jalla dan melaksanakan segala apa yang merupakan hak-hak Allah 'Azza Wa Jalla. Ada pula yang kufur terhadap nikmat Allah 'Azza Wa Jalla Allah 'Azza Wa Jalla telah menganugerahinya nikmat agama dan dunia, namun dia menolaknya dan kufur kepada Rabb-nya. Dia justru menempuh jalan menuju kebinasaan.” (Tafsir as-Sa’di)

๐ŸŒ…๐ŸŒ‘ Kejelasan dua jalan yang berbeda ini sesungguhnya bagaikan matahari di siang bolong dan bulan purnama di malam hari. Akan tetapi, hanya sedikit orang yang mengenalnya apalagi mengilmuinya. Hal ini karena beberapa faktor, di antaranya:

① Kebodohan yang menguasai setiap muslim.

② Kelalaian manusia sehingga tidak mau mencari dan mempelajarinya.

③ Tidak memiliki niat untuk mendapatkannya.

④ Munculnya para penyeru kesesatan yang mengaku pengikut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam namun berjiwa iblis.

๐ŸŽฏ❌ Masih banyak lagi faktor lain yang menyebabkan tidak jelasnya kebenaran dan kebatilan. Apabila kita memerhatikan dengan saksama, kita bisa menyimpulkan bahwa seseorang bisa mendapatkan al-haq, berjalan di atasnya, dan terjauhkan dari kebatilan, adalah semata hidayah dari Sang Pencipta.

๐Ÿ“ˆ Bersambung Insya Allah.

๐Ÿ”… ๐Ÿ”… ๐Ÿ”… ๐Ÿ”…

๐Ÿ“’ Majalah Asy-Syari'ah Online.

========================
⭐๐ŸŒˆ WA Riyadhul Jannah As-Salafy
========================
๐Ÿ’Ž๐ŸŒพ๐ŸŒด๐Ÿ’Ž๐ŸŒพ๐ŸŒด๐Ÿ’Ž๐ŸŒพ๐ŸŒด

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar...