SHALAT SUNNAH RAWATIB KETIKA SAFAR

SHALAT SUNNAH RAWATIB KETIKA SAFAR

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, 

وكان من هديه في سفره الاقتصار على الفرض ولم يحفظ عنه أنه صلى سنة الصلاة قبلها ولا بعدها إلا ما كان من الوتر وسنة الفجر فإنه لم يكن ليدعهما حضرا ولا سفرا

"Termasuk petunjuk Nabi Muhammad ﷺ ketika safar adalah hanya mengerjakan shalat wajib. Tidak ditemui riwayat bahwa beliau mengerjakan shalat qabliyah atau ba'diyah selain shalat witir dan qabliyah subuh. Sebab Nabi sama sekali tidak pernah meninggalkan witir dan qabliyah subuh saat safar maupun ketika mukim." (Zaadul Ma'ad, I/473)

Ditambah lagi, ada alasan yang cukup logis yang disampaikan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah tentang hal ini. Beliau menuturkan, 

إن الله سبحانه وتعالى خفف عن المسافر في الرباعية شطرها فلو شرع له الركعتان قبلها أو بعدها لكان الإتمام أولى به

"Sesungguhnya Allah sudah memberikan keringanan shalat yang empat raka'at jadi dua raka'at untuk musafir. Kalau seandainya disyari'atkan dua raka'at sunnah qabliyah atau ba'diyah maka tentunya menyempurnakan shalat wajib jadi empat raka'at lebih utama dilakukan." (Zaadul Ma'ad, I/316)

Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah berkata

الأولى تركها في السفر إلا سنة الفجر تأسيا بالنبي صلى الله عليه وسلم، فيصلي سنة الفجر معها، أما سنة الظهر والمغرب والعشاء والعصر أفضل تركها

"Yang utamanya tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib kecuali qabliyah subuh dalam rangka meneladani Nabi Muhammad ﷺ dengan ia mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh. Adapun sunnah rawatib zhuhr, maghrib, 'isya, dan ashar yang lebih afdalnya tidak dikerjakan." (Fatawa Nuur 'alad Darb, X/381) 

Semoga manfaat.

-- Ma'had Darus Salaf @ Bontang [ Kutai Timur ]
-- Hari Ahadi, (05:09) 14 Sya'ban 1440 / 21 April 2019
_______

Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
_______

https://t.me/nasehatetam
www.nasehatetam.net

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar...