Arsip streaming Dauroh sampit

📡Simak kembali Arsip Audio Rekaman Dauroh Ilmiyah Sampit

📻 Bersama Al Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin حفظه الله تعالى

💡Klik disini

🔩Semoga Bermanfaat Barakallahu fiik dan semoga Allah menjaga niatan kita selalu ikhlas karena Mengharapkan perjumpaan dengan-Nya

Audio streaming fiqh al-muyassar

_____ —————————————————
💻 Audio streaming

💡kajian fiqh al muyassar
Bab sholat, wudhu, tayamum, dll

🔂 Bersama: al Ustadz Abu Muawiyah Askary Bin Jamal حفظه الله تعالى

Klik link 👉🏻 disini

🔘Sumber link :Abu Fadillah , WA TIC

📲 Tidak perlu download cukup klik play dan akan jalan otomatis ke no berikutnya tinggal di ingat sampai no berapa sudah akhuna mendengarkan.

⏺Untuk keluar Stop dan keluar

▶Apabila pengen melanjutkan klik link nya , lanjut ke no yang akhuna akan melanjutkan.

Semoga Bermanfaat wa Barakallahu fiikum

📚 الناحية ملتقى السلفيين
________________________________

Ilmu Adalah Rezeki Dari Allah

📋📚 Ilmu Adalah Rezeki Dari Allah 📚📋

📋الــعــلـم رزق مـن الله

▫فائدة نفيسة للشيخ ابن بـــــاز "رحمه الله" .
⬜قال الله تعالى :
{ومن يتق الله يجعل له مخرجا ـ ويرزقه من حيث لا يحتسب}.
📝قال العلامة ابن باز "رحمه الله" :
⬅( ومعلوم أن حصول العلم من أفضل الأرزاق، وهو خروج من ضيق الجهل وظلمته إلى سعة العلم ونوره
⬜وقال تعالى:
{ ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا } ،
⬅وحصول العلم النافع من أعظم التيسير والتسهيل؛
↩ لأن طالب العلم الشرعي يدرك بعلمه من وجوه الخير وأسباب النجاة ما لا يتيسر للجاهل ) اهـ..

📘فتاوى الشيخ ج ١/ ٣٥٠

📖 Allah berfirman, "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah akan Ia berikan padanya jalan keluar dan akan Ia berikan padanya rezeki dari arah yang tidak dia kira."

💎 Al-Imam Ibn Baz berkata, "Maklum adanya mendapat ilmu merupakan rezeki paling afdhal, karena dengannya orang keluar dari kesempitan dan gelapnya kejahilan menuju luas dan cahayanya ilmu."

📖 Allah berfirman, "Dan barang siapa yang bertakwa pada Allah, Ia jadikan urusannya mudah."

💎 Al-Imam Ibn Baz berkata, "Mendapat ilmu yang bermanfaat termasuk kemudahan yang paling besar, kerana penuntut ilmu syar'i, dengan ilmunya itu dapat mengetahui bentuk-bentuk kebaikkan dan sebab keselamatan yang semua itu tidak mudah bagi orang jahil." (Fatawa Ibn Baz: 1/350)

📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

AUDIO KAJIAN ISLAM ILMIYYAH - KOTA MAKASSAR

★l✒l☆ بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ

((«-📀 AUDIO KAJIAN ISLAM ILMIYYAH - KOTA MAKASSAR

✔Pembicara
🎙» Asy-Syaikh Ali Hussein Abddullah Asy-Syarafi حفظه الله

📝⇝ Penerjemah :
Al Ustadz Ruwaifi Bin Sulaimi, Lc حفظه الله

🇮🇩||🌷Tema :
INDAHNYA KEHIDUPAN BERNEGARA YANG BERNUANSA ISLAMI

Tempat
•🕌• Masjid Al Markaz Al Islami
Jl. Masjid Raya No. 57 Makassar

-------------------------------------------

✏Al Ustadz Abu 'Abdillah Muhammad as Sarbini

Pembukaan [00:07:10] ~ https://goo.gl/7X6HIR

💡Sesi 1 [01:39:35] ~ https://goo.gl/Gugtjf

💡Sesi 2 [01:00:37] ~ https://goo.gl/3sFMsT

***

🖥 Link Download:
http://salafymakassar.net/audio-safari-dakwah-asy-syariah-ke-12-di-kota-makassar/

@Whatsapp SaLaM
>>:: Channel Telegram https://bit.ly/salafymakassar

.................................................

⏬ Download versi 16kbps ⏬

Audio Rekaman Kajian Rutin Malam Rabu

—★—✩—★—✩—★—✩—★—✩—★—
_(tgl 12-04-2016 M)_

🔴🎙 *Audio Rekaman Kajian Rutin Malam Rabu*

📖 *kitab Syarah us shulus sunnah* _karya imam ahmad bin hambal رحمه الله_ *BAB ORANG BERIMAN AKAN DAPAT MELIHAT الله DI SURGA*

🕌 *Di Masjid An-najiyah* jl.kenan sandan Gg Simpati Ba'amang Sampit

💺 *Bersama*: _Al-ustadz Abu Yahya Muhammad حفظه الله تعالى_

🕳Kbps 4,42 MB

🕳Durasi 35:01 menit

🗃Download ▶ http://bit.ly/23AVh7O

🗃Download sebelumnya▶http://bit.ly/1MjeOoY

📚الناحية ملتقى السلفيين

🖥http://forumsalafiyyinsampit01.wordpres.com
🖥http://forumsalafiyyinsampit.blogspot.com

🌐Web master http://sampit.salafymedia.com
✩★✩○✩★○✩★✩○✩★✩○✩★✩○✩★✩○

MUTIARA HADITS

°💎° MUTIARA HADITS

—◁▷—◁▷—◁▷—◁▷—◁▷—

*🌏 KEDUDUKAN DUNIA DI SISI ALLAH عزوجل*

—◁▷—◁▷—◁▷—◁▷—◁▷—

🔅˙ Dari Sahl bin Sa'd dia berkata:

🌴 "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Dzul Khulaifah...
🐾_tiba-tiba ada seekor bangkai kambing dengan kaki terangkat, maka beliau pun bersabda :

..˙💦👁°_ Bukankah kalian melihat bahwa hal ini merupakan suatu yang hina bagi pemiliknya❓

°☝ °_Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh dunia itu lebih hina di hadapan ALLAH daripada (bangkai) ini bagi pemiliknya.

°🌏°👎_  sekiranya dunia itu memiliki nilai seberat sayap nyamuk di sisi ALLAH, niscaya Dia tidak akan memberikan setetes pun terhadap orang kafir."

📜 ( Sunan Ibnu Majah: 4108 )

عن سَهْلِ بْنِ سَعْدٍرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ ، فَرَأَى شَاةً شَائِلَةً بِرِجْلِهَا ، فَقَالَ : " أَتَرَوْنَ هَذِهِ الشَّاةَ هَيِّنَةً عَلَى صَاحِبِهَا " ؟ قَالُوا : نَعَمْ . قَالَ : " وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ عَلَى صَاحِبِهَا ، وَلَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ماسقى كافرا منها قطرة أبدا.
(سنن ابن ماجة ٤١٠٨ )

═☼══☼══☼☼══☼══☼═

                      ★☆WA☆★
     *▷▷ⓚⓘⓣⓐ🌏ⓢⓐⓣⓤ◁◁*
                  04 Rajab 1437H

      🛰Join Channel Telegram 🛰
Http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Pdf

Genrated by Web to PDF: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.niu.web2book

LARANGAN MENGHARAP KEMATIAN

🔰🌷✔️
■◎■◎■◎■
⚠️ ⚠️ LARANGAN MENGHARAP KEMATIAN

-425- وَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ اَلْمَوْتَ لِضُرٍّ يَنْزِلُ بِهِ, فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ اَلْحَيَاةُ خَيْرًا لِي, وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ اَلْوَفَاةُ خَيْرًا لِي ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu menginginkan mati karena kesusahan yang menimpanya, bila ia benar-benar menginginkannya hendaknya ia berdoa: Ya Allah hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku jika sekiranya itu lebih baik bagiku." Muttafaq Alaihi.

📌 PENJELASAN:

Seseorang muslim tidaklah boleh mengharapkan kematian karena kesempitan hidup di dunia yang ia alami. Karena bagi seorang mukmin, semakin panjang usianya, semakin bertambah kebaikan baginya. Kalaupun ia tergelincir pada dosa, bertambahnya usia adalah kesempatan untuk memperbanyak taubat.

وَلَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ

Dan janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian. Bisa jadi ia adalah orang yang baik, sehingga bisa diharapkan bertambah kebaikannya. Kalau ia orang yang tidak baik, mungkin dia mengharapkan ridha Allah (dengan bertaubat)(H.R alBukhari)

لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

Tidaklah menambah usia seorang mukmin kecuali kebaikan (H.R Muslim)

Seharusnya, seseorang yang ditimpa musibah, bersikap sabar karena Allah dan mengharapkan pahala yang berlipat dari Allah.

Jika seseorang tidak kuat dengan penderitaan yang dialaminya (seperti misalnya sakit yang amat sangat), Nabi memperbolehkan untuk berdoa dengan ucapan: Ya Allah hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku jika sekiranya itu lebih baik bagiku.

Sebagian Ulama’ berpendapat bahwa larangan mengharapkan kematian itu hanya berlaku jika terjadi fitnah duniawi. Sedangkan jika terjadi fitnah Dien yang membahayakan keselamatan Dien-nya, maka seseorang boleh mengharapkan kematian.

Dalil mereka di antaranya adalah:

1. Lafadz hadits riwayat Ibnu Hibban menjelaskan bahwa larangan itu hanya untuk kesempitan dalam urusan duniawi:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فيِ الدُّنْياَ

Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena kesempitan yang dialami dalam urusan dunia (H.R Ibnu Hibban no 2966)

2. Hadits Abu Hurairah riwayat al-Bukhari dan Muslim:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ

Tidaklah tegak hari kiamat hingga seorang laki-laki lewat di kuburan laki-laki lain kemudian ia berkata: Duhai seandainya aku di posisi dia (meninggal dan dikuburkan)(H.R al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Batthol menjelaskan bahwa keinginan seseorang dalam hadits itu agar ia meninggal dan dikuburkan seperti orang yang ada dalam kubur tersebut adalah karena dahsyatnya fitnah Dien yang melanda (Syarh Shahih al-Bukhari libni Baththol (10/58))

3. Salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi -Shollallaahu Alaihi Wasallam- dalam hadits Muadz bin Jabal yang panjang, salah satu lafadznya:

وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Dan jika Engkau (Ya Allah) menginginkan terjadinya fitnah (ujian) terhadap hamba-hambaMu, maka wafatkanlah aku menghadapMu dalam keadaan tidak terfitnah (H.R atTirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh al-Albany)

Dalam al-Qur’an, kisah Maryam yang mengharapkan kematian, dengan ucapan:

يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

…Duhai seandainya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang dilupakan sama sekali (Q.S Maryam:23)

Ayat ini ditafsirkan bahwa Maryam mengharapkan kematian karena mengkhawatirkan fitnah Dien pada dirinya dengan sebab peristiwa yang dialaminya (lihat Taudhiihul Ahkaam min Buluughil Maram karya Abdullah bin Abdirrahman al-Bassam juz 2 halaman 369-370).

Bagaimanapun, seorang muslim tidak boleh putus asa dari rahmat Allah, karena putus asa dari rahmat Allah adalah sifat orang-orang kafir.

وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

...dan janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang putus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir (Q.S Yusuf:87)

Tidak boleh juga mengakhiri kehidupan dengan bunuh diri, karena hal itu adalah dosa besar. Seseorang yang bunuh diri, akan diadzab di akhirat dengan cara dan alat yang digunakan dalam bunuh diri di dunia.

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِي الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, akan diadzab dengan sesuatu itu pada hari kiamat (H.R alBukhari no 5587)

Janganlah bunuh diri, karena sesungguhnya Allah Sang Pencipta kita masih menyayangi kita.

…وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Janganlah membunuh diri kalian, karena sesungguhnya Allah menyayangi kalian (Q.S anNisaa’:29)

〰〰〰

📝 Disalin dari buku "Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)". Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 16-21.

💺 Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله.

👍 Semoga bermanfaat !!

〰〰〰〰〰〰〰
📚WA Salafy Kendari 📡

MENGINGAT KEMATIAN

🔰🌷✔️
■◎■◎■◎■
⚠️ ⚠️ MENGINGAT KEMATIAN

424- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اَللَّذَّاتِ: اَلْمَوْتِ ) رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu : mati." Riwayat at-Tirmidzi dan an-Nasa'i, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban. << dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Shahihul Jami’>>

📌 PENJELASAN:

Mati adalah pemutus kenikmatan hidup di dunia. Nabi memerintahkan untuk memperbanyak mengingatnya. Orang yang senantiasa mengingat kematian, jika ia termasuk orang yang banyak hartanya, maka akan menimbulkan perasaan zuhud dalam dirinya, tidak serakah, karena ia merasa hartanya tidak akan dibawa mati. Jika ia adalah orang yang miskin, maka ia akan menjadi orang yang qonaah (merasa cukup dengan apa yang ada).

Dalam lafadz hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban :

فَمَا ذَكَرَهُ عَبْدٌ قَطُّ وَهُوَ فِي ضِيقٍ إِلَّا وَسَعَهُ عَلَيْهِ وَلَا ذَكَرُهُ وَلَا ذَكَرُهُ وَهُوَ فِي سَعَةٍ إِلَّا ضَيِّقَهُ عَلَيْهِ

Tidaklah seorang hamba (yang mengingat kematian) berada dalam kesempitan kecuali ia merasa lapang, dan tidaklah ia berada dalam keadaan lapang, kecuali ia merasa sempit (tidak terasa banyak harta yang dimilikinya di dunia fana, pent).

Seseorang yang mengingat kematian, ia akan banyak beristighfar dan bertaubat serta memperbanyak amal sholeh. Karena setiap orang yang meninggal dunia, tidak ada lagi kesempatan untuk menambah amal. Ia sudah berada di tahapan pembalasan amal, bukan lagi kesempatan menambah amal.

Karena itu, orang yang terbunuh di dunia, nanti di akhirat akan berkata kepada Allah sambil membawa pembunuhnya: Wahai Tuhanku, dialah yang telah memutusku dari puasa dan sholatku.

يَقْعُدُ الْمَقْتُولُ بِالْجَادَّةِ , فَإِذَا مَرَّ بِهِ الْقَاتِلُ أَخَذَهُ فَقَالَ: يَا رَبِّ , هَذَا قَطَعَ عَلَيَّ صَوْمِي وَصَلَاتِي , قَالَ: فَيُعَذَّبُ الْقَاتِلُ وَالْآمِرُ بِهِ

Seseorang yang terbunuh akan duduk di tengah jalan. Jika lewat sang pembunuhnya, ia akan memegangnya dan berkata (di hadapan Allah): Wahai Tuhanku, orang ini yang telah memutus puasa dan sholatku. Maka kemudian diadzablah sang pembunuh dan orang yang menyuruhnya (untuk melakukan pembunuhan)(H.R at-Thobarony)

Seseorang yang ingat pada kematian akan berusaha memperbanyak amal dan memperbanyak investasi untuk kehidupan akhirat yang menyebabkan pahalanya terus mengalir

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali 3 hal: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya (H.R Muslim no 3084)

فَلَا يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا دَابَّةٌ وَلَا طَيْرٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman yang dimakan bagiannya oleh manusia, hewan melata, atau burung kecuali akan menjadi shodaqoh baginya hingga hari kiamat (H.R Muslim no 2903)

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ، وهُو فِي قَبْرِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا، أَوْ كَرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلا، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Tujuh hal yang pahalanya akan mengalir untuk seorang hamba setelah matinya pada saat ia berada di alam kubur: mengajarkan ilmu, mendalamkan sungai (mengeruk lumpurnya), menggali sumur, menanam kurma, membangun masjid, atau meninggalkan anak yang akan beristighfar untuknya setelah matinya (H.R al-Bazzar, Syaikh al-Albany menyatakan: hasan lighoirihi. Dalam riwayat Ibnu Majah ada tambahan: membangunkan rumah untuk Ibnus Sabiil (orang-orang yang dalam perjalanan))

Jika mengajarkan kebaikan pahalanya akan terus mengalir selama kebaikan itu diamalkan atau dimanfaatkan, sebaliknya keburukan yang ditularkan dan diajarkan kemudian ditiru dan dilakukan, akan mengalirkan dosa meski orang itu sudah meninggal.

وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Dan Barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam contoh yang buruk, maka ia mendapat dosa dan dosa orang-orang yang mengerjakan setelahnya tanpa dikurangi dari dosa mereka sedikitpun (H.R Muslim no 1691)

Saat ini perkembangan teknologi demikian pesat. Orang sangat mudah menyebar info, ajakan, propaganda berupa tulisan pada berbagai media seperti blog, website, majalah, buku, dan semisalnya. Ingatlah, jika ajakan anda adalah hal-hal keburukan: kemaksiatan, kebid’ahan, atau bahkan kekufuran dan kesyirikan, anda sedang menanam investasi yang merugikan anda sendiri. Tetap mengalir dosanya meski anda sudah meninggal.

〰〰〰

📝 Disalin dari buku "Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)". Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 09-15.

👍 Semoga bermanfaat !!

〰〰〰〰〰〰〰
📚WA Salafy Kendari 📡

MENCARI KEBAHAGIAAN ITU MUDAH

🌾🍇MENCARI KEBAHAGIAAN ITU MUDAH

Al Imam Asy-Syaikh Robi' Al-Madkoliy -hafidholhulloh- berkata :

" Di antara tanda kebahagiaan adalah :

💐 engkau bersemangat di atas kebenaran,

🌮 kamu mencarinya,

🍧 dan kamu merasa senang jika kamu diingatkan tentang kesalahanmu."

(Marhaban yaa thoolibal'ilmi hal. 262)
☄☄☄☄☄☄☄

‏ﻗﺎﻝ الإمام ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ -حفظه الله-:

"ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ﺃﻧَّﻚ ﺗﺤﺮﺹ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ، ﻭﺗﺒﺤﺚ ﻋﻨﻪ، ﻭﺗﻔﺮﺡ ﺇﺫﺍ ﻧُﺒِّﻬﺖ ﻋﻠﻰ ﺧﻄﺌﻚ"

ﻣﺮﺣﺒﺎ ﻳﺎ ﻃﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ262
☄☄☄☄☄☄☄
☕ WA MTDS ASSUNNAH - MALANG

TIDAK ADA SHALAT RAGHA'IB, TIDAK ADA SHALAT TERTENTU, TIDAK ADA PUASA TERTENTU PADA BULAN RAJAB!!!

⛔💥❌ TIDAK ADA SHALAT RAGHA'IB,  TIDAK ADA SHALAT TERTENTU,  TIDAK ADA PUASA TERTENTU PADA BULAN RAJAB!!!

-----------
🔲 ‏قال الحافظ ابن حجر العسقلاني الشافعي:
لم يرد في فضل شهر رجب ولا في صيامه ولا في صيام شيء منه معين،ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه،حديث صحيح يصلح للحجة. اهـ

☀🌅 IBNU HAJAR AL-'ASQALANI ASY-SYAFI'I:
"Tidak ada satu HADITS SHAHIH PUN yang bisa dijadikan hujjah (argumen/dasar hukum) tentang keutamaan bulan Rajab , tidak pula keutamaan berpuasa padanya, dan tidak pula keutamaan puasa di hari-hari tertentu padanya, dan tidak pula shalat malam secara khusus padanya."

📚 Tabyiin al-'Ajab, hal.  18

📘 unduh kitab "TABYIINU AL-'AJAB bi maa Warada fi Fadhli Rajab" | PDF
📥 http://goo.gl/LzHbGJ

.................................

🔲 ‏قال ابن رجب:
لم يصح في شهر رجب صلاة مخصوصة تختص به، والأحاديث المروية في فضل صلاة الرغائب أول ليلةجمعة من شهر رجب كذب، وهذه الصلاة بدعة عند جمهورالعلماء. اھ

Ⓜ Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah juga berkata,

"Tidak shahih tentang suatu shalat tertentu di bulan Rajab yang khusus di bulan tersebut. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat Ragha'ib pada malam Jum'at pertama dari bulan Rajab adalah DUSTA, dan SHALAT INI BID'AH menurut mayoritas (jumhur) ulama'.

📚 Latha'if al-Ma'arif,  hal.  118

....................................

⛵ ‏قال الحافظ ابن رجب الحنبلي البغدادي:
وأما الصيام فلم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه. اهـ

Ibnu Rajab Al-Hanbali Al-Baghdadi rahimahullah mengatakan,

"Adapun puasa, maka TIDAK SAH SATU HADITS PUN dari Nabi shallallahu alaihi was sallam, tidak pula dari ucapan shahabat-Nya tentang keutamaan puasa di bulan Rajab secara khusus."

📚 Latha'if al-Ma'arif, hal. 118

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

TIDAK BOLEH MENGKHUSUSKAN BULAN RAJAB DENGAN IBADAH TERTENTU

🗓💥 TIDAK BOLEH MENGKHUSUSKAN BULAN RAJAB DENGAN IBADAH TERTENTU

~~~~~~~~~~~

🌱 asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah :

🍒 "Para 'ulama menyebutkab bahwa TIDAK BOLEH mengkhususkan bulan Rajab dengan suatu ibadah tertentu."

📚 Syarh Ighatsah al-Lahfan 25-06-1437

قال ‏الشيخ العلامة صالح الفوزان -حفظه الله-:

"ذكر العلماء أنه لا يجوز تخصيص شهر رجب بشيء من العبادات"

📚شرح إغاثة اللهفان 25-06-1437هـ

https://tlgrm.me/fawzaan

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

HADITS TENTANG KEUTAMAAN BULAN RAJAB

★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★

🔘Hadits Keutamaan Bulan Rajab dan Sya’ban

❓“Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadhan.”

“Ya Allah, Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke dalam bulan Ramadhan.” Apakah hadits tersebut sahih? 0896XXXXXX

☑Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakr al-Bazzar dalam Musnad-nya dengan kelemahan yang keras sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Tabyin al-‘Ajab bi Ma Warada fi Syahri Rajab. Dikeluarkan pula oleh al-Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir, dinyatakan dha’if (lemah) oleh al-Albani dalam kitab Dha’if al-Jami’no. 4395. Alhasil, tidak ada hadits yang tsabit (benar) dalam hal keutaman bulan Rajab dan keutamaan ibadah secara umum di bulan Rajab, termasuk shalat dan puasa.

🔘Puasa Awal Rajab

❓Apakah ada perintah melaksanakan puasa pada awal bulan Rajab? 081973XXXXXX

☑ Tidak ada anjuran khusus untuk puasa Rajab. Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahumallah menegaskan dalam kitab Tabyin al-‘Ajab bi Ma Warada fi Fadhli Rajab bahwa tidak ada hadits sahih yang bisa dijadikan hujah mengenai keutamaan bulan Rajab dan keutamaan puasa Rajab serta ibadah lainnya di bulan itu.

Abu Dawud rahimahumallah meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair rahimahumallah yang bertanya kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang puasa Rajab.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa sampai-sampai kami berkata, ‘Beliau tidak berbuka,’ dan beliau berbuka sampai-sampai kami berkata, ‘Beliau tidak berpuasa’.” (Dinyatakan sahih oleh al-Albani)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu memberi jawaban yang bersifat umum, karena tidak ada sunnah Rasul secara khusus untuk puasa Rajab. Urusan puasa di bulan Rajab sama seperti di bulan-bulan lainnya yang tidak memiliki keutamaan khusus. Akan tetapi, ada sunnah puasa tiga hari setiap bulan dan puasa Senin-Kamis. Kecuali bulan tertentu yang dianjurkan berpuasa padanya, seperti Muharam dan Sya’ban.

🖥 http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-16

📚الناحية ملتقى السلفيين

※※※※※※※※※※※※※※※※※※※

Tahdzir (Peringatan) dari AMALAN-AMALAN YANG TIDAK ADA TUNTUNANNYA pada BULAN RAJAB

🔥 ⛔❗️Tahdzir (Peringatan) dari AMALAN-AMALAN YANG TIDAK ADA TUNTUNANNYA pada BULAN RAJAB

🚪🔎 Bulan Rajab sudah di ambang pintu. Banyak tersebar hadits-hadits tentang keutamaan puasa pada bulan Rajab. Maka semua hadits-hadits tersebut adalah hadits-hadits yang lemah atau palsu, dan tidak ada asalnya dalam sunnah.

🅾 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, sebagaimana dalam Majmu' al-Fatawa  (XXV/290):

"Adapun puasa Rajab secara khusus, maka semua hadits-haditsnya adalah LEMAH, bahkan PALSU. Para 'ulama tidak menjadikan satu pun dari hadits-hadits tersebut sebagai landasan. Hadits-hadits tersebut bukanlah termasuk hadits-hadits lemah yang diriwayatkan dalam fadha-il amal. Namun mayoritasnya adalah palsu yang didustakan (atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, pen)." 

💠Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

"Semua hadits yang menyebutkan puasa pada bulan Rajab dan (keutamaan) shalat pada beberapa malam pada bulan tersebut, maka itu adalah dusta yang dibuat-buat."
📚(al-Manar al-Munif hal.97)
 
🌼 al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

"Tidak ada dalil tentang keutamaan bulan Rajab, keutamaan berpuasa pada bulan tersebut, atau pada satu hari tertentu dari bulan tersebut. Demikian pula tentang keutamaan menghidupkan satu malam secara khusus pada bulan tersebut, tidak ada satu hadits shahih pun tentang masalah ini yang bisa dijadikan sebagai landasan."
📚 (Tabyinu al-'Ajab hal. 11)

🌿 Asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya,

📜 "Banyak pertanyaan tentang bulan Rajab dan berpuasa pada bulan tersebut, apakah bulan Rajab memiliki kekhususan tertentu?

🔅 beliau menjawab,
"Mengkhususkan bulan Rajab dengan ibadah puasa tathawwu merupakan sesuatu yang TERCELA. Karena itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, yang dulu mereka mengagungkan bulan Rajab.
👉💥 Para 'ulama mencela perbuatan menyendirikan/mengkhususkan puasa tathawwu' pada bulan Rajab.

Adapun apabila seseorang berpuasa pada bulan tersebut karena membayar hutang puasa Ramadhan, atau karena puasa kaffarah, maka yang demikian tidak mengapa. Atau berpuasa Senin – Kamis, atau puasa tiga hari pada ayyamul bidh, ini semua tidak mengapa (dilakukan) sebagaimana pada bulan-bulan lainnya. Walhamdulillah."

http://www.binbaz.org.sa/mat/13706

🔰 Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang berpuasa pada hari ke-27 pada bulan Rajab dan menghidupkan malamnya?

➿ Maka beliau menjawab :

"Berpuasa pada hari ke-27 bulan Rajab dan menghidupkan malam harinya, serta mengkhususkannya adalah BID'AH. Dan setiap bid'ah itu adalah sesat.

📚 (Majmu' Fatawa Ibnu 'Utsaimin XX/440)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

DI PINTU BULAN RAJAB.. AGAR ANDA TIDAK TERJATUH DALAM KEBID'AHAN... BACALAH !!!......

🌖🚪💡⚠ DI PINTU BULAN RAJAB..
AGAR ANDA TIDAK TERJATUH DALAM KEBID'AHAN...
BACALAH !!!......

🔥 DI ANTARA BID’AH-BID’AH BULAN RAJAB

📡... Samahatul Imam al-‘Allamah al-Faqih, Ibnu Utsaimin rahimahullah ta’ala mengatakan,

• Hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat pada bulan Rajab atau keutamaan puasa pada bulan Rajab, semuanya lemah sekali.
• Bahkan, sebagian ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut dipalsukan dan didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Karena itu, tidak boleh ada seorang pun yang bersandar pada hadits-hadits ini.
• Tidak boleh ada seorang pun yang bersandar pada hadits-hadits tersebut sehingga mengkhususkan berpuasa atau melaksanakan shalat (tertentu) pada bulan Rajab. Sebab, hal itu adalah bid’ah. Padahal Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan itu di neraka.”
• Ada hadits yang menyebutkan bahwa dahulu apabila memasuki bulan Rajab, Nabi shallallahu alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, berilah barakah untuk kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”
• Akan tetapi, hadits ini—wahai saudara-saudara, dengarkan apa yang aku ucapkan—adalah hadits lemah dan mungkar, tidak sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, tidak sepantasnya seseorang berdoa dengan doa ini. Sebab, doa ini tidak sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
• Sungguh, aku katakan kepada kalian—dalam rangka menjelaskan kebenaran—bahwa tidak ada shalat khusus pada bulan Rajab, tidak ada pula ada puasa khusus, baik pada hari pertama maupun pada hari-hari yang tersisa.
• Seseorang tidak boleh mengkhususkan waktu atau tempat tertentu untuk melakukan ibadah yang tidak dikhususkan oleh Allah dan Rasul-Nya padanya. Sebab, kita beribadah dengan syariat Allah, bukan dengan hawa nafsu, kecenderungan, dan perasaan kita.
• Kewajiban kita ialah mengatakan bahwa kita mendengar dan taat. Kita mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya. Kita tidak boleh mensyariatkan untuk diri kita sendiri berbagai ibadah yang tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
• Wahai kaum muslimin, sungguh amalan-amalan yang ada dalam Kitabullah dan hadits-hadits yang sahih dari Rasulullah sudah mencukupi dari berbagai hal yang disebutkan dalam hadits-hadits yang lemah, palsu, atau didustakan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

✋🏻 Apabila seseorang mengibadahi Allah dengan ibadah yang pasti bahwa itu adalah syariat Allah, sungguh ia telah beribadah kepada Allah di atas bashirah (ilmu). Dia mengharapkan pahala dari Allah dan takut akan siksa-Nya.

☝🏻 Ya Allah, kami meminta kepada-Mu agar memberi kami rezeki berupa ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, rezeki yang baik nan luas, dan anak keturunan yang baik. Wahai Rabb semesta alam, ya Allah, ajarilah kami (ilmu) yang bermanfaat bagi kami, berilah manfaat kepada kami dengan ilmu yang Engkau ajarkan kepada kami, dan tambahkanlah ilmu kepada kami… wahai Rabb semesta alam.

📚 Sumber : http://binothaimeen.net

🌐 Kunjungi || http://forumsalafy.net/diantara-bidah-bidah-bulan-rajab/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

=====*****=====
📶 Publikasi:
📖 WA Salafy Solo
📮Channel Salafy Solo
Https://tlgrm.me/salafysolo
Jumadal Akhirah 1437 H

Audio Rekaman kajian Rutin Malam Jum'at

—★—✩—★—✩—★—✩—★—✩—★—
(tgl 07-04-2016 M)

🔴🎙Audio Rekaman kajian Rutin Malam Jum'at

📖kitab Kasyfu Syubhat
Masih pada pembahasan tentang syubhat kaum musyirikin yang mereka berdalil dengan bahwa Tatkala Raja Namrud memerintahkan untuk melemparkan Nabi Ibrohim عليه السلام kekobaran api yang dibuat untuk membakar Beliau عليه السلام dan malaikat jibril menawarkan bantuan kepada beliau عليه السلام.

🕌 Di Masjid An-najiyah jl.kenan sandan Gg Simpati Ba'amang Sampit

💺Bersama: Al-ustadz Abu Yahya Muhammad حفظه الله تعالى

🕳Kbps 4,45 MB

🕳Durasi 35:57 menit

Link Download ⏯ bit.ly/1SCI8mZ

Link Download sebelumnya ⏯ bit.ly/1qlkIvQ

🖥 http://forumsalafiyyinsampit01.wordpres.com
🖥 http://forumsalafiyyinsampit.blogspot.com
🖥http://sampit.salafymedia.com

Join telegram klik disini
📚الناحية ملتقى السلفيين

—★—✩—★—✩—★—✩—★—✩—★—

Audio KAJIAN ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH "ASY-SYARI'AH" ke-12, Tahun 1437 H / 2016 M

💽Audio KAJIAN ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
"ASY-SYARI'AH" ke-12, Tahun 1437 H / 2016 M💽
~~~~~~~~~~~~~~
Dengan Tema:
🌠 "TUNTUNAN ISLAM DALAM MENJAGA KEUTUHAN HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA"

💺Pembicara:

▫ Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi hafizhahullah
▫ Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullah
▫ Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib hafizhahullah
✅ KAJIAN UMUM:
📆 Hari Ahad, 25 Jumadil Akhir 1437 H / 03 April 2016 M
🕌Di Masjid Agung Bantul – Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No.1, Bantul, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

📁01 Pembukaan || Ust Yusuf || http://bit.ly/1qoFkTK || 06.17
📁02 Sesi 1 || Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi (Penerjemah al-Ustadz Ruwaifi) || Tuntunan Islam dalam Menangkal Radikalisme Untuk Menjaga Keutuhan Agama dan Negara || http://bit.ly/1UMQPBG || 1.41.39

📁03 Sesi 2 || Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi (Penerjemah al-Ustadz Ruwaifi) || Tuntunan Islam dalam Menangkal Radikalisme Untuk Menjaga Keutuhan Agama dan Negara || http://bit.ly/1Y8cMZq || 1.03.16

📁04 Sesi 3 || Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib [Penerjemah Ustadz Abu Mu'awiyah Askary] || Kembali Kepada Ulama Kibar || http://bit.ly/238v3sV || 1.51.11

📁05 Sesi 4 || Asy-Syaikh Shalah Kantusy [Penerjemah Ustadz Qomar Suaidi] || Akibat Kejahilan Dan Meninggalkan Ilmu || http://bit.ly/1orZhHH || 1.41.57

📁06 Sesi 5 || Asy-Syaikh Shalah Kantusy [Penerjemah Ustadz Qomar Suaidi] || Akibat Kejahilan Dan Meninggalkan Ilmu || http://bit.ly/25Fd9jW || 26.29

📁07 Penutup || Ust Yusuf ||  http://bit.ly/1qhHWTK || 01.38

📁08 Tambahan_Ucapan Syukur_Syaikh Shalah Kantusy || http://bit.ly/239kE0j || 01.50

📁09 Sholat Maghrib || Asy-Syaikh Shalah Kantusy || http://bit.ly/1Xa4NuJ || 09.22

📁10 Sholat 'Isya || Asy-Syaikh Shalah Kantusy || http://bit.ly/1M90yPA || 03.57

🚋 Dipublish Resmi oleh

🌅📚 Channel Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah

> https://tlgrm.me/daurahnasional

join to «●»
https://bit.ly/forumsalafiyyin

•••••••••••••••••••••••••••••

Dauroh Syariah 12

🚀🛳 KENAPA KITA BERBICARA MASALAH TERORISME dan RADIKALISME?

1⃣ Banyak pemuda terperangkap dalam pemikiran tersebut dan terjatuh padanya. Banyak dari mereka menyimpang dari jalan yang benar.
2⃣ Terorisme dan radikalisme telah mencemarkan agama Islam, menjelekkan keindahan Islam, dan mengotori kejernihan Islam. Sehingga menyebabkan banyak manusia lari dari Islam. Mereka menuduh Islam sebagai agama teror, padahal Islam berlepas diri dari berbagai hal tersebut.
3⃣ Sebagian pemuda mengira orang-orang yang menyeru/mengajak kepada terorisme dan radikalisme tersebut sebagai pemberani, dai sejati. Barangsiapa yang tidak menempuh cara tersebut dianggap sebagai kaki tangan pemerintah.
Maka para ulama harus meluruskan paham yang salah ini. Harus dijelaskan bahwa para penyeru terorisme dan radikalisme adalah para perusak, bukan para pejuang.

📝 Catatan Faidah dari Kajian : "Tuntunan Islam dalam Menangkal Radikalisme untuk Menjaga Keutuhan Agama dan Negara."

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com
🌅📚 Channel Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
▶️ https://tlgrm.me/daurahnasional

•••••••••••••••••••••••••••••

Rezeki Tidak Sama, Apa Hikmahnya?

🔸Rezeki Tidak Sama, Apa Hikmahnya?🔸

📖💬☀ Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam sebuah khutbah beliau yang tersimpan dalam kitab adh- Dhiya’u al-Lami’ min al-Khuthab al-Jawami’ (1/169—171) tentang hikmah pembagian rezeki yang berbeda-beda.

🍂 Allah ‘azza wa jalla membagi rezeki tidak sama di antara para hamba-Nya, agar mereka mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla lah yang mengatur seluruh urusan. Di tangan-Nya lah penguasaan dan pengaturan langit serta bumi. Dia melapangkan rezeki sebagian hamba-Nya dan menyempitkan sebagian yang lain. Tidak ada yang bisa menolak takdir dan ketetapan-Nya.

لَهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١٢

“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. Dia melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (asy-Syura: 12)

💫 Allah ‘azza wa jalla membedakan pembagian rezeki-Nya agar manusia mengambil pelajaran dengan adanya perbedaan di dunia ini tentang adanya perbedaan derajat di akhirat kelak.

🌏🔄 Di dunia ini manusia berbeda-beda penghidupannya. Di antara mereka ada yang tinggal di istana megah nan menjulang, menaiki kendaraan yang mewah dan mahal, berbolak-balik dalam kebahagiaan dan kesenangan di tengah-tengah harta, keluarga, dan anak-anaknya. Di antara mereka ada yang tidak memiliki tempat bernaung, tidak ada keluarga, tidak ada harta, tidak ada anak, hidup sebatang kara. Di antara mereka ada yang pertengahan, di antara itu dan ini, dengan derajat yang berbeda.

Demikian pula derajat di akhirat kelak, lebih besar, lebih nyata, dan lebih kekal.

ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ٢١

“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka di atas sebagian yang lain. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” (al-Isra: 21)

⛰ Apabila sepeti itu keadaan akhirat dibandingkan dengan dunia, sepantasnya manusia berlomba-lomba untuk meraih derajat yang tinggi di kehidupan yang lebih kekal abadi, yaitu negeri akhirat. Orang yang cerdas tentu mendambakan yang lebih kekal. Untuk perlombaan inilah orang-orang yang cerdas rela berlomba, tidak untuk dunia!

🍎🍋 Allah ‘azza wa jalla membagi rezeki dengan berbeda-beda, agar orang yang kaya dapat menghargai kadar nikmat yang dimudahkan kepadanya. Dia pun bersyukur kepada Dzat Yang Memberikan nikmat sehingga tergolong hamba-hamba yang bersyukur.

🏠 Sebaliknya, orang yang fakir mengetahui ujian yang diterimanya berupa kefakiran, lalu bersabar sehingga mencapai derajat hamba-hamba yang bersabar. Telah diberitakan bahwa orang yang bersabar akan beroleh pahala tanpa batas.

🌈 Bersamaan dengan kesabarannya, si fakir harus terus memohon kemudahan kepada Rabbnya dan menanti kelapangan dari-Nya tanpa pernah berputus asa dari rahmat-Nya.

🌠🔹Allah ‘azza wa jalla membagi-bagi rezeki-Nya agar tercapai maslahat agama dan dunia para hamba-Nya. Andai semuanya beroleh kelapangan rezeki dan menjadi orang kaya, niscaya manusia akan melampaui batas di muka bumi dengan berbuat kekafiran, kezaliman, dan kerusakan. Kelapangan dan kemudahan hidup membuat mereka lupa diri.

🔃Sebaliknya, apabila semua mereka disempitkan rezekinya dan semua menjadi orang miskin, niscaya akan timbul ketimpangan dalam tatanan hidup mereka.

↔ Apabila semua manusia rezekinya sama, niscaya sebagiannya tidak bisa menjadikan sebagian yang lain sebagai ejekan, sehingga tidak ada ujian sebagai tempaan keimanan. Sebagiannya tidak bisa menjadikan yang lain sebagai pekerja. Sebagiannya tidak menjadi pelayan bagi yang lain. Yang satu tidak membuat sesuatu untuk yang lain, karena semuanya berderajat sama.

❓Apabila seperti itu keadaannya, di mana rasa kasih sayang si kaya terhadap si miskin? Andai semua berderajat sama, bagaimana penerapan menyambung silaturahmi dengan menginfakkan harta kepada karib kerabat?

✅❗Jelas sekali, banyak kemaslahatan akan hilang seandainya manusia sama rezekinya. Karena itulah, wajib bagi kita kaum muslimin untuk ridha Allah ‘azza wa jalla sebagai Rabb kita, ridha dengan pembagian rezeki-Nya, ridha dengan hukum-Nya, serta beriman dengan hikmah dan rahasia-Nya.

ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ٦٢

“Allah-lah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia pula yang menyempitkannya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (al-Ankabut: 62)

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab
Selengkapnya ⬇👇
🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📝 Majalah Asy Syariah Online - http://asysyariah.com/rezeki-tidak-sama-apa-hikmahnya/
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖

Hati-Hati Dari Sanjungan

📛 Hati-Hati Dari Sanjungan 📛

🍧Dalam bergaul dengan sesama memang tidak bisa lepas dari bumbu-bumbu penyedap.

🍦Diantara penyedab dalam pergaulan adalah pujian dan sanjungan.

☀️Bagaimana bimbingan Rosulullah Sholallahu alaihi wasallam dalam hal ini:

🔵Dari Abu Bakrah radhiyallāhu ‘anhu:

👉Bahwasanya seseorang pernah disebut di depan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu seseorang memuji kebaikannya...

⭕️Maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

وَيَحْكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ

✂️“Celaka kamu! Kamu telah memotong leher temanmu.”

🌀Beliau mengucapkannya berulang-ulang kali,

إِنْ كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا لَا مُحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ كَذَا وَ كَذَا إِنْ كَانَ يَرَى أَنَّهُ كَذلِكَ وَ اللهُ حَسِيْبُهُ وَلَا يُزَكِّيْ عَلَى اللهِ أَحَدًا

“Jika seorang dari kalian mau tidak mau harus memuji, maka sebaiknya dia berkata, ‘Saya mengira dia begini dan begini.’ Jika terlihat bahwasanya dia demikian, cukuplah Allah yang menghisabnya, dan janganlah dia merekomendasi seseorang atas nama Allah"
HR. Al-Bukhari (8/22), dan Muslim (3001)

▪️Ibnu Baththal menyebutkan:

🍒Bahwa larangan itu diperuntukkan bagi orang yang memuji orang lain secara berlebihan dengan pujian yang tidak layak dia terima. Dengan pujian ini orang yang dipuji tersebut, dikhawatirkan akan merasa bangga diri, karena orang yang dipuji mengira bahwa dia memang memiliki sifat atau kelebihan tersebut. Sehingga terkadang dia menyepelekan atau tidak bersemangat untuk menambah amal kebaikan karena dia sudah merasa yakin dengan pujian tersebut.

💨Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa makna hadits: ‘Taburkanlah debu ke muka orang yang memuji orang lain! adalah berlaku untuk orang yang memuji orang lain namun dengan cara yang berlebihan.

📚Fathul Baari (10/477).

✍ Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah
___________________________
        25 Jumadil Akhir 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
               Sidayu Gresik
              Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

   🔵Channel Telegram UI🔵
         http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
            [Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com

🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺

HUKUM JUAL BELI DROPSHIP


------------
HUKUM JUAL BELI DROPSHIP
Dijawab Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafidzahullah-
                                           ✹✹✹
 Apa hukumnya jual beli dengan skema dropship?
J a w a b a n:
✅ Dalam soal di atas, ada dua masalah:
 PERTAMA, jual-beli sistem sampling barang.
Pendapat yang rajih adalah BOLEH dengan syarat sampling harus SESUAI dengan keadaan riil barang, sesuai dengan yang diminta pembeli.
Jika ada yang berbeda, pembeli mempunyai hak khiyar, yaitu melanjutkan atau membatalkan akad. Jika barang tersebut termasuk ashnaf ribawiyah seperti emas dan perak, harus ada taqabudh. Jika tidak, termasuk riba nasiah. Akad yang mudah dan syar’i dalam hal ini ada dua cara:
◾Sistem salam, yaitu menyerahkan uang sesuai dengan harga yang disepakati di muka. Akad untuk barang yang disepakati sesuai dengan sifat, jumlah/takaran, dan waktu pengiriman terima yang disepakati. Jika ketentuan di atas tidak terpenuhi, pembeli punya hak khiyar.
Untuk itu kedua pihak harus saling percaya, karena rawan manipulasi.
◾Sistem ‘urbun, yaitu pembeli menyerahkan DP untuk barang dengan sifat yang disepakati. Jika barang sudah ada, baru dilunasi pembayarannya.
Jika pembeli menggagalkan akad, DP menjadi hak penjual. Jika penjual tidak bisa mendatangkan barang, DP harus kembali.
 
 KEDUA, pengiriman barang.
Yang syar’i, penjual harus menerima terlebih dahulu barang yang dia pesan dari suplier kemudian dia kirim ke pembelinya.
 Jika dikirim langsung dari suplier ke pembeli, hukumnya haram berdasarkan hadits,
نَهَى رَسُولُ اللهِ عَنْ بَيْعِ مَا لَمْ يُقْبَضْ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli sesuatu yang belum dimiliki.”
Dalam soal di atas, transaksi tersebut termasuk dalam larangan hadits diatas kecuali kalau penjual posisinya hanya sebagai MAKELAR bagi supplier, maka tidak ada masalah.
❗ Solusi untuk kasus di atas adalah penjual menunjuk seorang untuk menerima barang dari supplier lalu dia serahkan kepada sang pembeli.
                                           ✺✺✺
http://bit.ly/1iG8biM
____________________
 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
✆ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net