Radio Streaming

Majelis Ta'lim Ibnu Abbas Sampit

On AIR

SHOLAT IEDUL FITRI 1440 H

SHOLAT IEDUL FITRI 1440 H


Sholat IED 1440 H - Sampit
*بسم الله الرحمن الرحيم*

_*Dengan mengharap ridho ALLAH subhanahu wa ta'ala.*_

_*HADIRILAH,..*_

*SHOLAT IEDUL FITRI 1440 H*

InsyaAllah
_*🎙IMAM & KHOTIB : AL USTADZ ABU YAHYA MUHAMMAD HAFIZHAHULLAH*_

Waktu & Tanggal
🗓 _*1 Syawal 1440, Pukul 06.30 WIB - selesai, (mengikuti pengumuman resmi pemerintah)*

*TEMA : KEINDAHAN ISLAM*

🕌Tempat ; *Tanah Lapang Masjid An-Najiyah Jln.Bumi Raya. Gg,Bumi palapa Sampit.*

*Terbuka Untuk Umum Muslim & Muslimah.

📻_*Live streaming : Radio ibnu 'Abbas*_
💻*www.forumsalafiyyinsampit.com*

*PENYELENGGARA :*
MAJELIS TA'LIM IBNU 'ABBAS SAMPIT

Baca selengkapnya »


BERAPA JARAK ANTARA DUA KAKI SEORANG YANG SHALAT (KETIKA BERDIRI)?


Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjawab:

Tidak ada (dalil dari) sunnah untuk (jawaban) pertanyaan ini. Seorang muslim jika shalat sendirian, atau menjadi imam, ia boleh berdiri dengan yang nyaman/ mudah baginya, sama saja apakah membentangkan kedua kakinya sejarak lima jari, seperti yg dikatakan oleh sebagian madzhab dengan tanpa hujjah atau lebih dari itu atau kurang dari itu.

Adapun jika ia shalat di dalam shaf, maka di sana ada berdiri yang ditetapkan yang harus. Harus merenggangkan kedua kakinya sehingga kaki yang kanan menempel dengan kaki kiri temannya, menjadi barisan yang seperti Allah Ta’ala katakan: “Seperti bangunan yang kokoh.”

Lurusnya shaf itu bersamaan dengan lurusnya kaki dan bahu … ini termasuk kewajiban dalam shalat.

Sebagaimana sabda Nabi [ﷺ]: “Luruskan shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk menegakkan shalat.” ... Dalam riwayat lain: “Termasuk kesempurnaan shalat.”

Maka shalat yang shafnya tidak lurus itu akan berkurang nilainya berdasarkan hadits ini. Maka harus merapat, dan merapatnya ini menuntut adanya jarak antara dua kaki yang berbeda-beda antara seorang dengan lainnya.

Dan hendaknya seorang laki-laki itu memperhatikan lebih-lebih wanita, bahwasanya merenggangkan kedua kaki itu tidak sepantasnya berlebih-lebihan sampai terjadi jarak/ celah diantara dua bahu.

Sebagian ikhwan salafiyin memindahkan kedua kakinya ke kaki teman sebelahnya. Ketika temannya merasakan kaki temannya menyentuh kakinya dia spontan bergeser. Lalu ikhwan ini menggeser kakinya kali yang kedua.!!! “Apakah engkau memaksa manusia sampai mereka beriman semuanya dengan semata-mata engkau memindahkan kakimu?”

Dan engkau telah paham, kalau ini tidak termasuk sunnah, maka tinggalkanlah! Dan secara akal, menempelkan bahu dengan bahu itu lebih baik daripada menempelkan kaki dengan kaki lalu terjadi celah diantara dua bahu.

[Selesai perkataan Asy-Syaikh al-Allaamah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dari kitab Syarh al-Adabil Mufrad]

Url: http://bit.ly/Fw400902
••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: ForumSalafy.Net - Alih bahasa: Ustadz Abu Hafs Umar hafizhahullah / Dari: Ajurry•Com { http://bit.ly/30fqamW }

Baca selengkapnya »


Keistimewaan Bulan Ramadhan


EDISI SPESIAL RAMADHAN


KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

Dan termasuk dari keistimewaan-keistimewaan bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

1⃣  Pada bulan tersebut diwajibkannya puasa Ramadhan.
Allah berfirman:
“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendak-lah ia berpuasa pada bulan itu.”
(QS.Al-Baqarah: 185)

2⃣   Kewajiban melaksanakan ibadah puasa Ramadhan atas umat ini bersifat fardhu ain.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”__
(QS.Al-Baqarah: 183)**

3⃣  Pada bulan tersebut diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Sebagaimana firman Allah Taala:
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”
(QS.Al-Baqarah: 185)

4⃣   Pada bulan tersebut dibuka pintu-pintu Al Jannah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila Ramadhan datang maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.”
(Shahih Al-Bukhari (II/227) Kitaabush Shaum bab Hal Yuqaalu Ramadhaanu aw Syahru Ramadhaan.)

5⃣  Pada bulan tersebut para setan dibelenggu dan diikat sehingga kekuatannya menjadi lemah untuk bisa menyesatkan orang-orang yang taat dan memalingkan mereka dari amalan yang shalih.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila Ramadhan datang maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.”
(Shahih Al-Bukhari (II/227) Kitaabush Shaum bab:Hal Yuqaalu Ramadhaanu aw Syahru Ramadhaan.)

6⃣  Pada bulan tersebut Allah taala memiliki hamba-hamba yang akan dibebaskan dari An-Naar.
berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam;
"Sesungguhnya Allah tabaraka wata’ala setiap kali saat berbuka memiliki hamba-hamba yang berhak untuk dibebaskan dari An-Naar, yang demikian itu terjadi pada setiap malam."
(HR. Ibnu Majah, Ahmad, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

7⃣  Pada bulan tersebut Allah Ta’ala melimpahkan ampunan kepada orang-orang yang melaksanakan puasa Ramadhan atas dasar keimanan yang jujur dan mengharapkan pahala di sisi Allah ta’ala,
berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala maka dia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu."
(Muttafaqun Alaihi).

8⃣  Pada bulan tersebut disunnahkan untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih.
beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
‘Barangsiapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’
(HR.Al-Bukhari)

9⃣  Pada bulan tersebut terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan dan barangsiapa yang dia menghidupkan malam tersebut.
sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam;
"Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala maka dia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu."
(Muttafaqun Alaihi)

🔟  Bahwasanya ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan pada tahun ini dan tahun sebelumnya akan menghapuskan dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara keduanya dengan syarat dia harus menjauhi dosa-dosa besar.
berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam;
"Shalat-shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu ke Jum’at yang berikutnya, dan puasa Ramadhan yang satu ke Ramadhan berikutnya akan menghapuskan dosa-dosa kecil di antara keduanya jika ia meninggalkan dosa-dosa besar."
(HR. Muslim, Ahmad).
______________________
📡 Channel Telegram :
SYIAR☆SALAFIYAH
https://t.me/syiarsalafiyah
______________________
🗓https://t.me/syiarsalafyindonesia

Baca selengkapnya »


Doa Sebelum Masuk Ramadhan


[Pertanyaan]:

Adakah doa khusus sebelum memasuki ramadhan?


[Jawaban]:

Tidak diketahui ada doa khusus yang dibaca saat masuk bulan ramadhan. Yang ada hanyalah doa umum ketika melihat hilal (masuknya bulan hijriyah).

Dan doa itu dibaca saat melihat hilal Ramadhan maupun bulan lainnya. Lafazh doanya ialah sebagai berikut :

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

"Allaahu akbar, Allahumma ahillahu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah." [••]

"Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR. Ahmad III/17, at-Tirmidzi 3451, dan yang lainnya)

Jika dia ingin berdoa agar bisa menjalankan puasa secara sempurna dan agar pahala dari ibadah yang dikerjakannya diterima oleh Allah; maka ini juga tidak masalah.

Demikian kesimpulan dari keterangan asy-Syaikh Shaalih al-Fauzaan hafizhahullah dalam : http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/7445 | @nasehatetam

::
🚇 DO'A PARA SALAF MENJELANG RAMADHAN

Al-Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:

Termasuk dari doa para ulama salaf:

{ اَللّٰهـُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضـَانَ وَسَلِّـمْ لِي رَمَضـَانَ وَتَسَلَّمْـهُ مِنِّي مُتَقَبـَّلاً }

“Ya Allah sampaikan aku ke Ramadhan. Dan sampaikan padaku Ramadhan. Dan terimalah dariku amal ibadahku.”

📚[Lathoif Maarif 148]

Faidah ilmiyyah dari Al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف | @thoriqussalaf

::
🚇 DERAJAT HADITS TENTANG DOA DI BULAN RAJAB, SYABAN DAN RAMADHAN

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

[Pertanyaan]:
"Wahai Syaikh, Rasululloh ﷺ berdoa :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" (*)

Bagaimana tingkat keshahihan hadits ini ?"


[Jawaban]:

"Hadits ini dha'if (lemah) dan tidak shohih dari Nabi ﷺ.

Sesungguhnya Nabi ﷺ tentunya adalah manusia yang paling antusias menginginkan supaya Allah memberkahi beliau di bulan Ramadhan, bagaimana mungkin beliau hanya mengatakan: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" ? (...suara tidak jelas...)

Yang jelas bahwa hadits ini dha'if, tidak shahih dari Nabi ﷺ."


⏯ Link audio || https://goo.gl/fLlkiJ | @alistifadah



______
Catatan:

[••] Ada 2 teks do'a ketika melihat hilal:

عن طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إِذا رأى الهِلالَ قال:

«اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاليُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ» رواه الترمذي وحسنه (سنن الترمذي؛ برقم: [3526])،

وعند الدارمي بلفظ:

«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ» (سنن الدرامي؛ برقم: [1697]).

(*) Hadits ini juga didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395

FIQIH & FATWA SEPUTAR RAMADHAN
https://t.me/FiqihPuasaRamadhan

Baca selengkapnya »

FIQIH PUASA SESUAI TUNTUNAN NABI ﷺ

FIQIH PUASA SESUAI TUNTUNAN NABI ﷺ


Fiqih Puasa - Banyumas


💽🔊 Audio Rekaman 🔊💽
☑️ Muhadhoroh Ilmiah Kedungbanteng - Banyumas

📆 SENIN
    16 Sya'ban 1440 H
    22 April 2019 M

📚 Tema : FIQIH PUASA SESUAI TUNTUNAN NABI ﷺ

🎙» Pemateri : Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالـﮯ

🕌 Masjid Wijaya Kusuma Purwokerto
(Komplek Universitas Wijayakusuma, Karangsalam Kidul, Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas)
🏢 Penyelenggara : Ma’had Al Faruq As-Salafy Purwokerto

--------------------------
📂 Sesi 1 || http://bit.ly/2VjERpm || 33,04
📂 Sesi 2 || http://bit.ly/2vfmHGC|| 41.33
🌐 https://wp.me/p9O4Tp-1hw
--------------------------

© Tasjilat Al Faruq As-Salafy Purwokerto || 🌍 www.alfaruq.net || 💽  Join Telegram @Tasjilat_Al_Faruq

FIQIH & FATWA SEPUTAR RAMADHAN
https://t.me/FiqihPuasaRamadhan

Baca selengkapnya »