Radio Streaming

Majelis Ta'lim Ibnu Abbas Sampit

Loading ...

HUKUM MENGGUNAKAN PASTA GIGI, OBAT TETES TELINGA DAN OBAT TETES MATA BAGI ORANG YANG BERPUASA , , , ,


HUKUM MENGGUNAKAN PASTA GIGI, OBAT TETES TELINGA DAN OBAT TETES MATA BAGI ORANG YANG BERPUASA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:

ما حكم استعمال معجون الأسنان، وقطرة الأذن، وقطرة الأنف، وقطرة العين للصائم ؟ وإذا وجد الصائم طعمها في حلقه فماذا يصنع؟

Apa hukum menggunakan pasta gigi, tetes telinga, tetes hidung, dan tetes mata bagi orang yang berpuasa?
Dan bagaimana bila ia mendapati rasanya masuk di kerongkongannya, apa yang harus dilakukan?

Jawaban:

تنظيف الأسنان بالمعجون لا يفطر به الصائم كالسواك، وعليه التحرز من ذهاب شيء منه إلى جوفه، فإن غلبة شيء من ذلك بدون قصد فلا قضاء عليه.

Membersihkan gigi dengan pasta (odol) tidaklah membatalkan puasa sebagaimana dengan siwak. Namun wajib menjaga diri agar tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam kerongkongannya. Apabila ada sesuatu yang tertelan tanpa disengaja, maka tidak ada kewajiban qadha atasnya.

وهكذا قطرة العين والأذن لا يفطر بهما الصائم في أصح قولي العلماء. فإن وجد طعم القطور في حلقه، فالقضاء أحوط ولا يجب؛ لأنهما ليسا منفذين للطعام والشراب

Demikian juga dengan tetes mata dan telinga. Keduanya tidaklah membatalkan puasa menurut pendapat yang paling benar diantara dua pendapat para ‘ulama. Namun bila ia mendapati rasa tetesan-tetesan tersebut ada di kerongkongannya, maka mengqadha itu lebih hati-hati tetapi tidak wajib. Karena telinga dan mata bukanlah saluran untuk makanan dan minuman.

أما القطرة في الأنف فلا تجوز لأن الأنف منفذ

Adapun tetesan ke dalam hidung maka tidak boleh, karena hidung merupakan saluran (menuju kerongkongan). 

Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وبالغ في الإستنشاق إلا أن تكون صائما

Berdalam-dalamlah ketika beristinsyak kecuali bila engkau sedang berpuasa.”(1)

وعلى من فعل ذلك القضاء لهذا الحديث، وما جاء في معناه إن وجد طعمها في حلقه

Sehingga wajib qadha bagi siapa saja yang melakukan hal tersebut dan apa yang semakna dengannya berdasarkan hadits ini, bila ia mendapati rasanya telah masuk di dalam kerongkongannya.



WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

Baca selengkapnya »


INILAH SUMBER KEBAIKAN DAN KEBURUKAN


INILAH SUMBER KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta'ala berkata,

"Setiap kebaikan di dunia, maka sebabnya ialah mentauhidkan Allah dan beribadah hanya kepada-Nya, serta menta'ati Rasul-Nya ﷺ.

Dan setiap kejelekan di alam semesta ini, munculnya fitnah, musibah, kemarau panjang, dan dikuasainya musuh dan berbagai mala petaka yang lainnya, maka  penyebabnya adalah penyelisihan terhadap Rasul ﷺ, dan menyeru kepada selain Allah (kesyirikan)."

Sumber:
Jaami'ur Rasaail (15/25)

قَال شيْخ الٳِسْلام ابن تيمية رَحِمَه الله تَعالَى:

"كُلّ صَلاح فِي الأرْض فَسَببُه تَوحيد الله و عِبادتِه ، و طَاعة رَسوله ﷺ.

 وَكلّ شرّ في العَالمِ و فِتنةٍ و بلاءٍ و قحط و تسلٍيط عدوٍ و غير ذلك ؛ فَسببُه مُخالفة الرّسول ﷺ ، و الدّعوة إلَى غَير اللِه."

جامع الرسائل (15/25)

kunjungi website kami :



WhatsApp
Ⓚ①ⓉⒶⓈⒶⓉⓊ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera  bergabung
Join Channel Ⓚ①Ⓣ

Dengarkan [ VERSI BARU! ]  Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia

Baca selengkapnya »


DI MASA WABAH CORONA: LEBIH AFDHOL TARAWIH DI AKHIR MALAM ATAU LANGSUNG BA'DA SHOLAT ISYA? , , ,


DI MASA WABAH CORONA: LEBIH AFDHOL TARAWIH DI AKHIR MALAM ATAU LANGSUNG BA'DA SHOLAT ISYA?

Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc hafizhahullah

Pertanyaan:

Bismillah tanya ustadz, dalam kondisi wabah Corona saat ini, kita sholat tarawih di mana ? Di rumah atau masjid ? Kalau di rumah mana yang lebih afdhol bagi kami, shalat tarawih di akhir malam atau langsung ba’da shalat Isya’ ?

Jawaban:

الحمد لله والصلاۃ و السلام علی رسول ﷲ

Terkait dengan shalat tarawih di masa wabah Corona, shalatlah tarawih di rumah masing-masing, baik sendiri atau berjamaah bersama keluarga.

Taati perintah pemerintah, Waliyyul Amr, ikutilah himbauan pemerintah untuk shalat di rumah di masa wabah corona, dan ini termasuk udzur untuk tidak shalat berjamaah lima waktu di masjid, apalagi tarawih.

Terkait shalat tarawih di rumah, anda bisa melakukan dengan berjamaah atau sendiri, bisa di awal waktu setelah anda berjamaah shalat isya, atau di pertengahan malam atau di akhir malam. Semua pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ.

Tentu ini salah satu kemudahan dalam shalat malam, baik dari sisi waktunya; bisa awal, tengah atau akhir, dan dari sisi berjamaah atau sendiri.


Adapun mana yang paling afdhol di awal malam atau di akhir malam?

Jika anda mampu untuk bangun di akhir malam dan melakukannya di sepertiga malam terakhir, maka inilah yang afdhol bagi anda dan keluarga anda. Setelah shalat isya berjamaah hendaknya anda tidur di awal waktu, untuk bangun di akhir malam.

Namun apabila anda khawatir tidak bisa shalat di akhir malam, maka shalatlah setelah isya, sebelum anda tidur bersama keluarga dan anak-anak anda.

Rasulullah ﷺ pernah berwasiat kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur. Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:

أوصاني خليلي ﷺ بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام” متفق عليه.

"Kekasihku (yakni Nabi) ﷺ mewasiatkan tiga perkara kepadaku; berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha dan agar aku shalat witir sebelum aku tidur".(Muttafaqun ‘Alaihi).

Sebagian para ulama diantaranya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mencoba menyebutkan alasan dibalik wasiat Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur, disebutkan karena Abu Hurairah telah menghabiskan awal waktunya dengan ilmu, mengulang-ulang hadits yang beliau hafalkan dari Nabi shollallohu’alaihi, oleh karenanya Rasulullah ﷺ berwasiat kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur.

- Walhasil, shalat malam di awal waktu adalah bagi yang khawatir kesulitan bangun di akhir malam. 

- Adapun bagi yang punya harapan untuk bangun di akhir malam, yang afdhol baginya adalah shalat di akhir malam sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,

فعن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله ﷺ: (من خاف أن لا يقوم آخر الليل فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل) رواه مسلم.

"Dari shahabat Jabir Radhiyallahu’anhu: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa khawatir tidak bangun di akhir malam maka shalat witirlah di awal malam, dan siapa yang berharap bangun di akhir malam maka shalat witirlah di akhirnya, karena shalat di akhir malam dipersaksikan, dan itu lebih afdhol (utama)." (HR. Muslim)

Semoga Alloh Ta’ala memudahkan kita semua untuk mengisi bulan Ramadhan dengan amalan sholih. Perbanyaklah doa agar Alloh selamatkan kaum muslimin dari segala kejelekan, di dunia dan di akhirat.

Sumber: problematikaumat.com/tarawih-akhir-malam-di-masa-wabah-corona/

••••

Baca selengkapnya »


SHALAT SUNNAH RAWATIB KETIKA SAFAR , ,


SHALAT SUNNAH RAWATIB KETIKA SAFAR

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, 

وكان من هديه في سفره الاقتصار على الفرض ولم يحفظ عنه أنه صلى سنة الصلاة قبلها ولا بعدها إلا ما كان من الوتر وسنة الفجر فإنه لم يكن ليدعهما حضرا ولا سفرا

"Termasuk petunjuk Nabi Muhammad ﷺ ketika safar adalah hanya mengerjakan shalat wajib. Tidak ditemui riwayat bahwa beliau mengerjakan shalat qabliyah atau ba'diyah selain shalat witir dan qabliyah subuh. Sebab Nabi sama sekali tidak pernah meninggalkan witir dan qabliyah subuh saat safar maupun ketika mukim." (Zaadul Ma'ad, I/473)

Ditambah lagi, ada alasan yang cukup logis yang disampaikan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah tentang hal ini. Beliau menuturkan, 

إن الله سبحانه وتعالى خفف عن المسافر في الرباعية شطرها فلو شرع له الركعتان قبلها أو بعدها لكان الإتمام أولى به

"Sesungguhnya Allah sudah memberikan keringanan shalat yang empat raka'at jadi dua raka'at untuk musafir. Kalau seandainya disyari'atkan dua raka'at sunnah qabliyah atau ba'diyah maka tentunya menyempurnakan shalat wajib jadi empat raka'at lebih utama dilakukan." (Zaadul Ma'ad, I/316)

Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah berkata

الأولى تركها في السفر إلا سنة الفجر تأسيا بالنبي صلى الله عليه وسلم، فيصلي سنة الفجر معها، أما سنة الظهر والمغرب والعشاء والعصر أفضل تركها

"Yang utamanya tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib kecuali qabliyah subuh dalam rangka meneladani Nabi Muhammad ﷺ dengan ia mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh. Adapun sunnah rawatib zhuhr, maghrib, 'isya, dan ashar yang lebih afdalnya tidak dikerjakan." (Fatawa Nuur 'alad Darb, X/381) 

Semoga manfaat.

-- Ma'had Darus Salaf @ Bontang [ Kutai Timur ]
-- Hari Ahadi, (05:09) 14 Sya'ban 1440 / 21 April 2019
_______

Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
_______

https://t.me/nasehatetam
www.nasehatetam.net

Baca selengkapnya »


TUJUH PEMBAHASAN RINGAN SEPUTAR SHALAT QABLIYAH SUBUH , , ,


TUJUH PEMBAHASAN RINGAN SEPUTAR SHALAT QABLIYAH SUBUH 

Karena berulangnya setiap hari ibadah ini, maka untuk pengingat bagi kami pribadi maupun yang lainnya, disusunlah tulisan ini. Semoga bisa diambil sedikit manfaatnya.

MOTIVASI UNTUK SELALU MELAKSANAKAN DUA RAKA'AT SEBELUM SUBUH

Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan, 

ركعتَا الفجرِ خيرٌ من الدُّنيا وما فيها

"Dua raka'at sunnah sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya." HR. Muslim (725)

Menerangkan hadits ini, Al-Allamah Muhammad Al-Utsaimin mengatakan, 

الدُّنيا منذ خُلقت إلى قيام الساعة بما فيها مِن كُلِّ الزَّخارف مِن ذَهَبٍ وفضَّةٍ ومَتَاعٍ وقُصور ومراكب وغير ذلك، هاتان الرَّكعتان خيرٌ مِن الدُّنيا وما فيها؛ لأنَّ هاتين الرَّكعتين باقيتان والدُّنيا زائلة.

"Dunia semenjak dia diciptakan hingga hari kiamat dengan segala macam perhiasan yang ada padanya seperti emas, perak, istana-istana, beragam macam kendaraan, dan lain sebagainya maka dua raka'at sebelum shalat subuh ini jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. Karena (pahala) dua raka'at ini akan kekal sedangkan dunia akan hancur." (Asy-Syarh Al-Mumti', IV/70)

Karena keutamaannya yang sangat besar, Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah sekalipun meninggalkan shalat ini. 

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau mengisahkan tentang Nabi Muhammad ﷺ,

لم يكُنِ النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم على شيءٍ مِن النوافلِ أَشدَّ تعاهُدًا منْه على رَكعتَي الفجرِ

"Tidaklah ada shalat sunnah yang lebih dijaga oleh Nabi Muhammad ﷺ yang melebihi dua raka'at sebelum subuh." HR. Al-Bukhari (1169) dan Muslim (724)

Pada riwayat lain dengan lafazh, 

ولم يكُن يَدَعُهما أبدًا

"Nabi tidak pernah meninggalkan dua raka'at itu sekalipun." HR. Al-Bukhari (1159)

KAPAN MULAI BOLEH MENGERJAKAN SHALAT INI

Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, 

ركعتا الفجر مثل صلاة الفجر فلا تصلى سنة الفجر إلا بعد طلوع الفجر.

"Dua raka'at sebelum subuh sebagaimana halnya shalat subuh. Tidak boleh mengerjakan qabliyah subuh kecuali saat fajar telah terbit." (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, XIV/276)

Waktu fajar terbit artinya saat waktu subuh masuk. Karena masuknya waktu subuh ialah ketika fajar terbit. Jadi saat sudah dipastikan masuk waktu subuh saat itulah seseorang boleh mengerjakan shalat qabliyah subuh.

YANG SUNNAH UNTUK DIBACA SETELAH MEMBACA AL-FATIHAH 

Ada dua sunnah di sini; 

Raka'at pertama Al-Kafirun raka'at kedua Al-Ikhlas (HR. Muslim, 726 dari Abu Hurairah)

ATAU

Raka'at pertama Al-Baqarah ayat 136,

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

"Katakanlah (hai orang-orang mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya'."

dan raka'at kedua Ali Imran ayat 52,

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, 'Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.'

Didasari dengan (HR. Muslim, 727 dari Ibnu Abbas). 

Yang paling utama ialah berganti-gantian dalam menerapkan dua sunnah ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, 

وَمِنْ تَمَامِ السُّنَّةِ فِي مِثْلِ هَذَا: أَنْ يُفْعَلَ هَذَا تَارَةً وَهَذَا تَارَةً وَهَذَا

"Bentuk paling sempurna dalam sunnahnya [ ketika ada riwayat shahih yang berbeda-beda] ialah dengan menerapkan ini di satu waktu dan menerapkan satunya di waktu yang lain." (Majmu' Al Fatawa, XXII/67)

Jika misalnya, waktu cukup mepet dengan iqamah, tidak masalah bila mencukupkan dengan surah Al-Fatihah saja. 

Al-Allamah Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, 

لا حرج أن تقتصر على الفاتحة في ركعتي الفجر.

"Tidak masalah bila seseorang mencukupkan dengan Al-Fatihah saja pada dua raka'at qabliyah subuh." (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, XIII/155)

PADA SHALAT INI YANG UTAMANYA ADALAH TIDAK PANJANG 

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan, 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ ، حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ : هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ ؟! 

"Nabi Muhammad ﷺ biasa mengerjakan shalat sunnah dua raka'at sebelum subuh dengan cepat. Sampai-sampai aku mengatakan, 'Apakah beliau ada membaca Al-Fatihah?!'" HR. Al-Bukhari (1165) dan Muslim (724)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata, 

‏الإنسان الذي يصلي سنة الفجر بسرعة أفضل من الذي يصليها بطول قراءة وطول ركوع وسجود؛ لأن هذا هو السنة فهو أحسن، 

"Orang yang mengerjakan shalat qabliyah subuh dengan cepat lebih utama daripada yang mengerjakannya dengan bacaan yang panjang serta rukuk dan sujud yang lama. Karena demikianlah memang sunnahnya sehingga ia lebih baik." (Syarah Al-Kafiyah Asy-Syafiyah, I/369)

KAN LEBIH LAMA LEBIH BAIK? 

Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, 

لو أراد أحد أن يُطيل رَكعتي سُنَّة الفجر بالقراءة والرُّكوع والسُّجود، لكونه وقتاً فاضلاً  بين الأذان والإِقامة لا يُرَدُّ الدُّعاء فيه، قلنا: خالفتَ الصَّواب؛ لأن النَّبيَّ صلّى الله عليه وسلّم كان يُخفِّف

"Jika ada seseorang yang ingin memperpanjang bacaan, rukuk, dan sujud pada qabliyah subuh dengan alasan itu waktu yang punya keutamaan yang terletak antara adzan dan qamat sehingga doa tidak tertolak, kami katakan, 'Kamu menyelisihi yang benar. Sebab nabi ﷺ beliau mengerjakan shalat ini dengan cepat'." (Asy-Syarh Al-Mumti', I/407)

JIKA KESIANGAN DAN TIDAK SEMPAT MELAKSANAKANNYA 

Karena bangun sedikit terlambat, saat datang ke masjid orang-orang sedang mengerjakan shalat subuh dan ia pun langsung bergabung bersama jamaah. Lantas kapan mengerjakan qabliyah-nya? 

Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menerangkan, 

يخير بين أدائها بعد الصلاة أو تأجيلها إلى ما بعد ارتفاع الشمس؛ لأن السنة قد ثبتت عن النبي - صلى الله عليه وسلم - بالأمرين جميعا. لكن تأجيلها أفضل إلى ما بعد ارتفاع الشمس

"Dia bisa memilih antara; 
- mengerjakannya langsung sehabis melaksanakan shalat subuh¹ atau
- dia tunda hingga matahari mulai naik.² 
Karena shahih dari sunnah nabi ﷺ kedua hal ini sekaligus. Tapi menundanya hingga matahari naik lebih utama." (Majmu' Fatawa wa Maqalat, XI/373)

Yang beliau maksudkan dengan saat matahari mulai naik ialah awal waktu dhuha, yaitu ± 15 menit setelah waktu syuruq. 

¹ SHAHIH (Shahih Sunan At-Tirmidzi, I/133) HR. At-Tirmidzi (422)
² SHAHIH (Shahih Sunan At-Tirmidzi, I/133) HR. At-Tirmidzi (424)

BILA KESIANGAN DAN WAKTU SHALAT SUBUH SUDAH HABIS

Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz mengatakan, 

يبدأ بسنة الفجر ثم يصلي الفريضة كما فعل النبي صلى الله عليه وسلم لما نام هو وأصحابه في بعض الأسفار عن صلاة الفجر.

"Dia shalat qabliyah lebih dulu kemudian baru mengerjakan shalat subuhnya. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat beliau saat tertidur dari mengerjakan shalat subuh." (Majmu' Fatawa wa Maqalat, XI/377)

Ini yang bisa dihimpun. Wallahu waliyyut taufiiq.

Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
Hari Ahadi, (23:17) 23 Dzulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019


Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.


https://t.me/nasehatetam
www.nasehatetam.net

Baca selengkapnya »