• Taushiyyah (Penjelasan hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhuma – Man yuridillahu bihi khayran yufaqqihhu fiddiin…) di Masjid asy-Syifa RSUD Ulin Banjarmasin, silakan download DI SINI
  • Sesi I Kajian Intensif “Sikap Kaum Muslimin Terhadap Penentang Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” dari kutaib al-Mauqifush Shahih min Ahlil Bida’ karya asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhaliy hafizhahullah, silakan download DI SINI
  • Sesi II Kajian Intensif “Sikap Kaum Muslimin Terhadap Penentang Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” dari kutaib al-Mauqifush Shahih min Ahlil Bida’ karya asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhaliy hafizhahullah, silakan download   DI SINI
  • Sesi III Kajian Intensif “Sikap Kaum Muslimin Terhadap Penentang Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” dari kutaib al-Mauqifush Shahih min Ahlil Bida’ karya asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhaliy hafizhahullah, silakan download DI SINI
  • Kajian Ummahat – Diantara wasiat Luqman al-Hakim kepada putranya – , silakan download DI SINI
  • Sesi IV Kajian Intensif “Sikap Kaum Muslimin Terhadap Penentang Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” dari kutaib al-Mauqifush Shahih min Ahlil Bida’ karya asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhaliy hafizhahullah, silakan download DI SINI
  • Taushiyyah penutupan – Nasehat penting untuk salafiyyin, silakan download DI SINI
Alhamdulillah rangkaian dauroh sudah berakhir, jazakumullahu khayran

BEBERAPA KRITIKAN UNTUKMU WAHAI TV DAN RADIO RODJA

http://tukpencarialhaq.com/2013/06/25/aade-nor-ada-apa-dengar-nonton-rodja/

Atau disini

http://www.ilmusyari.com/2014/05/ustadz-luqman-baabduh-kesesatan-ali.html


Versi audio lengkap tanpa dipotong-potong...

PERINGATAN MAULID NABI DALAM TIMBANGAN SLAM



PERINGATAN MAULID NABI DALAM TIMBANGAN ISLAM
_____________________________________

Bagian 3⃣

⌛Bagaimanakah, bila pada sebagian acara yang tidak ada syariatnya tersebut justru diramaikan oleh senandung syirik ala Bushiri yang ia goreskan dalam kitab Burdahnya :
“Duhai dzat yang paling mulia (Nabi Muhammad), tiada tempat berlindung bagiku dari hempasan musibah nan menggurita selain engkau.
Bila hari kiamat engkau tak berkenan mengambil tanganku sebagai bentuk kemuliaan, maka katakanlah duhai orang yang binasa.
Karena sungguh diantara bukti kedermawananmu adalah adanya dunia dan akhirat, dan diantara ilmumu adalah ilmu tentang Lauhul Mahfuzh dan pena pencatat takdir (ilmu tentang segala kejadian).”

๐Ÿ“ŒPadahal, Rasulullah jauh-jauh hari telah memperingatkan umatnya dengan sabda beliau (artinya): “Janganlah kalian berlebihan didalam memuliakanku sebagaimana orang-orang Nashrani berlebihan didalam memuliakan Isa bin Maryam, sungguh aku hanyalah seorang hamba, maka ucapkanlah (untukku): Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (H.R. Al Bukhari).

Demikian pula Allah telah berfirman (artinya): “Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib, serta tidak (pula) aku mengatakan padamu bahwa aku adalah malaikat.” (Al An’am: 50)

๐Ÿ“‚๐Ÿ”ญSerba – Serbi

๐Ÿ“”Para pembaca, ketahuilah bahwa semata-mata niat baik bukanlah timbangan segala-galanya. Lihatlah bagaimana sikap Abdullah bin Mas’ud t terhadap sekelompok muslimin yang duduk di masjid dalam keadaan membaca takbir, tahlil, tasbih, dan berdzikir dengan cara yang belum pernah dikerjakan Rasulullah ,
✒beliau berkata: “…celakalah kalian hai umat Nabi Muhammad ! Alangkah cepatnya kehancuran menimpa kalian! Padahal para sahabat Nabi masih banyak yang hidup, pakaian beliau pun belum usang, dan bejana-bejana beliau pun belum hancur. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian merasa di atas suatu agama yang lebih benar daripada agama Muhammad atau kalian justru sebagai pembuka pintu-pintu kesesatan?” Mereka menjawab: “Wahai Abu Abdirrahman (yakni ‘kunyah’ dari Abdullah bin Mas’ud), tidaklah yang kami inginkan (niatkan) kecuali kebaikan semata? Beliau menjawab: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi 1/68-69).

✏Al Imam Asy Syafi’i berkata:
ู…َู†ِ ุงุณْุชَุญْุณَู†َ ูَู‚َุฏْ ุดَุฑَุนَ
“Barangsiapa yang menganggap baiknya suatu amalan (tanpa dalil), berarti ia telah membuat syari’at.” (Al Muhalla fi Jam’il Jawaami’ 2/395)

๐Ÿ‘‰Bersambung kebagian 4⃣

⚠ ๐Ÿ“š ๐Ÿ”ญ
PERINGATAN MAULID NABI DALAM TIMBANGAN ISLAM
_____________________________________

Bagian 4

๐Ÿ“–Demikian pula semata-mata mencintai Nabi tanpa meniti jalannya dan jalan orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya yakni para sahabat, adalah kecintaan yang palsu.

๐Ÿ“šDengan tegas Allah berfirman (artinya): “Katakanlah (wahai Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku.” (Ali Imran: 31)

✒Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Sesungguhnya kesempurnaan cinta dan pengagungan terhadap Rasul terletak pada (kuatnya) ittiba’ (mengikuti jejaknya), ketaatan kepadanya, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnahnya lahir maupun batin, dan menyebarkannya serta berjihad dalam upaya tersebut baik dengan hati, tangan dan lisan.” (Iqtidha’ Shirathil Mustaqim: 2/122)

๐Ÿ“”Para pembaca, mungkin dalam hati kecil ada yang bergumam: “Tidakkah peringatan maulid Nabi ini termasuk bid’ah hasanah?”

๐Ÿ“‚Kita katakan bahwa Rasulullah bersabda:
ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆَ ู…ُุญْุฏَุซَุงุชِ ุงู„ุฃُู…ُูˆْุฑِ ูَุฅِู†َّ ูƒُู„َّ ู…ُุญْุฏَุซَุฉٍ ุจِุฏْุนَุฉٌ ูˆَูƒُู„َّ ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَู„ุงَู„َุฉٌ
“Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama) karena sungguh semua yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)

๐Ÿ’บBeranikah seorang yang mengaku cinta kepada Rasulullah menyelisihi sabda beliau? Rasulullah nyatakan setiap bid’ah itu adalah sesat, lalu ia menyatakan bahwa ada bid’ah yang hasanah (baik)?!! Sungguh ironis seorang yang katanya cinta kepada Rasul sehingga sangat berkepentingan untuk memperingati hari kelahirannya, namun dalam mewujudkannya harus menentang Rasulullah.

⌛Apakah itu hakekat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya? Tentu jawabannya ‘Tidak’, karena hakekat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dengan ketaatan yang sempurna kepada keduanya, sebagaimana yang dikandung oleh firman Allah dalam Q.S Ali Imran:31.

๐Ÿ‘‰Bersambung kebagian 5

๐ŸŒSumber web :
http://buletin-alilmu.net/2006/09/17/peringatan-maulid-nabi-dalam-timbangan-islam

⏳Dipublikasikan :
ahlussunnahtarakan.blogspot.co.id







⚠ ๐Ÿ“š ๐Ÿ”ญ
PERINGATAN MAULID NABI DALAM TIMBANGAN ISLAM
_____________________________________

Bagian 2⃣

⌛Bagaimanakah dengan para sahabat Nabi , apakah mereka memperingati hari kelahiran seorang yang paling mereka cintai ini?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Merayakan hari kelahiran Nabi tidak pernah dilakukan oleh Salaf (yakni para sahabat), meski ada peluang dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Kalaulah perayaan maulid ini murni suatu kebaikan atau lebih besar kebaikannya, pastilah kaum Salaf t orang yang lebih berhak merayakannya daripada kita. Karena kecintaan dan pengagungan mereka kepada Rasul lebih besar dari yang kita miliki, demikian pula semangat mereka dalam meraih kebaikan lebih besar daripada kita. (Iqtidha’ Shirathil Mustaqim: 2/122)

✏Bagaimana dengan tabi’in, tabi’ut tabi’in dan Imam-Imam yang empat (Al Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i dan Ahmad), apakah mereka merayakan maulid Nabi ? Jawabnya adalah bahwa mereka sama sekali tidak pernah merayakannya.
Dan bila kita renungkan lebih dalam, ternyata peringatan Maulid Nabi ini merupakan bentuk tasyabbuh (penyerupaan) terhadap orang-orang Nashrani. Karena mereka biasa merayakan hari kelahiran Nabi Isa u. Rasulullah bersabda:
ู…َู†ْ ุชَุดَุจَّู‡َ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูَู‡ُูˆَ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (H.R Ahmad)

๐Ÿ“œPara pembaca yang budiman, mungkinkah suatu amalan yang tidak ada perintahnya di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, tidak pernah dilakukan atau diperintahkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, tidak pernah pula dilakukan oleh tabi’in, tabi’ut tabi’in dan Imam-Imam yang empat (Al Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i dan Ahmad), bahkan hasil rekayasa para raja kerajaan Fathimiyyah yang dari keturunan Yahudi, dan juga mengandung unsur penyerupaan terhadap orang-orang Nashrani, tergolong sebagai amal ibadah dalam agama ini? Tentu seorang yang kritis dan berakal sehat akan mengatakan: ‘tidak mungkin’, bahkan tergolong sebagai amalan bid’ah yang sangat berbahaya.

๐Ÿ“–Rasulullah bersabda:
ู…َู†ْ ุฃَุญْุฏَุซَ ูِูŠْ ุฃَู…ْุฑِู†ุงَ ู‡َุฐَุง ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู…ِู†ْู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa mengada-adakan sesuatu hal yang baru dalam agama kami ini yang bukan bagian darinya, maka amalannya akan tertolak.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Lebih dari itu, Allah berfirman (yang artinya): “Barangsiapa yang menyelisihi Rasul setelah jelas baginya kebenaran dan mengikuti selain jalan orang-orang mukmin (yakni sahabat Nabi), maka Aku akan palingkan ke mana mereka berpaling dan Kami masukkan mereka ke dalam Jahannam.” (An Nisaa’: 115)

๐Ÿ‘‰Bersambung kebagian 3⃣

PERINGATAN MAULID NABI DALAM TIMBANGAN ISLAM

⚠ ๐Ÿ“š ๐Ÿ”ญ
PERINGATAN MAULID NABI DALAM TIMBANGAN ISLAM
_____________________________________

Bagian 1⃣

๐Ÿ“–Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi

Bulan Rabi’ul Awwal dikenang oleh kaum muslimin sebagai bulan maulid Nabi, karena pada bulan itulah, tepatnya pada hari senin tanggal 12, junjungan kita nabi besar Muhammad dilahirkan, menurut pendapat jumhur ulama. Mayoritas kaum muslimin pun beramai-ramai memperingatinya karena terdorong rasa mahabbah (kecintaan) kepada beliau , dengan suatu keyakinan bahwa ini adalah bagian dari hari raya Islam, bahkan terkategorikan sebagai amal ibadah mulia yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.
๐Ÿ’‰Lalu sejak kapankah peringatan ini diadakan?
Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al ‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172). Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)

๐Ÿ”ฉAdapun Asy Syaikh Ali Mahfuzh maka beliau berkata: “Di antara pakar sejarah ada yang menilai, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi ialah para raja kerajaan Fathimiyyah di Kairo, pada abad ke-4 H. Mereka menyelenggarakan enam perayaan maulid, yaitu maulid Nabi , maulid Imam Ali t, maulid Sayyidah Fathimah Az Zahra, maulid Al Hasan dan Al Husain, dan maulid raja yang sedang berkuasa.

⌛Perayaan-perayaan tersebut terus berlangsung dengan berbagai modelnya, hingga akhirnya dilarang pada masa Raja Al Afdhal bin Amirul Juyusy. Namun kemudian dihidupkan kembali pada masa Al Hakim bin Amrullah pada tahun 524 H, setelah hampir dilupakan orang. (Al Ibda’ Fi Mazhahiril Ibtida’ , hal. 126)

๐Ÿ’Hukum Memperingati Maulid Nabi

Hari kelahiran Nabi mempunyai keutamaan di sisi Allah . Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah: “Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka’bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka’bah.” (Zaadul Ma’ad: 1/74)

๐Ÿ’บLalu apakah dengan kemuliaan tersebut lantas disyari’atkan untuk memperingatinya? Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tolok ukur suatu kebenaran adalah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat Nabi . Allah berfirman (artinya): “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (yakni Al Qur’an) dan Rasul-Nya (yakni As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (An Nisaa’: 59)

๐Ÿ“”Subhanallah!, ketika kita kembali kepada Al Qur’an ternyata tidak ada satu ayat pun yang memerintahkannya, demikian pula di dalam As Sunnah Rasulullah tidak pernah melakukannya atau memerintahkannya. Padahal kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada sesuatu pun dari agama ini yang belum disampaikan oleh Nabi Muhammad.

๐Ÿ“–Nabi bersabda:
ู…َุง ุจَุนَุซَ ุงู„ู„ู‡ُ ู…ِู†ْ ู†َุจِูŠٍّ ุฅِู„ุงَّ ูƒَุงู†َ ุญَู‚ًّุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠَุฏُู„َّ ุฃُู…َّุชَู‡ُ ุนَู„ู‰َ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَูŠُู†ْุฐِุฑُู‡ُู…ْ ุดَุฑَّ ู…ุงَ ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُ ู„َู‡ُู…ْ
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kepada umatnya segala kebaikan yang diketahuinya, dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang diketahuinya.” (HR. Muslim)

Bersambung kebagian 2⃣




Rekaman Audio Kajian Ilmiyah Islamiyah Sampit - Kalimantan Tengah
Sabtu & Ahad, 30 Shafar - 1 Robi'ul Awal 1437H ~ 12-13 Desember 2015M

๐Ÿ’บ Bersama Al-Ustadz Agus Su'aidi hafizhahullah

Download audio | Mp3 versi 32 Kbps

[Tausiyah Umum]

MENGIKUTI SUNNAH TANPA PILIH-PILIH

http://bit.ly/1NmpVdJ

[ Kajian Tematik ]

ADAB PENUNTUT ILMU

Sesi 1 : http://bit.ly/1I61Bh7
Sesi 2 : http://bit.ly/1jZtVGf
Sesi 3 : http://bit.ly/1OsYZ9O
Sesi 4 : http://bit.ly/1O67pJR

MERAJUT UKHUWAH DI ATAS MANHAJ NUBUWAH

Sesi 1 : http://bit.ly/1J8mOC7
Sesi 2 : http://bit.ly/1QkcP4p

SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN DARI JALAN KEBENARAN

Sesi 1 : http://bit.ly/1I60qOV
Sesi 2 : http://bit.ly/1lKBXVb

[Tausiyah Penutup]

MENELADANI AKHLAK NABI SHOLALLAHU 'ALAIHIWASALAM

http://bit.ly/1YgKScY

Mudah-mudahan bermanfaat. Barakallahu fiikum.

Panitia Kajian Islam Ilmiyyah Ibnu Abbas Sampit - Kalteng
____________________


[AUDIO] 32kbps - Rekaman Kajian Dauroh Makassar _ SulSel

Bersama: Al Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Tema: "ISLAM NUSANTARA DALAM TIMBANGAN SYARIAT"

Sabtu, 23 Shafar 1437H || 05 Desember 2015M
=========================================

Sesi 1 [00:54:44] - http://bit.ly/1XQb6YM
Sesi 2 [00:40:30] - http://bit.ly/1N7wv7B
Sesi 3 [00:45:30] - http://bit.ly/1NS9hG4

+ Kajian Tematik - Al Ustadz Muhammad as Sarbini
Wasiat-wasiat Manhajiyah [01:23:37] - http://bit.ly/1RADeKB

***

Ahad, 24 Shafar 1437H || 06 Desember 2015M
=========================================

Tausiyyah Ba'da Maghrib [00:48:13]
Ketika Ajal Menjemput Siapkah Anda? - http://bit.ly/1NepTSQ

Tausiyyah Ba'da Subuh [00:44:08]
Bekal Menuju Akhirat - http://bit.ly/1RADqtg

Sesi 4 [01:19:50] - http://bit.ly/21Klm48
Sesi 5 (TJ) [00:27:14] - http://bit.ly/1NGv7Gf


๐ŸŒท www.salafymakassar.net