ASY SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI ROHIMAHULLAH

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
ASY SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI ROHIMAHULLAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 4⃣

▪Dalam Kitab Dzailu Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab Rohimahullah menyebutkan sebuah peristiwa yang pernah dialami oleh Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dikota Baghdad. Beliau berkata, Aku mengambil selada dan sisa sisa sayuran dari tepi sungai. Kesempitan hidup semakin memuncak karena melambungnya harga barang di Baghdad. Hal ini membuatku tidak makan selama beberapa hari. Bahkan aku terpaksa harus memungut sisa makanan yang terbuang untuk dimakan. Suatu hari aku keluar dari rumah menuju tepi sungai karena terdorong oleh rasa lapar yang sangat hebat. Barangkali aku bisa menemukan daun, sayuran, atau yang lainnya untuk dimakan.

▪Namun, tidaklah aku mendatangi suatu tempat, kecuali pasti telah ada orang lain yang mendahuluiku. Jika aku mendapatkannya, ternyata aku menyaksikan orang orang miskin saling berdesak desakan untuk memperebutkannya. Maka aku pun membiarkannya dalam keadaan aku menyukai makan tersebut. Akupun Pulang dengan berjalan ditengah kota, dan tidaklah aku menemukan sisa makanan yang terbuang, melainkan pasti ada yang telah mendahuluiku untuk mengambilnya. Akhirnya aku sampai dimasjid yasin yang terletak disebuah pasar kota baghdad. Aku benar benar sangat lemah dan tidak mampu lagi bertahan. Aku pun masuk kedalam masjid itu, lalu duduk di salah satu sudut masjid. Hampir saja kematian menjemputku waktu itu.

▪Dalam kondisi seperti, tiba tiba masuklah seorang pemuda ajam (non arab) dengan membawa roti dan daging daging panggang. Kemudian ia duduk dan memakannya. Setiap kali ia mengangkat tangan untuk menyuapkan makanan kemulutnya, mulutku ikut terbuka karena begitu beratnya kelaparan yang kurasakan itu. Sampai sampai aku mengingkari hal ini terjadi dalam diriku. Aku berkata, apa apaan ini, Aku Berkata. Tidaklah ada kecuali Allah atau kematian yang telah ditetapkan Oleh Nya. Tiba tiba pemuda tersebut menoleh kearahku dan melihatku lalu berkata, Bismillah, makanlah wahai saudaraku. Namun aku menolaknya. Maka pemuda itu bersumpah supaya aku memakannya jiwaku ingin segera mengiyakan permintaan itu, namun diriku tidak menurutinya. Pemuda tersebut kembali bersumpah dan akhirnya aku memenuhi keinginannya, maka aku pun memakannya.

Bersambung...

📋 Sumber, Qudwah Edisi 02 vol 01/1433H/2012.

Klik Join telegram ⬇
🌍 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌐 www.salafymedia.com

📚 Fadhlul Islam Bandung 📚
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar...