AWAS, DUKUN & TUKANG RAMAL, PENCIDUK AGAMA DAN HARTA (BAG. 7) 〰〰〰〰〰

❌🚧🚦
AWAS, DUKUN & TUKANG RAMAL, PENCIDUK AGAMA DAN HARTA (BAG. 7)
〰〰〰〰〰

📌 Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Dukun

Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi menyebutkan akidah Ahlus Sunnah terhadap dukun dalam kitab beliau al-‘Aqidah ath-Thahawiyyah, “Kita tidak boleh membenarkan dukun dan tukang ramal, dan tidak boleh membenarkan orang yang mengakui sesuatu yang menyelisihi al-Qur’an, as-Sunnah dan ijma’.”

Ibnu Abi ‘Izzi mengatakan, “Wajib bagi pemerintah dan orang yang memiliki kesanggupan untuk melenyapkan para dukun dan tukang ramal serta permainan-permainan sihir sejenisnya seperti menggunakan garis di tanah atau dengan kerikil atau undian. Dan mencegah mereka untuk duduk-duduk di jalan dan memperingatkan mereka supaya jangan masuk ke rumah-rumah orang.

Cukuplah bagi orang yang mengetahui keharamannya lalu dia tidak berusaha melenyapkannya padahal dia memiliki kesanggupan, (cukup baginya) firman Allah subhanahu wa ta’ala,

كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرٖ فَعَلُوهُۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ٧٩

“Mereka tidak saling mengingkari perbuatan mungkar yang telah mereka kerjakan, amat buruklah apa yang telah mereka perbuat.” (al-Maidah: 79) (Syarah al-‘Aqidah ath-Thahawiyyah hlm. 342)

Al-Lajnah ad-Da’imah (Lembaga Fatwa Kerajaan Arab Saudi) berkata, “Kaum muslimin tidak boleh shalat di belakang mereka (para dukun) dan tidak sah shalat di belakang mereka. Bila seseorang kemudian mengetahui hal itu hendaklah dia meminta ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mengulangi shalatnya.” (Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah, 1/394)

🔼 Dikutip dari :
http://asysyariah.com/awas-dukun-tukang-ramal-penciduk-agama-dan-harta-bagian-2/

✍ Ditulis oleh :
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an-Nawawi hafidzahullahu ta'ala

〰〰〰〰〰〰〰
📚🔰Salafy Kendari || http://bit.ly/salafy-kendari

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar...