AKHIR PERJALANAN ORANG YANG BERTAKWA

Orang yang bertakwa adalah gambaran sejati dari sosok pendamba surga. Ketika berada di dunia, ia selalu beramal shalih untuk menggapai tujuannya tersebut. Perbuatan-perbuatan dosa pun senantiasa dijauhi karena takut akan menyeretnya terjatuh ke dalam neraka. Segala kesulitan, musibah dan bencana ia hadapi dengan penuh rasa sabar. Maka ketika di akhirat, Allah pun membimbingnya untuk dapat meraih apa yang selama ini ia harapkan dan Allah menyelamatkannya dari apa yang selama ini ia takutkan. Ketika banyak dari umat manusia berjatuhan dari atas sirath, Allah shubhanahu wata'ala menolong mereka untuk dapat terhindar dari adzab neraka dan Allah membawa mereka semakin dekat menuju surga.

Qantharah Jembatan Menuju Surga

  "Di antara perkara yang akan didapati oleh kaum mukminin setelah melewati sirath adalah adanya qantharah. Secara bahasa, kata qantharah bermakna jembatan berbentuk melengkung yang melewati sungai. Di atas qantharah tersebut akan terjadi qishash (pembalasan) antar sesama kaum mukminin sebelum dimasukkan ke dalam surga.
Rasulullah bersabda (artinya),

 "Kaum mukminin selamat dari neraka (berhasil melewati sirath), maka mereka ditahan di atas jembatan antara surga dan neraka. Kemudian diadakan pembalasan bagi sebagian mereka kepada sebagian lainnya atas kezhaliman-kezhaliman terjadi di antara mereka ketika di dunia, sampai apabila mereka telah bersih (dari kezhaliman tersebut) mereka dizinkan untuk masuk ke dalam surga ".
(HR. al-Bukhari no. 2440 dari shahabat Abu Sa'id al-Khudri )

 "Sebagian ulama menyatakan bahwa qantharah adalah bagian ujung dari sirath yang membentang di atas neraka. Sedangkan sebagian ulama lainnya menyatakan bahwa qantharah adalah
jembatan yang berbeda, hanya saja jembatan ini dikhususkan bagi kaum mukminin dan tidak ada yang akan terjatuh darinya ke dalam neraka.

Bagaimana Terjadinya Qishash?

Allah akan mengambil pahala dari orang yng berbuat zhalim lalu diberikan kepada orang yang dizhalim. Rasulullah bersabda (artinya),

"Barangsiapa yang memiliki kezhalinan kepada saudaranyam maka Satu hendaknya ia meminta maaf atasnya, karena nanti tidak akan ada dinar ataupun dirham. (Minta maaflah) sebelum diambil pahala-pahala kebaikan untuk saudaranya yang dizhalimi). Apabila dia sudah tidak memiliki kebaikan maka akan diambilkan dosa dari saudararya (yang dizhalimí kemudian dibebankan kepadanya."
(HR. al-Bukhari no. 6534 dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallahuanha)

"Namun qishash di atas qantharah tersebut dilakukan bagi kaum mukminin yang Allah telahmengetahuibahwa amal kebaikan mereka tidak akan habis apabila telah diambil untuk membalas kezhaliman mereka, sebagaimana penukilan al-Hafizh Ibnu Hajar dari al-Imam al-Qurthuby . Dengan kata lain, mereka adalah kaum mukminin yang kebaikannya lebih banyak dibandingkan dosa dan kezhaliman yang mereka lakukan.

 "Al-Hafizh lbnu Hajar asy-Syafi'i Rahimahullah berkata, "Dan bisa jadi ashabul a'raf (orang-orang yang kebaikannya Sama banyak dengan dosa dan kezhalimannya) termasuk di antara mereka (yang mengalami qishash)."

Adapun kaum mukminin yang dosa dan kezhalimannya lebih banyak daripada kebaikannya maka mereka tidak akan sampai keqantharah. Mereka telah terjatuh ketika meniti sirath dan terjerumus kedalam neraka, walaupun pada akhirnya mereka akan keluar insyaaAllah dengan adanya syafa'at para maikat, para nabi, serta orang-orang shalih dan juga karena rahmat Allah ta'ala kepada mereka.

"Demikian pula orang-orang yang telah dijamin masuk ke dalam surga tanpa hisap dan tanpa adzab. mereka juga tidak akan
mengalami qishash diatas qantharah. (lihat Fathul Bari 11/485).

"Qishash di atas qantharah ini menunjukkan betapa sempurnanya keadilan Allah ta'ala di mana seorang mukmin yang sudah ditetapkan bahwa ia berhak masuk ke dalam surga sekalipun masih harus "membayar" atas kezhaliman yang telah dilakukanya. Qishash ini adalah qishash kedua.

 "Adapun qishash pertama maka telah berlalu dalam pembahasan mengenai keadaan manusia di padang mahsyar Qishash di atas qantharah tidak seperti qishash di padang mahsyar yang dapat menjadi penentu apakah seseorang diadzab di neraka ataukah tidak. Namun qishash yang kedua ini lebih burtujuan untuk menghilangkan rasa amarah, dengki dan dendam yang ada di dalam hati-hati manusia disebabkan adanya kezhaliman yang terjadi di antara mereka selama di dunia, yang pada akhirnya orang yang diqishash akan tetap masuk ke dalam surga tanpa diadzab. Maka qishash ini merupakan proses pensucian terhada hati manusia sebelum mereka dimasukkan ke dalam surga. Allah berfirma (artinya), "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka. sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan- dipan."(al-Hljir 47, lihat Syarah al-Aqidah al-Washittyyah karya asy-Syaikh al Utsaimin 2/163-164)

"Setelah dilakukan qishash, maka Allah ta'ala akan membawa mereka semakin dekat menuju surga.

"Surga Memiliki Delapan Pintu"

 "Surga yang di dalamnya terdapat
berbagai kenikmatan, telah Allah  ciptakan delapan pintu untuk masuk kedalamnya. Masing-masing pintu tersebut akan dimasuki oleh orang-orang yang berhak memasukinya sesuai dengan jenis amal shalih yang telah dilakukannya ketika
di dunia.

Rasulullah bersabda (artinya),
"Surga memiliki delapan pintu, salah satu pintu tersebut dinamakan ar-Rayyan. Tidak akan masuk melewatinya melainkan orang-orang yang berpuasa." (HR. al-Bukhari 3084 dan Muslim 1152 dari shahabat Sahl bin Sa'ad Radhiyallahuanha)

"Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda (artinya), "Barangsiapa yang berinfak dengan dua perkara apapun di jalan Allah maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, Wahai hamba Allah, inilah kebaikan. Maka barangsiapa yang termasuk orang-orang yang banyak menegakkan shalat maka dia akan dipanggil dari pintu shalat, dan barangsiapa yang mengerjakan jihad maka dia akan dipanggil dari pintu jihad, dan barangsiapa yang gemar bersedekah maka dia akan dipanggil dari pintu shadaqah, dan barangsiapa yang rajin berpuasa maka dia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Maka shahabat Abu Bakar ash-Shiddiq berkata, Wahai Rasulullah, tidak ada kesulitan bagi orang yang dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Maka apakah ada orang yang dipanggil dari seluruh pintu-pintu tersebut?, Rasulullah pun menjawab, Ya. Dan aku berharap engkau
termasuk di atara mereka' (HR. al-Bukhari no. 3666 dan Muslim no. 1027 dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallahuanha).

pintu-pintu surga adalah pintu-pintu yang sangat lebar. Lebar pintu surga dapat tergambar dari sabda Rasulullah berikut (artinya), "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh jarak antara dua sisi salah satu dari pintu-pintu surga adalah seperti jarak dari Mekah ke Hajar atau Hajar ke Mekah." (HR. al-Bukhari no. 4435 dan Muslim no. 194 dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallahuanha)

"Al-Imam an-Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa Hajar adalah nama suatu kota besar yang merupakan bagian dari negeri Bahrain pada zaman tersebut (lihat Syarah Shahíh Muslim 3/69). "Suatu rentang jarak yang sangat jauh yang apabila diukur maka mencapai 1600 km lebih.

Di Hadapan Pintu Surga

"Setelah melalui perjalanan panjang dan berbagai macam peristiwa, akhirnya kaum mukminin dihadapkan kepada negeri keselamatan yang menjadi tujuan mereka yaitu surga. Mereka datang dengan berkelompok-kelompok sebagaimana dalam firman Allah ta'ala yang artinya )
"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka akan dibawa ke dalam surga dengan berkelompok-kelompok" (az-Zumar: 73)

"Namun ketika mereka telah sampai di depan surga, bukan berarti mereka dapat langsung memasukinya. Mereka mendapati pintu surga masih tertutup dihadapan mereka. Pintu-pintu tersebut hanya dapat terbuka dengan syafa'at dari Rasulullah Beliau akan datang lalu meminta malaikat penjaga untuk membukanya. Itulah salah satu jenis syafa'at yang dikhususkan bagi beliau. Rasulullah bersabda, :

"Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat kemudian aku meminta untuk dibukakan (pintu tersebut). Maka malaikat
penjaga bertanya, Siapa engkau?, Aku menjawab, Muhammad, dia pun berkata, Untukmu aku diperintahkan agar tidak membukakan pintu bagi siapapun sebelummu." (HR. Muslim no. 197 dari shahabat Anas bin Malik Radhiyallahuanha).

"Hal ini sebagai salah satu bentuk pemuliaan Allah bagi Rasulullah pada hari kiamat. Demikian pula umat beliau , Allah liakan mereka dengan dipersilahkan untuk memasuki surga sebelum umat-umat yang lainnya. Hal ini disebutkan oleh Rasulullah dalam sabdanya (artinya), "Kita adalah umat yang terakhir, (namun menjadi) umat pertama pada hari kiamat. Serta kita adalah umat yang pertama masuk ke dalam surga." (HR. Muslim no. 855 dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallahuanha).

"Setelah terbukanya pintu surga maka ia akan tetap terbuka selama-lamanya, sebagaimana yang dinyatakan oleh al-Imam bnul Qoyyimketika menjelaskan firman Allah ta'ala yang artinya,:

"Surga ada yang pintu-pintunya terbuka  bagi mereka" (Shad: 50)

Lebih lanjut bnul Qayyim menjelaskan bahwa keadaan pintu, surga yang selalu terbuka menunjukkan, beberapa perkara, di antaranya:

1, Para malaikat masuk menemui mereka di setiap waktu dengan membawa hadiah dan pemberian dari Allah ta'ala. "Demikian pula perkara-perkara yang menyenangkan hati mereka didatangkan kepada mereka setiap waktu.

2. Surga adalah negeri yang aman sehingga mereka tidak butuh untuk menutup pintu di sana, seperti yang biasa merekalakukan ketika di dunia. (Hadil Arwah hal. 106).

"Semoga Allah memasukkan kita dalam surga-Nya."  Aamiin.

Penulis: Ustadz Abu Ahmad Hafizhahullah


Sumber : || Buletin Al-Ilmu Edisi 36 AKIDAH 2018M

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar...