PEMBELAAN TERHADAP AL-ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH

🚇PEMBELAAN TERHADAP AL-ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH (01)

[ Bantahan Terhadap Khalid bin Abdurrahman al-Mishri Atas Celaannya Terhadap asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali ]

❱ Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد:

[ + ] Sungguh saya benar-benar dikejutkan oleh apa yang saya dengar dari ucapan Khalid Abdurrahman al-Mishri yang dahulu saya hormati karena dia menampakkan as-Sunnah dan pemuliaan terhadap para ulama.

Tetapi kita menghormatinya selama dia menghormati para ulama, maka jika dia tidak lagi menghormati para ulama dan mencela mereka maka dia dibuang ke tempat sampah sejarah. Jadi daging para ulama itu beracun, dan sunnatullah pada orang yang mencela mereka sudah diketahui.

Dia dan selainnya dahulu menyatakan bahwa barangsiapa mencela para ulama –dan termasuk ulama tersebut adalah guru kita al-Allamah Rabi'– bisa jadi dia adalah seorang yang bodoh sehingga didoakan agar mendapatkan hidayah, atau bisa jadi seorang pengekor hawa nafsu sehingga kita memohon kepada Allah agar menghancurkan punggungnya (membinasakannya) sebagaimana yang pernah dikatakan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah.

Hanya saja kesesatan yang sebenarnya adalah dengan engkau menganggap baik perkara yang dahulu engkau anggap mungkar, dan engkau mengingkari perkara yang dahulu engkau anggap baik.

Maka saya nasehatkan kepadamu agar engkau bertakwa kepada Allah dan kembali kepada as-Sunnah serta memuliakan orang-orang yang berpegang teguh dengannya, terkhusus para ulama besar, dan tinggalkan cara Haddadiyyah yang mencela para ulama dan menuduh mereka telah melakukan bid'ah, Khawarij, dan menyimpang dari as-Sunnah semacam ini!!

Engkau mengetahui dengan yakin bahwa asy-Syaikh Rabi' pada diri beliau tidak terdapat hizbiyyah maupun majelis-majelis rahasia model hizbiyyah, bahkan beliau sendiri secara tegas menafikan tuduhan tersebut. Yang ada hanyalah majelis-majelis yang padanya para ulama saling menasehati dan saling membimbing, dan muncullah berbagai nasehat dan fatwa mereka untuk manusia dengan kebaikan dan bimbingan yang berdasarkan sunnah Nabi.

Majelis-majelis semacam ini biasa dilakukan oleh asy-Syaikh Rabi' bersama para ulama Madinah baik dahulu maupun sekarang. Beliau pernah mengadakan majelis-majelis khusus bersama Samahatus Syaikh Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, al-Luhaidan, al-Fauzan, dan para ulama yang lainnya. Dan dahulu mereka berfatwa dalam masalah-masalah kontemporer, yang berkaitan dengan darah kaum muslimin dan perang, karena mereka memang ahlinya, dan dengan persaksianmu sendiri tentang asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah.

Bahkan engkau dan selainmu memiliki sekian banyak majelis yang padanya kalian saling menasehati dan berdiskusi, lalu kalian keluar dalam keadaan sepakat atas sebuah nasehat tertentu atau arahan tertentu, dan tidak ada seorangpun yang mensifati majelis-majelis semacam ini sebagai hizbiyyah.

Bahkan dahulu pengingkaranmu sangat besar terhadap orang yang mensifati asy-Syaikh Rabi' dengan hizbiyyah, maka bagaimana bisa sekarang engkau justru sepakat dengan mereka, bahkan engkau lebih parah dibandingkan mereka dengan menjatuhkan vonis mubtadi' dan mensifati beliau sebagai Khawarij dan menyimpang dari as-Sunnah.

Sungguh engkau telah melampaui Haddadiyyah dan engkau berdiri bersama barisan ahli bid'ah yang memerangi Ahlus Sunnah. Maka sadarlah dan kembalilah, dan jangan menjadi kunci pembuka keburukan dan fitnah bagi dirimu dan orang lain!!

▾▾▾

(02)
Jika engkau tidak bertaubat dari berbagai celaan jahat dan ungkapan-ungkapan buruk ini, maka yang semacam ini tidak bisa diterima dan tidak akan dimuliakan, bahkan yang pantas adalah mentahdzirnya dan KERAS dalam mengingkarinya. Jadi orang semacam ini ditinggalkan dan dihinakan, agar tidak menyeret para pemuda kepada jurang yang dalam dengan memerangi para ulama Ahlus Sunnah.

Dan alhamdulillah saya telah menulis sebuah buku baru tentang sirah atau perjalanan hidup asy-Syaikh Rabi' dan perjuangan ilmiah dan dakwah beliau serta pujian para ulama terhadap beliau yang insyaallah akan segera terbit dengan judul "Al-Fushul al-Mudhiyyah min Siratis Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali wa Juhudihil Ilmiyyah wad Da'awiyyah" yang berisi sekitar 500 halaman. Dan saya menasehatkan kepada orang yang memiliki sifat inshaf (jujur, adil, dan sportif) untuk menelaahnya agar mengetahui kedudukan imam ini serta perjuangan dan jasa beliau dalam menasehati untuk Allah (ikhlas), untuk Rasul-Nya (membela sunnah beliau), untuk membela kitab-Nya, dan untuk para imam kaum muslimin maupun keumuman mereka.

أسأل الله الهداية والتوفيق.

✍️Ditulis oleh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri

Url: http://bit.ly/Fw400607
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @JujurlahSelamanya / Dari: https://t.me/chohab_mohrika/2468

🚇PEMBELAAN TERHADAP AL-ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH (02)

[ Nasehat Kepada Khalid bin Abdurrahman al-Mishri ]

❱ Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Huzhaifi hafizhahullah

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله ولي الصالحين، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، وبعد:

※ [ 1 ] 🔥 Di akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh Khalid bin Abdurrahman al-Mishri dengan berbagai perkara yang aneh[¹], dan saya telah mendengar tiga rekaman suaranya sebelumnya –sekitar lebih dari lima bulan yang lalu–.

Yang nampak bagi saya berdasarkan ucapan-ucapannya tersebut bahwa dia adalah orang yang sok berilmu, dan dia membuat-buat kaidah-kaidah dalam masalah jarh wa ta'dil yang tidak benar.

Saya dahulu memiliki keinginan yang kuat untuk menanggapinya, hanya saja saya disibukkan oleh urusan yang lain. Mudah-mudahan saya bisa menanggapinya pada bagian kedua dari bantahan ini.

※ [ 2 ] 🔥 Hari ini saya mendengar ucapannya yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang dungu dan lancang sekali dalam mengeluarkan vonis terhadap para ulama.

Yaitu dengan dia menganggap bahwa;

( ✘ ) Sebagian masyayikh Ahlus Sunnah –yaitu asy-Syaikh Rabi' dan masyayikh yang lain– telah menyimpang dari as-Sunnah dan mencocoki Khawarij
— karena para ulama tersebut berfatwa tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan perang di negara-negara lain.

( ✘ ) Khalid Abdurrahman menyebutkan bahwa beberapa ulama berkumpul dan bermusyawarah tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan perang di Suriah, Libya, dan Yaman.
— Dan mereka mengeluarkan fatwa tentang masalah-masalah ini, kemudian mereka mengirim fatwa-fatwa tersebut secara lisan.

( ✘ ) Dia menyebutkan bahwa ini adalah majelis-majelis rahasia yang menyerupai bid'ah Khawarij.
— Dia juga menyebutkan dengan penuh keheranan bahwa sebagian ulama tidak mengingkari majelis-majelis semacam ini, bahkan mengatakan bahwa itu termasuk syura atau musyawarah dan bahwasanya para ulama termasuk ulil amri.

( ✘ ) Kemudian Khalid Abdurrahman menyebutkan bahwa ulama tersebut adalah asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah.
— Lalu Khalid Abdurrahman mengeluarkan vonis akhirnya terhadap para ulama –asy-Syaikh Rabi' dan selain beliau– dengan menyebut bahwa ini adalah penyimpangan dari as-Sunnah dan menyimpang dari salah satu prinsip-prinsip mendasar agama kita.

Khalid Abdurrahman mengatakan, “Sesungguhnya asy-Syaikh Rabi' telah menyimpang dari as-Sunnah dan mencocoki Khawarij.”

•• ✘ ~ ✘ ~ ✘ ••

Saya katakan:

“Dengan ucapannya ini Khalid Abdurrahman telah jatuh tersungkur pada kepalanya[²] karena beberapa hal:

※ Pertama ※
Orang yang sok berilmu ini telah menyebut para ulama dakwah salafiyyah sebagai Khawarij, dan orang yang sangat bodoh ini tidak mengetahui bahwa fatwa para masyayikh kita –yang mereka keluarkan kepada dunia Islam– mayoritasnya berisi menghadang Khawarij dari kelompok al-Ikhwan al-Muslimun yang mengacaukan dunia dengan demonstrasi dan memberontak terhadap pemerintah, demikian juga menghadang Khawarij yang berasal dari organisasi-organisasi teroris semacam al-Qaeda dan ISIS, serta menghadang kelompok pemberontak Khawarij Hutsiyun (di Yaman) dan selain mereka.

—(▴) Catatan kaki: (▴)— 

[¹] Sejak beberapa tahun yang lalu saya mengkhawatirkan cara yang ditempuh oleh orang-orang yang tergabung dalam website "an-Nahjul Wadhih" seperti Ahmad Bazmul, Khalid Abdurrahman al-Mishri, Adil Manshur, Abu Fadhl al-Libbi, dan siapa saja yang menempuh jalan para shighar (orang-orang yang masih muda dan belum matang dan kokoh ilmunya) itu dari kalangan orang-orang yang meninggalkan nasehat para ulama.

[²] Seperti yang dikatakan oleh asy-Syaikh Salim Bamuhriz hafizhahullah.

▾▾▾

(02)
※ Kedua ※
Para masyayikh yaitu asy-Syaikh Rabi' dan asy-Syaikh Ubaid serta yang lainnya tidak sendirian dalam mengeluarkan fatwa-fatwa ulama dunia Islam, bahkan hal ini telah diketahui hingga dari para ulama yang lain. Para ulama –seperti asy-Syaikh Ibnu Baz, asy-Syaikh al-Albani, dan asy-Syaikh al-Utsaimin– telah mengeluarkan fatwa-fatwa di banyak negeri seperti Afghanistan, al-Jazair, Yaman, Indonesia, dan yang lainnya.

Maka apa yang akan dikatakan oleh Khalid Abdurrahman tentang fatwa-fatwa para ulama Ahlus Sunnah tentang jihad di Afghanistan, jihad di Indonesia, memerangi kelompok-kelompok teroris di Libya, memerangi milisi Hutsiyun di Yaman dan di tempat-tempat yang lain yang difatwakan oleh banyak dari para ulama Ahlus Sunnah di Kerajaan Arab Saudi dan yang lainnya?!

※ Ketiga ※
Khalid Abdurrahman tidak menjelaskan kepada kita;
(•) Perkara apa yang dia ingkari terhadap para ulama?!
(•) Dan siapa yang mendahuluinya dalam melakukan pengingkaran tersebut serta apa hujjah mereka?!
(•) Apakah dia mengingkari perkara yang sifatnya dilakukan secara rahasia?!
(•) Ataukah dia mengingkari musyawarah yang dilakukan oleh para ulama?!
(•) Atau dia mengingkari para ulama atas fatwa-fatwa mereka tentang masalah-masalah kontemporer yang terjadi di negara lain yang bukan negara mereka?!
(•) Ataukah dia menyangka bahwa para ulama akan mengirim para pemuda Arab Saudi (ke medan jihad) –sebagaimana yang dilakukan oleh hizbiyyun dari kelompok al-Ikhwan al-Muslimun dan yang lainnya– tanpa izin dari pemerintah?!

(a) — Jika Khalid Abdurrahman mengingkari perkara yang sifatnya rahasia yang dilakukan oleh para ulama,

Maka kita katakan kepadanya,
     “Perkara yang sifatnya rahasia berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain sesuai dengan pihak-pihak yang merahasiakan urusan mereka sesuai dengan tujuan mereka.”

Jadi perkara yang sifatnya rahasia jika dilakukan oleh kelompok pergerakan atau sekelompok pemuda yang dengan perkara yang sifatnya rahasia tersebut mereka ingin menyembunyikan masalah-masalah dari para ulama, maka ini adalah perkara yang sifatnya rahasia yang tercela, karena itu artinya pada mereka terdapat penyimpangan yang mereka tidak ingin para ulama mengetahuinya.

Namun jika yang dimaksud adalah para ulama yang kokoh ilmunya menyembunyikan sebagian masalah-masalah dari orang-orang awam dan yang semisal mereka maka tidak ada yang melarang.[³]

Jadi jika para ulama merahasiakan sebagian perkara dakwah atau fatwa-fatwa kontemporer dari orang-orang awam, maka tidak ada dalil yang melarang, dan perkara yang sifatnya rahasia di sini bukan seperti yang dilakukan oleh Khawarij yang mereka takut jika pemerintah mengetahui rahasia dan keyakinan mereka.

Fatwa-fatwa para ulama kita di Arab Saudi terus bermunculan dalam masalah-masalah kontemporer dan sampai ke negara-negara lain di dunia seperti Yaman, Suriah, al-Jazair, Irak, dan yang lainnya sejak beberapa tahun lalu, dan tidak ada seorangpun yang mengingkarinya dan tidak pula ada perintah yang melarang fatwa-fatwa tersebut, karena fatwa-fatwa mereka sama sekali tidak menyinggung pemerintah sedikitpun.

(b) — Jika yang dia maksud adalah mengingkari musyawarah,

Maka musyawarah yang dilakukan oleh seorang ulama dengan para ulama yang lainnya merupakan perkara yang disyariatkan pada perkara-perkara yang sisi kebenarannya kurang jelas, karena seorang ulama terkadang membutuhkan dan terkadang tidak.

—(▴) Catatan kaki: (▴)— 

[³] Al-Bukhari mengatakan pada kitab al-Ilmu dalam Shahihnya, “Bab Orang yang Mengkhususkan Ilmu Kepada Suatu Kaum karena Khawatir Mereka tidak Memahami.” — Kemudian beliau berdalil dengan hadits Mu'adz bin Jabal.

Dan dengan hadits yang sama asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berdalil dalam kitab at-Tauhid dengan mengatakan, “Masalah ke-16: Bolehnya menyembunyikan ilmu untuk maslahat. Karena Nabi [ﷺ] melarang Mu'adz agar jangan memberi tahu kepada seorangpun bahwa Allah tidak akan memasukkan ke neraka orang yang tidak menyekutukan Allah sedikitpun.”

▾▾▾

(03)
(c) — Jika yang dia maksud adalah mengingkari para ulama atas fatwa mereka tentang hal-hal kontemporer yang terjadi di negara lain,

Maka hukum asalnya boleh, bahkan terkadang bisa wajib hukumnya, dan kita menuntutnya untuk menunjukkan dalil yang melarangnya.

(d) — Jika yang dia maksud adalah mengingkari pengiriman para pemuda Arab Saudi yang dilakukan oleh para ulama tanpa seizin pemerintah,

Maka ini tidak pernah terjadi sama sekali, dan para ulama dakwah salafiyyah termasuk orang yang paling jauh dari hal-hal seperti itu, dan Khalid Abdurrahman perlu untuk menunjukkan bukti bahwa para ulama salafiyyun berfatwa kepada para pemuda Arab Saudi agar keluar untuk berjihad di luar Arab Saudi.

※ Keempat ※
Adapun berkaitan dengan ucapannya tentang asy-Syaikh Rabi' dan para ulama yang bersama beliau bahwa mereka telah menyimpang dari as-Sunnah dan terjatuh pada ucapan Khawarij,

Maka kita katakan kepadanya,
    “Sesungguhnya engkau belum pantas untuk mengeluarkan vonis besar semacam ini, dan engkau jangan menganggap dirimu tidak mungkin sebagai pihak yang menyimpang dari as-Sunnah, dan pemahamanmu tentang masalah-masalah ini telah menyimpang dari jalan yang benar, dan engkau jangan menganggap dirimu tidak mungkin sebagai orang yang menempuh langkah-langkah Khawarij, karena Khawarij dikenal suka memvonis sesat terhadap para ulama, menyebut para ulama besar sebagai orang-orang dungu, kurang ajar terhadap mereka, dan memisahkan diri dari mereka.”

Inilah kesimpulan hal-hal yang diingkari oleh Khalid Abdurrahman terhadap para ulama[⁴], dan yang aneh adalah bahwasanya Khalid Abdurrahman memiliki rekaman suaranya sekitar 5 tahun lalu yang padanya dia mengarahkan pada fatwa-fatwa tentang Libya kepada asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri dan dia mengatakan:

     “Beliau memiliki kekhususan dalam bidang ini.”

Dan dia juga mengatakan bahwa asy-Syaikh Rabi' mempersaksikan untuk beliau bahwa beliau adalah Imam dalam as-Sunnah.

※ [ 3 ] 🔥 Duhai kiranya Khalid Abdurrahman al-Mishri mengambil nasehat asy-Syaikh Rabi' agar semangat menuntut ilmu dan sibuk berdakwah di negaranya Mesir[⁵], serta tidak memperbanyak safar ke negara-negara Teluk karena negaranya sendiri membutuhkan para dai untuk berdakwah. Seandainya dia mengambil nasehat asy-Syaikh Rabi' niscaya itu lebih baik baginya dibandingkan berbicara tentang masalah-masalah yang dia tidak dia pahami dengan baik.

✍️Ditulis oleh Ali al-Hudzaifi
— Ahad, 12 Jumadal Akhirah 1440H


—(▴) Catatan kaki: (▴)— 

[⁵] Dia meninggalkan negaranya Mesir dan berhenti berdakwah di sana, dan pergi ke Kuwait dan tinggal di sana beberapa pekan atau lebih, maka bagaimana akan meraih ilmu orang yang caranya seperti ini?!

Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, sungguh saya kasihan kepadanya dan menginginkan kebaikan untuknya, maka saya menasehatinya agar introspeksi diri dan meninggalkan jalan yang dia tempuh ini.

Url: http://bit.ly/Fw400608
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @JujurlahSelamanya / Dari: https://t.me/SheikhAliAlHuthaifi/377

🚇PEMBELAAN TERHADAP AL-ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH (03)

[ Bantahan Terhadap Khalid Abdurrahman al-Mishri ]

❱ Asy-Syaikh Raid bin Abdul Jabbar al-Mahdawi hafizhahullah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، أما بعد:

[ + ] Telah sampai kepada saya audio buruk dari seseorang yang telah nampak jelas manhajnya yang buruk yang bernama Khalid Abdurrahman Zaki al-Mishri,

— Di dalamnya dia mencela salah seorang imam dalam agama menurut penilaian kami dan Allah yang lebih mengetahui keadaan beliau, yaitu guru kita al-Imam Rabi' yang semoga Allah memperpanjang usia beliau di atas as-Sunnah sebagai penghancur punggung ahli bid'ah dan menyingkap kedok orang-orang yang mengaku sebagai salafiyyun.

— Diantara yang terdapat dalam audio tersebut adalah
(•) dia menyebut bahwa asy-Syaikh Rabi' menetapkan manhaj Khawarij
(•) dan mendukung majelis-majelis syura yang sifatnya rahasia
(•) serta beliau telah menyimpang dari manhaj salaf menurut dia,
... semoga Allah Ta'ala membalasnya dengan yang setimpal.

Maka saya katakan:

※ [ 1 ] 🔥 Ciri-ciri ahli bid'ah yang diketahui oleh salafiyyun
— adalah mencela dan menjatuhkan kehormatan para ulama Ahlus Sunnah.

Sedangkan ciri-ciri Ahlus Sunnah
— adalah mencintai para ulama Ahlus Sunnah, membela mereka, mendoakan kebaikan dan memohon ampunan untuk mereka.


※ [ 2 ] 🔥 Tidak aneh ucapan semacam ini muncul di waktu ini secara khusus yang padanya anak-anak panah para pencela menghujani asy-Syaikh Rabi'

(•) untuk merealisasikan keinginan mereka yang lama terpendam
(•) dan keinginan pihak yang mendorong, mendukung, dan membiayai mereka,

... dalam rangka menjatuhkan asy-Syaikh Rabi' dan manhaj salaf yang jelas yang beliau pegangi yang membuat mereka tidak bisa tidur dan cemas serta menyingkap kedok mereka.

— Dan setiap kali mereka selalu mengorbankan seorang yang dungu, gegabah, suka mengobarkan fitnah, dan berani dengan lancangnya menunjukkan kebatilan.

(•) Dan orang yang terakhir adalah teman mereka ini,
(•) dan dia ini tidaklah menambah mereka selain kerugian dan terbongkarnya kedok mereka,
... sedangkan asy-Syaikh Rabi' tetap kokoh dan manhaj beliau mendapatkan kemenangan.


※ [ 3 ] 🔥 Orang yang mensifati asy-Syaikh Rabi' bahwa beliau menetapkan madzhab Khawarij,

— bisa jadi dia seorang yang bodoh tentang madzhab Khawarij, kacau pemahamannya, dan rusak pemikirannya,

— dan bisa jadi dia seorang yang bodoh terhadap manhaj asy-Syaikh Rabi' dan rancu dalam memahami manhaj salaf sehingga tidak bisa membedakan antara as-Sunnah dengan bid'ah,

— atau bisa jadi sebenarnya dia mengetahui kebenaran yang ditempuh oleh asy-Syaikh Rabi' sebagaimana dia mengenal anak-anaknya sendiri, hanya saja dia memiliki tujuan busuk yang hatinya penuh dengan kemarahan mendidih terhadap imam jarh wa ta'dil sehingga lisannya pun menumpahkan isi hatinya.


※ [ 4 ] 🔥 Khalid al-Mishri menyebut asy-Syaikh Rabi' sebagai ulama dan orang tua serta termasuk ulama besar dan tokoh, dan beliau setelah karunia Allah memiliki jasa besar kepadanya –yaitu kepada Khalid– dan kepada Ahlus Sunnah di zaman kita.

— Pujian ini ibarat menaburkan abu ke mata dan merupakan kedustaan yang terbongkar karena menyelisihi apa yang dia tetapkan dan dia vonis di akhir ucapannya bahwa asy-Syaikh Rabi' telah menyimpang dari manhaj salaf dan telah menyelisihi salah satu prinsip dasar salaf yang disepakati!

— Cara penuh makar seperti ini dengan memuji kemudian mencela kita kenal sejak dahulu sebagai cara yang ditempuh oleh Abul Hasan al-Ma'ribi dan siapa saja yang terjungkal dalam setiap fitnah setelahnya.

Jadi engkau wahai Khalid menempuh cara mereka itu, bukan menempuh jalan yang benar dan jelas sebagaimana yang engkau klaim.

— Dan antara dirimu dan para pendahulumu yang suka mencela itu terdapat satu perbedaan:
(•) yaitu engkau berani lancang melakukan apa-apa yang tidak berani mereka lakukan
(•) dan engkau mendobrak apa yang tidak mampu mereka lakukan.

▾▾▾

(02)
※ [ 5 ] 🔥 Asy-Syaikh Rabi' hafizhahullah ketika membantah tuduhan tentang majelis-majelis rahasia,

(•) beliau membedakan antara amalan rahasia yang dilakukan oleh orang-orang harakah (pergerakan) hizbiyyah yang isinya persiapan untuk memberontak melawan pemerintah, merencanakannya, dan baiat rahasia yang ini semua merupakan manhaj Khawarij,

(•) dengan musyawarah diantara para ulama yang tidak akan melarangnya kecuali orang yang bodoh, dan tidak akan menyebutnya sebagai manhaj Khawarij kecuali seorang pengusung kebatilan.

((⚙️)) Jadi musyawarah diantara para ulama
√- yang membahas masalah-masalah ilmiah,
√- terkhusus masalah-masalah besar dan kontemporer, seperti masalah jihad, upaya menciptakan ketenangan masyarakat, dan hubungan antara pemerintah dan rakyat,
... ini semua tidak bisa dijadikan bahan untuk mencela mereka.

((⚙️)) Bahkan itu termasuk keutamaan mereka
— karena keinginan kuat mereka bagi keselamatan para pemuda dan keumuman manusia dengan membimbing mereka kepada maslahat agama dan dunia mereka.

((⚙️)) Dan ini termasuk perjanjian yang Allah ambil dari para ulama,
— sehingga dari sisi mana kritikannya dan di mana letak manhaj Khawarijnya?!


※ [ 6 ] 🔥 Apa yang keluar dari para ulama berupa hukum-hukum tentang syariat dan bimbingan-bimbingan tentang perkara-perkara besar atau kontemporer, tentang fitnah, dan tentang keadaan masyarakat bukanlah perkara yang sifatnya rahasia dan tidak pula tertutup untuk seorangpun,
— sama saja apakah hal itu berupa tulisan maupun ucapan yang dinukil oleh manusia dan mereka amalkan konsekuensinya serta benar-benar diketahui oleh pemerintah.

Jadi ucapan bahwa ini termasuk manhaj Khawarij;
(•) merupakan intrik jahat yang tujuannya untuk menghasut pemerintah agar menyalahkan asy-Syaikh Rabi' dan manhaj yang beliau tempuh. Dan perkara ini telah jelas sekali dan bukti-buktinya banyak pada fitnah Muhammad bin Hadi yang terakhir ini.


※ [ 7 ] 🔥 Prinsip-prinsip pokok Ahlus Sunnah jelas dan diketahui oleh para penuntut ilmu pemula.

— Maka anggapannya dalam audio suaranya bahwa musyawarah yang dilakukan oleh para ulama yang membahas maslahat umat dan masalah-masalah besar seputar jihad dan yang lainnya sebagai perbuatan rahasia yang bid'ah dan bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok Ahlus Sunnah adalah kebodohan yang memalukan dan kesalahan fatal dari orang yang mengklaim bahwa dirinya di atas manhaj yang benar dan jelas.


※ [ 8 ] 🔥 Yang wajib atas Khalid al-Mishri untuk introspeksi diri dan bertaubat dari ucapannya serta menampakkan hal itu kepada khalayak umum.

√- Karena kembali kepada kebenaran lebih baik dibandingkan terus menerus dalam kebatilan.

√- Seharusnya dia membela as-Sunnah dan prinsip-prinsip pokok dakwah salafiyyah yang benar-benar nyata diselisihi oleh dedengkot fitnah terakhir ini yaitu Muhammad bin Hadi.

Saya berharap si pencela ini tidak termasuk orang-orang yang disebut sebagai Khawarij (keras dan ekstrim) ketika bersikap terhadap para ulama, namun Murji'ah (lembek dan meremehkan) jika menyikapi orang-orang yang menyimpang dan ahli bid'ah.

✍️Ditulis oleh Raid bin Abdul Jabbar al-Mahdawi
— 13 Jumadal Akhirah 1440 H

Url: http://bit.ly/Fw400609
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @JujurlahSelamanya / Dari: https://t.me/raedalmihdawi/1006

🚇SEORANG YANG DUNGU DAN LANCANG (KHALID AL-MISHRI)[¹] MENYEBUT MUSYAWARAH YANG DILAKUKAN OLEH PARA ULAMA SEBAGAI PENYIMPANGAN??!!

[ Al-Imam Ahmad Tidak Meninggalkan Musyawarah ]

(i) ❱ Al-Imam Ibnu Muflih menukil dari al-Imam al-Marrudzi yang menceritakan tentang al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:

{ كان أبو عبد الله لا يدع المشورة إذا كان في أمر، حتى إن كان ليشاور من هو دونه، وكان إذا أشار عليه من يثق به، أو أشار عليه من لا يتهمه من أهل النسك من غير أن يشاوره قَبِلَ مشورته. }

[ + ] “Abu Abdillah (al-Imam Ahmad) tidak meninggalkan musyawarah jika beliau sedang dalam sebuah urusan,

— bahkan sungguh beliau pernah bermusyawarah
(•) dengan orang yang di bawah beliau,
(•) dan jika ada orang yang beliau percaya
(•) atau orang yang tidak beliau curigai dari orang-orang yang baik agamanya memberi saran kepada beliau tanpa beliau minta
... maka beliau menerima sarannya.”

📚[Al-Adab asy-Syar’iyyah, 1/323]

* * *

[ Musyawarah Adalah Wasiat Salaf Yang Berdasarkan Al-qur'an Dan As-sunnah ]

(ii) ❱ Al-Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

{ واللَّهِ! ما استشارَ قومٌ قطُّ إلَّا هُدُوا لأفضَلِ ما بِحَضرتهم. }

[ + ] “Demi Allah, tidaklah suatu kaum bermusyawarah kecuali mereka akan ditunjukkan kepada urusan yang terbaik yang sedang mereka hadapi.”

Kemudian beliau membaca firman Allah Ta'ala:

{ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ. }

“Dan urusan mereka diselesaikan dengan musyawarah diantara mereka.” [Asy-Syura: 38]

📚[Al-Adab al-Mufrad, no. 258]

* * *

[ Orang-Orang Yang Beriman Dipuji Karena Melakukan Musyawarah ]

(iii) ❱ Al-Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata:

{ لأن المؤمنين إذا تشاوروا في أمور دينهم متبعين الحق في ذلك، لم يُخلِّهم الله عز وجل من لطفه، وتوفيقه للصواب من الرأي والقول فيه. }

[ + ] “Karena orang-orang yang beriman jika mereka bermusyawarah dalam urusan agama mereka dengan mengikuti kebenaran dalam hal itu, maka Allah Azza wa Jalla tidak akan menelantarkan mereka dari kelembutan-Nya dan taufik-Nya untuk terarah kepada pendapat dan ucapan yang benar.”

Para ulama mengatakan bahwa hal itu sesuai dengan firman-Nya ketika memuji orang-orang yang beriman:

{ وأمرُهم شُورَى بَينَهُم }

“Dan urusan mereka diselesaikan dengan musyawarah diantara mereka.” [Asy-Syura: 38]

📚[Jami'ul Bayan, 6/190]

•• ✘ ~ ✘ ~ ✘ ••

((⚙️)) Lalu yang aneh datang sang jongos bayaran (Khalid al-Mishri) yang menyebut musyawarah yang dilakukan oleh para ulama sebagai penyimpangan!!

—(▴) Catatan kaki: (▴)—

[¹] Seperti yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Huzhaifi hafizhahullah.

Url: http://bit.ly/Fw400610 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Tg @JujurlahSelamanya
(i) Dari: Twitter { https://goo.gl/WXszUH }
(ii) Dari: Twitter { https://goo.gl/bXto8N }
(iii) Dari: Twitter { https://goo.gl/NAcW9d }

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar...