TADABBUR SURAT AL-KAHFI AYAT 30-31


✅ Ayat ke-30 Surat al-Kahfi

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجۡرَ مَنۡ أَحۡسَنَ عَمَلًا

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Kami tidak akan menyia-nyiakan balasan (kebaikan) bagi orang yang baik amalannya."

Orang yang berbuat baik (ihsan) dalam amalannya adalah yang ikhlas dan mencontoh Nabi _shalallahu 'alaihi wa sallam_ (penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin).

Setiap kebaikan yang dilakukan dalam keadaan beriman, Allah tidak akan membiarkannya tanpa balasan. Bahkan, Allah akan membalas dengan balasan kebaikan yang berlipat. Termasuk orang-orang yang dulunya beramal dengan syariat tertentu dari Allah kemudian syariat itu dihapus, maka amalannya akan mendapatkan balasan kebaikan berlipat dari Allah.

Sebagian Sahabat Nabi, saat terjadi perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, bertanya-tanya bagaimana dengan saudara-saudara kami yang dulu sebelum pemindahan kiblat shalat menghadap Baitul Maqdis. Apakah amalan shalat mereka dulu tidak sia-sia, karena saat ini sudah terjadi pemindahan kiblat?

Allah turunkan firman-Nya,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ

"Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan iman (shalat) kalian." (Q.S. Al-Baqarah ayat 143) (H.R. Al-Bukhari dari al-Bara’ bin Azib)

Seseorang yang dulu berbuat kebaikan di masa sebelum masuk Islam, kemudian ia masuk Islam, kebaikan itu tidaklah terhapuskan.

عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِى عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىْ رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ أَوْ صِلَةِ رَحِمٍ أَفِيهَا أَجْرٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَسْلَمْتَ عَلَى مَا أَسْلَفْتَ مِنْ خَيْرٍ ».

Dari Ibnu Syihab ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Urwah bin az-Zubair, bahwasanya Hakim bin Hizam–semoga Allah meridhainya–, mengabarkan kepadanya bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang amal kebaikan yang aku lakukan di Masa Jahiliah seperti sedekah, memerdekakan budak, menyambung silaturahmi. Apakah itu mendatangkan pahala?" Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda, "Engkau telah masuk Islam dengan membawa kebaikan yang telah lalu." (H.R. Muslim)

Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim, disebutkan bahwa Hakim bin Hizam dulu di Masa Jahiliah memerdekakan 100 budak dan bersedekah sebanyak 100 ekor unta. Hakim bin Hizam juga menyatakan, "Tidaklah aku tinggalkan perbuatan kebaikan yang aku lakukan di Masa Jahiliah, kecuali aku akan lakukan hal serupa dalam Islam."

Sedangkan orang yang berbuat kebaikan, namun ia bukanlah seorang yang beriman, tidak pernah masuk Islam selama hidupnya, tidak meyakini adanya hari pembalasan, maka kebaikannya tidak bernilai sedikitpun di akhirat nanti.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِى الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ قَالَ « لاَ يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى يَوْمَ الدِّينِ ».

Dari Aisyah–semoga Allah meridhainya–ia berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, Ibnu Jud’an dulu di Masa Jahiliah suka menyambung silaturahmi, memberi makan orang miskin, apakah hal itu bermanfaat bagi dia?" Nabi menyatakan, "Tidak bermanfaat bagi dia, karena sehari pun ia tidak pernah berdoa, 'Wahai Rabbku ampuni dosaku pada hari pembalasan." (H.R. Muslim)

✅ Ayat ke-31 Surat al-Kahfi

أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُ يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٖ وَيَلۡبَسُونَ ثِيَابًا خُضۡرٗا مِّن سُندُسٖ وَإِسۡتَبۡرَقٖ مُّتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۚ نِعۡمَ ٱلثَّوَابُ وَحَسُنَتۡ مُرۡتَفَقٗا

"Mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapatkan surga ‘adn yang mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Dipakaikan perhiasan gelang-gelang dari emas, dan dikenakan pakaian hijau dari sutra yang halus dan sutra yang tebal. Mereka bertelekan (duduk santai) di dalam surga di atas dipan-dipan yang dihias. Itu adalah sebaik-baik pahala dan sebaik-baik tempat beristirahat."

Allah menyebutkan pada ayat ini sebagian kenikmatan surga yang akan didapatkan oleh orang yang beriman dan beramal saleh, yaitu, mengalir di bawahnya sungai-sungai, diberi perhiasan gelang emas, memakai pakaian hijau yang indah dari sutra halus dan sutra yang tebal. Duduk santai dengan penuh ketentraman dan damai di atas dipan-dipan tinggi yang dihias. Itu adalah sebaik-baik balasan dan sebaik-baik tempat beristirahat.

(Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله)

WhatsApp al I'tishom

➖ ➖ ➖ ➖ ➖
🕌 _“Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”_

📲 Ayo Join dan Share :
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
↘️ Faedah:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
↘️ Poster dan Video:
🖼 telegram.me/galerifaedah
↘️ Kunjungi Website Kami:
🌏 www.riyadhussalafiyyin.com

1 komentar :

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam. [HR. Al-Bukhori, 6018. Muslim, 47]