PERINGATAN DARI ACARA TAHUN BARU DAN HURA-HURA PERAYAAN MALAM PERGANTIAN TAHUN


๐ŸŽ™Oleh:
_Al Ustadz Muhammad As Sewed Hafizhahullah_

๐Ÿ“… Tausiyah Pendidikan Anak Saat Bagi Raport Santri | Ahad,15 Rabi'ul Awwal 1437 H - 27 Desember 2015 M l Ma'had Dhiyaus Sunnah Cirebon

๐Ÿ…พ [durasi 03:43- 1,1 MB]



๐Ÿ”Œ (TRANSKRIP)

"..Kemudian, selain itu.. berkenaan dengan liburan kita ini berdekatan dengan Tahun Baru, maka sekali lagi saya ingatkan tolong kita kerjasama.. di pondok kita jaga mereka, di rumah tentunya orangtua yang menjaganya....

INI MASA-MASA HURA - HURA...
Orang-orang yang tidak dekat dengan agama, maka mereka memiliki segala macam acara-acara maksiat:  Apakah panggung gembira, atau acara ini... acara bergadang segala macam..

SEHINGGA ANAK - ANAK TIDAK USAH KELUAR RUMAH DI MALAM TAHUN BARU DAN JUGA PARA ORANG TUA MENJAGA MEREKA AGAR TIDAK KEMANA - MANA.. Ramainya jalan GAK MASUK AKAL. MEREKA SEAKAN - AKAN MEMILIKI KELAINAN JIWA....

Karena hari ini dengan hari kemarin gak beda ! Waktunya sama 24 jam, setiap jamnya sama 60 menit. Dibilang malam panjang, dibilang malam...Sama saja!! NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TANGGAL SATU DENGAN TANGGAL DUA SEMBILAN.. NGGAK ADA PERBEDAAN ANTARA TAHUN LALU DENGAN TAHUN YANG AKAN DATANG DALAM BENTUK HARINYA GAK ADA PERBEDAAN..... !

Bahkan yang berbeda adalah umurmu telah bertambah satu tahun. Dan itu na'udzubillah, mendekatkan dirimu kepada KEMATIAN... BUKAN SENANG HARUSNYA. Berarti umur saya sudah berkurang lagi, kemarin baru sekian... sekarang sekian..

Ikhwani fiddiin a'azzakumullah...
Apakah itu patut dirayakan...???
SAMA SEKALI TIDAK ADA SUNNAHNYA, NGGAK ADA ATURANNYA... LAA FIIL KITAB, WA LAA FIIS SUNNAH, WA LAA FII FI'LISH SHAHABAH, WA LAA TABI'IN, WA LAA TABI'IT TABI'IN, WA LA AIMMAH....

Itupun kalau tahunnya tahun baru Islam... APALAGI TAHUN BARU MASEHI, YANG KAITANNYA DENGAN MASIHI, DENGAN AGAMA NASRANI...KAITANNYA DENGAN AGAMA MEREKA.

Tahun Hijryiyah saja tidak dianjurkan untuk dirayakan. NGGAK ADA SUNNAHNYA, Apalagi tahun baru masehi... Namanya masehi...

Ikhwani fiddin a'azzakumullah,
Kaum muslimin yang saya hormati, ikhwan at-thalabah, wa ahan, ikhwanil aba al 'izzah.. INI PERKARA YANG BETUL - BETUL HARUS KITA PERHATIKAN, KAITANNYA DENGAN APA YANG SUDAH KITA BAHAS TADI,YAITU UCAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู‚ُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠูƒُู…ْ ู†َุงุฑًุง

_"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.."_ [QS. at-Tahrรฎm/66:6]


••••
๐Ÿ’พ  JOIN http://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
๐Ÿ€  www.alfawaaid.net

RITUAL PENYEMBELIHAN HEWAN UNTUK SESAJI/SESAJEN ADALAH KESYIRIKAN

::
๐Ÿš‡ RITUAL PENYEMBELIHAN HEWAN UNTUK SESAJI/SESAJEN ADALAH KESYIRIKAN *:


Masuk Neraka karena Seekor Lalat


Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda,

“Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat. Ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.”

Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?”

Beliau ๏ทบ menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati daerah suatu kaum yang memiliki sesembahan selain Allah Ta'ala. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban sesuatu untuk sesembahan tersebut. Mereka mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, ‘Berkorbanlah.’

Dia menjawab, ‘Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.’

Mereka pun mengatakan, ‘Berkorbanlah walaupun dengan seekor lalat.’

Dia pun berkorban dengan seekor lalat sehingga mereka pun memperbolehkannya lewat dan meneruskan perjalanan. Karena itulah, dia masuk neraka.

Mereka juga mengatakan kepada lelaki yang kedua, ‘Berkorbanlah.’

Dia menjawab, ‘Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah Ta'ala.’

Mereka pun memenggal lehernya dan karena itulah dia masuk surga.” (HR. Ahmad dalam az-Zuhd [no. 15 & 16], Abu Nu’aim dalam al-Hilyah [1/203], dari Thariq bin Syihab, dari Salman al-Farisi Radhiyallahu 'anhu secara mauquf dengan sanad yang sahih)

❗️Perhatikanlah hadits di atas dengan baik!

Tradisi atau ritual penyembelihan binatang adalah ibadah sehingga harus dilaksanakan sesuai dengan aturan Allah Ta'ala, baik dalam hal tujuan, waktu, tempat, maupun niatnya.

Adalah sebuah dosa besar, bahkan dosa terbesar, saat seorang hamba menyembelih hewan untuk selain Allah Ta'ala. Entah untuk memohon bantuan makhluk gaib, harmonisasi manusia dengan alam, meredakan amarah makhluk halus, atau sebab-sebab kesyirikan lainnya.

Menyembelih hewan dalam rangka ritual adalah perbuatan yang tidak boleh dipersembahkan kepada selain Allah Ta'ala. Barang siapa melakukannya, Allah Ta'ala akan melaknatnya. Pelakunya telah melakukan kemusyrikan.

Apabila ia mati dalam keadaan tidak bertaubat, ia akan dihukum kekal di dalam neraka. Surga haram baginya. Seluruh amalnya akan musnah bagaikan debu yang beterbangan. Penyesalan dan kesedihan, itulah kesudahan yang akan dia rasakan pada hari kemudian.

Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa tradisi atau ritual semacam ini adalah tindakan yang sangat membahayakan. Perbuatan yang mereka lakukan bukan menolak bala, tetapi justru mengundang murka Allah Ta'ala.

Contoh terbaru adalah ritual penyembelihan korban terkait dengan bencana meletusnya gunung Merapi. Paguyuban Kebatinan Tri Tunggal (PKTT) Yogyakarta menggelar ritual tolak bala pada Senin (8/11/2010) malam.

Ritual yang bernama asli Kuat Maheso Luwung Saji Rojosunya tersebut dimaksudkan agar warga Yogyakarta dan sekitarnya terhindar dari marabahaya akibat letusan Merapi. Ritual yang dipusatkan di sekitar kawasan Tugu ini diawali dengan mengarak kerbau bule.

Puncak acara diisi dengan pemotongan seekor kerbau bule dan sembilan ayam jago jurik kuning sebagai sesaji untuk makhluk-makhluk halus. Kepala kerbau dan sembilan jago jurik kuning itu rencananya akan dibawa ke lereng Merapi untuk ditanam di sana.


(*) Judul utama dari tim redaksi channel @ForumBerbagiFaidah

••••
Sumber: https://www.google.co.id/amp/asysyariah.com/tradisi-menyembelih-di-masyarakat/amp/

HENTIKANLAH...ITU

๐Ÿ’๐Ÿ“SAUDARAKU, HENTIKANLAH...ITU MENDATANGKAN KEMURKAAN ALLAH

Duka dan kesedihan berlanjut....

Terbaru kita mendengar berita musibah bencana Tsunami di Anyer Kabupaten Serang Provinsi Banten Indonesia.
Saudaraku....

Kesedihan kita beriringan dengan doa, semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa para korban muslim yang meninggal. Semoga korban yang terluka segera mendapatkan kesembuhan.

Pelajaran berharga yang bisa dilakukan adalah menghindari hal-hal yang dimurkai oleh Allah Ta’ala di masa mendatang. Kita punya kewajiban itu. Saling mengingatkan.

Mari kita tinggalkan semua yang dilarang dan dimurkai oleh Allah, baik itu kekufuran dan kesyirikan, kebid’ahan, ataupun kemaksiatan. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan taufiq kepada kita semua.

Salah satu perbuatan yang dianggap ringan, namun sebenarnya sebuah dosa yang tidak bisa diremehkan, adalah nyanyian dan musik.

Saudaraku, mari simak sabda Nabi shollallahu alaihi wasallam berikut ini. Anda boleh tidak menerima ucapan dan kalimat saya, namun jangan tolak sabda junjungan kita bersama, teladan termulia, Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

✅Hadits pertama:

ุนَู†ْ ุนِู…ْุฑَุงู†َ ุจْู†ِ ุญُุตَูŠْู†ٍ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ูِูŠ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃُู…َّุฉِ ุฎَุณْูٌ ูˆَู…َุณْุฎٌ ูˆَู‚َุฐْูٌ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ู…ِู†ْ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َุชَู‰ ุฐَุงูƒَ ู‚َุงู„َ ุฅِุฐَุง ุธَู‡َุฑَุชْ ุงู„ْู‚َูŠْู†َุงุชُ ูˆَุงู„ْู…َุนَุงุฒِูُ ูˆَุดُุฑِุจَุชْ ุงู„ْุฎُู…ُูˆุฑُ

Dari Imron bin Hushain –semoga Allah meridhainya- bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Pada umat ini akan ada yang mengalami adzab (dari Allah) berupa ditenggelamkan ke dalam tanah, diubah wujud fisiknya, dan dilempari dengan bebatuan dari atas. Seorang laki-laki muslim berkata: Wahai Rasulullah, kapankah itu akan terjadi? Nabi bersabda: Jika sudah tersebar *para penyanyi, alat-alat musik*, dan khamr banyak diminum (H.R atTirmidzi, dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah as-Shahih)

✅Hadits kedua:

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: " ุฅِุฐَุง ุงุณْุชَุญَู„َّุชْ ุฃُู…َّุชِูŠ ุฎَู…ْุณًุง ูَุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ุฏَّู…َุงุฑُ، ุฅِุฐَุง ุธَู‡َุฑَ ุงู„ุชَّู„َุงุนُู†ُ، ูˆَุดَุฑِุจُูˆุง ุงู„ْุฎُู…ُูˆุฑَ، ูˆَู„َุจِุณُูˆุง ุงู„ْุญَุฑِูŠุฑَ، ูˆَุงุชَّุฎِุฐُูˆุง ุงู„ْู‚ِูŠَุงู†َ، ูˆَุงูƒْุชَูَู‰ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ُ ุจِุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ، ูˆَุงู„ู†ِّุณَุงุกُ ุจِุงู„ู†ِّุณَุงุกِ

 Dari Anas (bin Malik) –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Jika umatku telah menghalalkan 5 hal, mereka akan mendapat kebinasaan. Yaitu, jika sikap saling melaknat (dan mencela) telah nampak (dan tersebar), mereka meminum khamr, (para lelaki) memakai sutera, *dan mereka (banyak) memanfaatkan para penyanyi*, serta kaum lelaki merasa cukup dengan lelaki dan kaum wanita merasa cukup dengan wanita (merebaknya LGBT, homoseksual dan lesbian, pent)(H.R al-Baihaqiy dalam Syuabul Iman, dinyatakan hasan li ghoyrihi oleh Syaikh al-Albaniy)

✅Hadits ketiga:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฃُู…َุงู…َุฉَ ู‚َุงู„َ ู†َู‡َู‰ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ْ ุจَูŠْุนِ ุงู„ْู…ُุบَู†ِّูŠَุงุชِ ูˆَุนَู†ْ ุดِุฑَุงุฆِู‡ِู†َّ ูˆَุนَู†ْ ูƒَุณْุจِู‡ِู†َّ ูˆَุนَู†ْ ุฃَูƒْู„ِ ุฃَุซْู…َุงู†ِู‡ِู†َّ

Dari Abu Umamah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melarang dari menjual penyanyi. Beliau melarang pula dari membelinya (nyanyian), penghasilan darinya, dan memakan harga akibat perbuatannya (menyanyi) (H.R Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al-Albaniy).

Semoga ketiga hadits ini yang diriwayatkan dari 3 Sahabat Nabi yang berbeda, cukup sebagai nasihat bagi kita.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan taufiq, rahmat, pertolongan, dan ampunan-Nya kepada segenap kaum muslimin

(Abu Utsman Kharisman)

๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก
WA al I'tishom

Mengajari Anak Mencintai Pemerintah Muslim

Terkadang secara tak sadar, orang tua menanamkan kepada anak rasa ketidakpuasan terhadap penguasa negerinya. Lewat obrolan dengan orang lain, meluncur ungkapan-ungkapan celaan bahkan hujatan terhadap sang penguasa. Tampaknya hanya sekadar curhat. Namun, tanpa disangka, sepasang telinga kecil menangkap pembicaraan itu, lalu menghunjam di sanubarinya.
Berbekal opini dari orang tuanya terhadap penguasanya yang dipandang penuh kekurangan, tumbuhlah dia sebagai pemuda yang tidak puas dan benci dengan pemerintahnya. Tinggallah orang tua yang terhenyak, saat suatu hari nama anaknya tercatat sebagai anggota teroris. Wal ‘iyadzu billah….
Kita tentu tak pernah berharap hal itu terjadi pada diri kita dan anak-anak kita. Bahkan kita mohon perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla agar dijauhkan dari itu semua.
Selain doa yang kita panjatkan, tentu ada upaya yang harus ditempuh oleh orang tua dalam membimbing anaknya. Kita harus mengetahui bimbingan syariat dalam hal ini. Sembari memohon pertolongan dan taufik dari Allah ‘azza wa jalla, kita akan menelaah masalah ini melalui kitab Tarbiyatul Aulad fi Dhau’il Kitabi was Sunnah.
Dalam poin pembahasan Tarbiyatuhum ‘ala Mahabbatil ‘Ulama wa Wulatil Amr dijelaskan bahwa di antara hal penting yang harus diperhatikan oleh ayah dan ibu adalah mendidik anak-anak untuk mencintai ulama dan pemimpin negerinya.
Para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan dirham atau dinar, tetapi sematamata mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil ilmu tersebut, berarti dia telah mengambil bagian yang melimpah dari warisan tersebut.
Di samping itu, apabila orang tua menanamkan pada diri anak sikap keraguan terhadap para ulama dan ilmu mereka, tidak menghormati mereka, serta menyebutkan kesalahan-kesalahan mereka di hadapan anak, semua ini akan menimbulkan bahaya besar bagi umat. Sebab, ilmu diambil dari para ulama, begitu juga syariat Islam diambil dari jalan mereka pula. Sikap yang demikian kadangkala akan membawa kehancuran bagi syariat Islam.
Ketika anak tumbuh dewasa kelak, dia akan mencari orang yang akan diambil ilmunya. Dia tidak akan mengambil dari para ulama, karena sudah dibuat ragu terhadap para ulama dan ilmu mereka. Mereka akan mengambil ilmu dari para ulama sesat dan orang-orang yang berpemikiran menyimpang. Akhirnya, anak akan menjadi alat untuk merusak masyarakat.
Adapun ulil amri adalah orang-orang yang menangani segala urusan rakyat, menegakkan syariat, memelihara stabilitas keamanan, serta menjaga persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, Allah ‘azza wa jalla berfirman,
ูŠَٰุٓฃَูŠُّู‡َุง ูฑู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุٓงْ ุฃَุทِูŠุนُูˆุงْ ูฑู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุงْ ูฑู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆْู„ِูŠ ูฑู„ุۡฃَู…ุۡฑِ ู…ِู†ูƒُู…ۡۖ
        “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, taatlah kalian kepada Rasul, dan taatilah ulil amri di antara kalian.” (an-Nisa: 59)
Ulil amri yang dimaksud dalam ayat adalah para ulama dan penguasa. Akan tetapi, sangat disayangkan, sebagian kaum muslimin di berbagai forum melakukan ghibah dan namimah terhadap penguasa. Mereka menyingkap dan mengungkap kesalahan-kesalahan mereka. Padahal kalau dia mau melihat kekurangan dan kesalahan dirinya sendiri, niscaya lebih banyak daripada kesalahan penguasa yang dia ungkapkan. Cukuplah bagi seseorang mendapatkan dosa jika dia memberitakan semua yang didengarnya.
Amat disayangkan pula, anak-anak duduk di majelis yang semacam ini. Mereka menyerap ucapan seperti ini dan tumbuh dewasa di atas kebencian terhadap para ulama dan penguasanya. Semua ini akan menjadi sebab timbulnya kerusakan, munculnya tuduhan bid’ah atau fasik terhadap ulama dan penguasa tanpa dilandasi ilmu.
Seringkali ucapan yang dinukil tentang ulama dan penguasa tersebut adalah kedustaan dan kebohongan, tanpa ada hujah dan bukti. Itu semata-mata propaganda musuh Islam dan musuh akidah yang murni ini.
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah berkata, “Bukan merupakan manhaj salaf, perbuatan menyebarkan aib-aib penguasa dan menyebut-nyebutnya di atas mimbar. Ini akan menyeret pada penentangan serta keengganan untuk mendengar dan menaati penguasa dalam hal yang ma’ruf. Perbuatan tersebut juga akan menyebabkan sikap memberontak yang amat berbahaya dan sama sekali tak ada manfaatnya.
“Jalan yang ditempuh oleh para salaf adalah menasihati penguasa secara empat mata, menulis surat kepada mereka, atau menyampaikannya melalui para ulama yang dapat menyampaikan hal itu kepada penguasa, sehingga ulama tersebut bisa mengarahkan sang penguasa pada kebaikan.” (al-Ma’lum min Wajibil ‘Alaqah bainal Hakim wal Mahkum, hlm. 22)
Manhaj salaf dalam menyikapi kesalahan penguasa adalah tidak mengingkari kemungkaran penguasa secara terbuka, tidak pula menyebarkan kesalahan-kesalahan penguasa di hadapan banyak orang. Sebab tindakan tersebut bisa menyeret pada berbagai hal buruk yang lebih besar, dan berujung pemberontakan kepada penguasa.
Pernah ada yang bertanya kepada Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, “Mengapa Anda tidak menemui Utsman untuk menasihatinya?”
Usamah pun menjawab, “Apakah kalian anggap aku ini harus memperdengarkan kepada kalian jika aku menasihatinya? Sungguh, aku telah menasihatinya empat mata. Aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membuka (secara terang-terangan, -ed.) suatu perkara!” (Dikeluarkan al-Imam Ahmad dalam al-Musnad, 36/117, 21784, al-Bukhari no. 3267, Muslim no. 2989; dan lafadz ini dalam riwayat Muslim)
Diterangkan oleh al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah, “Yang dimaksud oleh Usamah, beliau tidak ingin membuka pintu mujaharah (terang-terangan) mengingkari penguasa, karena mengkhawatirkan berbagai dampak buruknya. Beliau justru bersikap lemah-lembut dan menasihatinya secara diam-diam.
Sebab, nasihat dengan cara seperti ini lebih layak diterima.” (Dinukil dalam Fathul Bari, 13/67, 7098)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan, “Ada orang-orang yang setiap majelisnya berisi pembicaraan jelek terhadap penguasa, menjatuhkan kehormatan mereka, menyebarkan keburukan dan kesalahan mereka, tanpa memedulikan sama sekali berbagai kebaikan dan kebenaran yang ada pada penguasa tersebut. Tidak diragukan lagi, melakukan cara-cara seperti ini dan menjatuhkan kehormatan penguasa tidak akan menambah apa-apa selain memperberat masalah.
“Cara seperti ini tidak bisa memberikan solusi dan tidak melenyapkan kezaliman. Ia justru hanya menambah musibah bagi suatu negeri, menimbulkan kebencian dan antipati terhadap pemerintah, serta memunculkan keengganan untuk melaksanakan perintah penguasa yang seharusnya wajib ditaati.”
“Tidaklah kita ragukan bahwa terkadang pemerintah melakukan hal-hal yang negatif atau berbuat kesalahan, seperti halnya anak Adam yang lainnya. Setiap anak Adam pasti banyak berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak salah adalah yang banyak bertobat (sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Kita pun tidak menyangsikan bahwa kita tidak boleh mendiamkan seorang pun yang berbuat kesalahan. Semestinya kita menunaikan kewajiban nasihat bagi Allah ‘azza wa jalla, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah muslimin, serta bagi seluruh kaum muslimin sesuai kemampuan kita.”
“Apabila kita melihat kesalahan penguasa, kita sampaikan secara langsung, baik melalui lisan maupun tulisan yang ditujukan kepada mereka (bukan dengan mengumbar aib mereka di hadapan khalayak, di mimbar-mimbar atau media massa), menasihati mereka dengan menempuh jalan yang paling dekat untuk menjelaskan kebenaran kepada mereka dan menerangkan kesalahan mereka. Kemudian kita beri nasihat, kita ingatkan kewajiban mereka agar menunaikan dengan sempurna hak orang-orang yang ada di bawah kekuasaan mereka dan menghentikan kezaliman mereka terhadap rakyatnya.” (Wujubu Tha’atis Sulthan fi Ghairi Ma’shiyatir Rahman, hlm.23—24)
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahmenerangkan, “Membicarakan aib penguasa adalah perbuatan ghibah dan namimah, di mana keduanya adalah keharaman terbesar setelah syirik. Apalagi jika ghibah atau namimah itu ditujukan pada ulama dan penguasa, ini lebih parah lagi. Sebab, bisa menyeret pada berbagai kerusakan: memecah-belah persatuan, buruk sangka terhadap pemerintah, dan menumbuhkan pesimisme serta keputusasaan pada diri rakyat.” (al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As’ilatil Manahijil Jadidah, hlm. 60)
Tentang masalah ini, para ulama Ahlus Sunnah—baik yang terdahulu maupun sekarang—berdalil dengan hadits-hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya:
  1. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
        ู…َู†ْ ุฑَุฃَู‰ ู…ِู†ْ ุฃَู…ِูŠุฑِู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง ูŠَูƒْุฑَู‡ُู‡ُ ูَู„ْูŠَุตْุจِุฑْ، ูَุฅِู†َّู‡ُ ู…َู†ْ ูَุงุฑَู‚َุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉَุดِุจْุฑًุง ูَู…َุงุชَ، ู…َุงุชَ ู…ِูŠุชَุฉً ุฌَุงู‡ِู„ِูŠَّุฉً
“Barang siapa melihat pada penguasanya sesuatu yang dia benci, hendaknya dia bersabar. Sebab, orang yang memisahkan diri dari jamaah (penguasa) satu jengkal saja lalu dia mati, matinya seperti mati orang jahiliah.”[1]
  1. Dari ‘Iyadh bin Ghunm radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
ู…َู†ْ ุฃَุฑَุงุฏَ ุฃَู†ْ ูŠَู†ْุตَุญَ ู„ِุฐِูŠ ุงู„ุณُّู„ْุทَุงู†ِ ูَู„َุง ูŠُุจْุฏِ ู„َู‡ُ ุนَู„َุงู†ِูŠَุฉً، ูَู„ْูŠَุฃْุฎُุฐْ ุจِูŠَุฏِู‡ِูَุฅِู†ْุณَู…ِุนَ ู…ِู†ْู‡ُ ูَุฐَู„ِูƒَ، ูˆَุฅِ ูƒَุงู†َ ุฃَุฏَّู‰ ุงู„َّุฐِูŠ ุนَู„َูŠْู‡ِ
Barang siapa ingin menasihati penguasa, janganlah dia sampaikan secara terbuka. Hendaknya dia gamit tangan penguasa itu (untuk menasihatinya secara diam-diam). Jika penguasa itu mau mendengar (nasihatnya –pen.), itulah yang diharapkan. Jika tidak, dia telah menunaikan kewajibannya.”[2]
  1. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
ู†َู‡َุงู†َุง ูƒُุจَุฑَุงุคُู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ، ู‚َุงู„ُูˆุง :ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ: ู„ุงَุชَุณُุจُّูˆุงุฃُู…َุฑَุงุกَูƒُู…ْ، ูˆَ ุชَุบُุดُّูˆู‡ُู…ْ، ูˆَ ุชُุจْุบِุถُูˆู‡ُู…ْ، ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ، ูˆَุงุตْุจِุฑُูˆุง ูَุฅِู†َّุงู„ْุฃَู…ْุฑَู‚َุฑِูŠุจٌ
“Dahulu kami dilarang oleh para tokoh kami dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jangan kalian mencela penguasa kalian, jangan mengkhianati mereka, dan jangan pula membenci mereka. Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersabarlah, karena urusannya dekat’.”[3]
  1. Dari Ziyad al-‘Ad i , beliau menceritakan, “Aku pernah bersama Abu Bakrah di bawah mimbar Ibnu ‘Amir yang saat itu sedang berkhutbah sembari mengenakan pakaian sutra.
Abu Bilal berkata, ‘Coba kalian lihat pimpinan kita, dia mengenakan pakaian orang-orang fasik!’
Abu Bakrah pun menyahut, ‘Diam! Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
ู…َู†ْ ุฃَู‡َุงู†َ ุณُู„ْุทَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฃَู‡َุงู†َู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ
Barang siapa menghinakan penguasa Allah di dunia, niscaya Allah akan hinakan dia.”[4]
Demikian ini adalah pengajaran dari Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap hamba, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk ditanamkan kepada anak-anaknya.
Wallahu a’lamu bish-shawab.
(Diterjemahkan dari kitab Tarbiyatul Aulad fi Dhau’il Kitabi was Sunnah, karya ‘Abdus Salam bin ‘Abdillah as-Sulaiman, hlm.39—42, oleh Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)
[1] HR. al-Imam Ahmad (4/290)(2487), al-Imam al-Bukhari (7053,7143), dan al-Imam Muslim (1849)(55).
[2] HR. al-Imam Ahmad (24/48-49)(15333) dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah (2/507)(1096).
[3] HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah (2/474)(1015) dan al-Baihaqi dalam al-Jami’ li Syu’abil Iman (10/27) (7117).
[4] HR. al-Imam Ahmad dalam al-Musnad (34/79)(20433), at-Tirmidzi (2224) dan lafadz ini dalam riwayat beliau. Beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib.

SEBUAH RENUNGAN, PERAYAAN TAHUN BARU

Ditulis Oleh: Al Ustadz Qomar ZA, Lc.

Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, bebarapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.

Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.

Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฏْ ุฃَุจْุฏَู„َูƒُู…ْ ุจِู‡ِู…َุง ุฎَูŠْุฑًุง ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ุฃَุถْุญَู‰ ูˆَูŠَูˆْู…َ ุงู„ْูِุทْุฑ

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.  *[Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]*

Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih]. Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.

Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. *[Bida’ Hauliiyyah]*

Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyembah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.

Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?

๐ŸŒ Kunjungi Selengkapnya || http://forumsalafy.net/sebuah-renungan-perayaan-tahun-baru/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž

KETENARAN ADALAH UJIAN YANG SANGAT BERAT DIRASAKAN OLEH ORANG-ORANG BESAR

๐Ÿ’๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒน KETENARAN ADALAH UJIAN YANG SANGAT BERAT DIRASAKAN OLEH ORANG-ORANG BESAR

Suatu hari Ishaq bin Hanbal menemui keponakannya yaitu al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dalam keadaan beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, maka pamannya berkata kepada beliau, "Wahai anak saudaraku, kenapa engkau bersedih?!" Maka beliau mengangkat kepalanya dan menjawab:

ูŠุง ุนู…، ุทูˆุจู‰ ู„ู…ู† ุฃุฎู…ู„ ุงู„ู„ู‡ ุฐูƒุฑู‡.

"Wahai pamanku, beruntunglah bagi siapa saja yang Allah menjadikan dirinya tidak terkenal."

๐Ÿ“š Al-Jarh wat Ta’dil, jilid 1 hlm. 306 dan Thabaqat al-Hanabilah, jilid 1 hlm. 12

๐ŸŒ Sumber || https://twitter.com/alrohaily1437/status/880527512438222848

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž

DIANTARA DAMPAK BURUK KEMAKSIATAN


┏๐Ÿ“œ๐Ÿ“š๐Ÿ“–━━━━━━━━━━━━━━┓
 Majmu'ah Riyadhussalafiyyin
┗━━━━━━━━━━━━━━๐Ÿ“–๐Ÿ“š๐Ÿ“œ┛

๐Ÿ“œ DIANTARA DAMPAK BURUK KEMAKSIATAN

▪ Anggapan buruk terhadap kemaksiatan menjadi lenyap dari dalam hati, hingga menjadi sebuah kebiasaan baginya. Perhatian seluruh manusia terhadap dirinya dan pembicaraan mereka tentang dirinya tidak lagi dianggap buruk bagi dirinya. (*)

▪ Dan ini di sisi para pelaku maksiat merupakan puncak keterbukaan dan sempurnanya kelezatan.(**)
Sampai-sampai salah seorang dari mereka merasa bangga dengan kemaksiatan, dan dia menceritakan kemaksiatan tersebut kepada orang yang tidak mengetahui bahwa dia melakukannya. Maka dia mengatakan, "Wahai Fulan, aku telah melakukan ini dan itu."

⚠ Manusia semisal ini tidaklah diampuni dan jalan taubat telah tersumbat bagi mereka, serta secara umum telah tertutup pintu-pintu taubat bagi mereka. Seperti sabda Nabi ๏ทบ :

"ูƒู„ ุฃู…ุชูŠ ู…ุนุงูู‰ً ุฅู„ุง ุงู„ู…ุฌุงู‡ุฑูŠู†. ูˆุฅู†ّ ู…ู† ุงู„ุฅุฌู‡ุงุฑ ุฃู† ูŠุณุชุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุจุฏ، ุซู… ูŠُุตุจِุญ ูŠูุถَุญ ู†ูุณู‡، ูˆูŠู‚ูˆู„: ูŠุง ูู„ุงู† ุนู…ู„ุชُ ูŠูˆู… ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง: ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง، ููŠู‡ุชูƒ ู†ูุณَู‡، ูˆู‚ุฏ ุจุงุช ูŠุณุชุฑู‡ ุฑุจู‡"

[[ Setiap ummatku akan diampuni kecuali mujahirin (orang yang terang-terangan bermaksiat). Termasuk bentuk terang-terangan adalah Alloh telah menutupi seorang hamba, kemudian di pagi hari membongkar dirinya sendiri. Dia mengatakan, "Wahai Fulan, pada hari ini dan pada hari itu aku telah melakukan ini dan itu." Sehingga dia menyingkap dirinya sendiri padahal sungguh dia bermalam dalam keadaan Robbnya telah menutupinya.]]

๐Ÿ“— (Diriiwayatkan oleh Al-Bukhoriy dan Muslim)

๐Ÿ“š Ad-Da'u wad Dawa' hal. 89 - 90, harya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rohimahulloh.


➖ ➖ ➖ ➖ ➖
๐Ÿ“ Catatan Kaki :
(*) tidak lagi merasa malu berbuat maksiat dihadapan manusia, demikian pula meskipun manusia membicarakan kemaksiatan-kemaksiatan dirinya.

(**) merasakan kesenangan dan kelezatan dengan berbuat maksiat secara terbuka dihadapan banyak orang.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
ุฃู†ู‡ ูŠู†ุณู„ุฎ ู…ู† ุงู„ู‚ู„ุจ ุงุณุชู‚ุจุงุญُู‡ุง، ูุชุตูŠุฑ ู„ู‡ ุนุงุฏุฉً، ูู„ุง ูŠَุณุชู‚ุจุญ ู…ู† ู†ูุณู‡ ุฑุคูŠุฉَ ุงู„ู†ุงุณ ู„ู‡، ูˆู„ุง ูƒู„ุงู…َู‡ู… ููŠู‡.
ูˆู‡ุฐุง ุนู†ุฏ ุฃุฑุจุงุจ ุงู„ูุณูˆู‚ ู‡ูˆ ุบุงูŠุฉ ุงู„ุชู‡ุชّูƒ ูˆุชู…ุงู… ุงู„ู„ุฐุฉ، ุญุชّู‰ ูŠูุชุฎุฑ ุฃุญุฏู‡ู… ุจุงู„ู…ุนุตูŠุฉ، ูˆูŠุญุฏّุซ ุจู‡ุง ู…ู† ู„ู… ูŠุนู„ู… ุฃู†ู‡ ุนู…ู„ู‡ุง، ููŠู‚ูˆู„: ูŠุง ูู„ุงู† ุนู…ู„ุชُ ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง!
ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุถุฑุจ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ ู„ุง ูŠُุนุงูَูˆู†، ูˆุชุณุฏّ ุนู„ูŠู‡ู… ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุชูˆุจุฉ، ูˆุชุบู„ู‚ ุนู†ู‡ู… ุฃุจูˆุงุจู‡ุง ููŠ ุงู„ุบุงู„ุจ، ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ- ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -: "ูƒู„ ุฃู…ุชูŠ ู…ุนุงูู‰ً ุฅู„ุง ุงู„ู…ุฌุงู‡ุฑูŠู†. ูˆุฅู†ّ ู…ู† ุงู„ุฅุฌู‡ุงุฑ ุฃู† ูŠุณุชุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุจุฏ، ุซู… ูŠُุตุจِุญ ูŠูุถَุญ ู†ูุณู‡، ูˆูŠู‚ูˆู„: ูŠุง ูู„ุงู† ุนู…ู„ุชُ ูŠูˆู… ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง: ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง، ููŠู‡ุชูƒ
ู†ูุณَู‡، ูˆู‚ุฏ ุจุงุช ูŠุณุชุฑู‡ ุฑุจู‡" (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…)

๐Ÿ“‘ Ustadz Muhammad Rofi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

➖ ➖ ➖ ➖ ➖
๐Ÿ•Œ “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan barokah lebih banyak dan lebih besar, insyaa Allah.”

๐Ÿ“ฒ Ayo Join dan Share :
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“š Fawaaid: t.me/Riyadhus_Salafiyyin

๐Ÿ–ผ Poster dan Video:
▶️ instagram.com/galerifaedah
▶ mobile.twitter.com/galerifaedah
▶ telegram.me/galerifaedahz

MENCUKUPIKAH WUDHU' SA'AT MANDI

๐Ÿ’ฆKAIDAH MANDI YANG MENCUKUPI DARI WUDHU

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

❓Pertanyaan:
Apakah mandi mencukupi dari wudhu?

Syaikh: Mandi dari apa
?

Penanya: Mandi seperti mandi Jumat

☝️Jawab Syaikh: Mandi Jumat tidak mencukupi karena mandi Jumat tidak mengangkat hadats. Adapun mandi junub, maka mencukupi dari wudhu. Dalil tentang mandi janabah mencukupi dari wudhu adalah firman Allah ta'ala: "Dan jika kamu  junub, maka mandilah (al-Maidah: 6)
Pada ayat tersebut tidak disebutkan wudhu.

✏️Berkata al-Imam Ibnu Baz: Adapun mandi Jumat, maka jika dia berkehendak, berwudhu sebelumnya dan jika dia berkehendak, dia berwudhu setelahnya. Sehingga tidak cukup mandi semata, bahkan harus berwudhu sebelum atau setelah mandi

๐Ÿ“šMajmu' Fatawa Ibnu Baz 29/94

๐Ÿ’ป๐Ÿ”
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120308
๐Ÿ“ฑ๐Ÿ“กAL-UKHUWWAH

๐Ÿ“http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
JOIN:
Http://tlgrm.me/anNajiyahBali

๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ
ูˆุณุฆู„ ุฃูŠุถุง ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡
ู‡ู„ ุงู„ุบุณู„ ูŠุฌุฒุฆ ุนู† ุงู„ูˆุถูˆุก؟ ุงู„ุดูŠุฎ: ุงู„ุบุณู„ ู…ู† ู…ุงุฐุง؟ ุงู„ุณุงุฆู„: ุงู„ุบุณู„ ูƒุบุณู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ.
ูุฃุฌุงุจ:ุบุณู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ุง؛ ู„ุฃู† ุบุณู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ูŠุณ ุนู† ุญุฏุซ، ุฃู…ุง ุบุณู„ ุงู„ุฌู†ุงุจุฉ ููŠุฌุฒูŠ ุนู† ุงู„ูˆุถูˆุก، ูˆุงู„ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ูŠุฌุฒุฆ ุนู† ุงู„ูˆุถูˆุก ู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰: {ูˆَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฌُู†ُุจุงً ูَุงุทَّู‡َّุฑُูˆุง} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:6] ูˆู„ู… ูŠุฐูƒุฑ ุงู„ูˆุถูˆุก.

 ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงุจู† ุจุงุฒ: ุฃู…ุง ุบุณู„ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูุฅู† ุดุงุก ุชูˆุถุฃ ู‚ุจู„ู‡، ูˆุฅู† ุดุงุก ุชูˆุถุฃ ุจุนุฏู‡، ูˆู„ุง ูŠูƒููŠ ุงู„ุบุณู„ ูˆุญุฏู‡، ุจู„ ู„ุง ุจุฏ ู…ู† ูˆุถูˆุก ู‚ุจู„ู‡ ุฃูˆ ุจุนุฏู‡.
(ู…ุฌู…ูˆุน ูุชุงูˆู‰ ุงุจู† ุจุงุฒ- 29/ 94)

WUDHU'

๐Ÿƒ๐Ÿ“• JANGAN TERBURU-BURU DALAM BERWUDHU` ๐Ÿ“’๐Ÿƒ
(Berikut ini ancamannya jika ada anggota tubuh yang masih kering)

➖➖➖➖

๐Ÿ“ Shahabat Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu ‘anhu, menceritakan;

๐ŸŒท Bahwa pada satu waktu, beliau pulang bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersama shahabat yang lain dari kota Mekkah menuju kota Madinah.

๐ŸŒป Di tengah perjalanan, tatkala di dapati sebuah oasis, sebagian shahabat tergesa-gesa melaksanakan sholat Ashar. Sampai-sampai wudhu` mereka pun terlalu cepat.

☑️ Tatkala rombongan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menyusul mereka. Ternyata didapati tumit-tumit mereka masih kering belum tersentuh air wudhu`.

‼️ Saat itulah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan mereka dengan suara keras:

ูˆَูŠْู„ٌ ู„ِู„ْุฃَุนْู‚َุงุจِ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ !!!  ุฃَุณْุจِุบُูˆุง ุงู„ْูˆُุถُูˆุกَ!

๐Ÿ”ฅ “Kebinasaan dari api Neraka bagi tumit-tumit itu !!! Sempurnakanlah wudhu` kalian !.”

๐Ÿ”˜ Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam sempat mengulanginya dua kali sampai tiga kali. Sebagaimana disebutkan dalam Shohih Al-Bukhori no.163.

๐Ÿ”ต Semoga kita bisa berhati-hati dalam berwudhu`. Tidak terburu-buru, tenang, dan membasuh setiap anggota tubuh yang wajib di basuh. _Aamiin_

Wallahul Muwaffiq


๐ŸŒ Sumber Rujukan: Shahih Al-Bukhori hadits no.60, 96, & 163 dan Shahih Muslim hadits no. (241)-26, (241)-27]
๐Ÿ“ Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum #wudhu
〰〰➰〰〰
๐ŸŠ Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Faedah Hadits Ringkas

๐ŸƒSilsilah amalan berpahala melimpah ke-9 : Siapakah calon penghuni Surga dan apa amalanya?  Siapakah calon prnghuni Neraka dan apa amalanya?

✅Dari Harits bin Wahbin radhiallahu 'anhu, Beliau berkata:

ุณู…ุนุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ((ุฃู„ุง ุฃُุฎุจِุฑูƒู… ุจุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ؟ ูƒู„ ุถَุนูŠู ู…ُุชَุถَุนِّู، ู„ูˆ ุฃู‚ْุณَู…َ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู„ุงَุจَุฑَّู‡ُ. ุฃู„ุง ุฃุฎุจุฑูƒู… ุจุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑ؟ ูƒู„ ุนุชู„ٍ ุฌูˆุงุธٍ ู…ุณุชูƒุจุฑٍ)) ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡.

"Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda :

" Maukah kalian kuberitahukan tentang penghuni surga ? Yaitu setiap orang yang lemah dan diremehkan oleh manusia, kalau dia (meminta) bersumpah  atas nama Allah pastilah Allah mengabulkannya,  Maukah kalian kuberitahukan tentang penghuni neraka? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kasar serta sombong".( Muttafaqun Alaihi).

✅Berkata Syeikh Utsaimin rahimahullah:

 ู‡ุฐู‡ ู…ู† ุนู„ุงู…ุงุช ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ؛ ุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูŠูƒูˆู† ุถุนูŠูุงً ู…ุชุถุนูุงً، ุฃูŠ: ู„ุง ูŠู‡ุชู… ุจู…ู†ุตุจู‡ ุฃูˆ ุฌุงู‡ู‡، ุฃูˆ ูŠุณุนู‰ ุฅู„ู‰ ุนู„ูˆ ุงู„ู…ู†ุงุฒู„ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง، ูˆู„ูƒู†ู‡ ุถุนูŠู ููŠ ู†ูุณู‡ ู…ุชุถุนู، ูŠู…ูŠู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฎู…ูˆู„ ูˆุฅู„ู‰ ุนุฏู… ุงู„ุธู‡ูˆุฑ؛ ู„ุฃู†ู‡ ูŠุฑู‰ ุฃู† ุงู„ู…ู‡ู… ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ ุฌุงู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„، ู„ุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุดุฑูŠูุงً ููŠ ู‚ูˆู…ู‡ ุฃูˆ ุฐุง ุนุธู…ุฉ ููŠู‡ู….ูƒู„ู‡ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุฐุง ู…ู†ุฒู„ุฉ ูƒุจูŠุฑุฉ ุนุงู„ูŠุฉ.

✏Dan ini termasuk dari ciri-ciri penghuni surga: Seorang muslim yang lemah serta diremehkan manusia, yang tidak memperdulikan kedudukan dan jabatan, atau tidak berambisi meraih jabatan yang tinggi didunia,  jiwanya merunduk rendah hati ( tidak suka popularitas), sesungguhnya dia melihat dan yang menjadi tujuan utamanya adalah meraih kedudukan  disisi Allah Ta'ala, Bukan sama sekali tujuanya kehormatan  ditengah kaumnya atau keagungan disisi mereka.
Semua tujuan tertuju pada Allah Ta'ala yg memiliki kedudukan, kebesaran serta kemuliaan

ู‡ุฐู‡ ุนู„ุงู…ุงุช ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑ.
((ุนุชู„)) : ูŠุนู†ูŠ ุฃู†ู‡ ุบู„ูŠุธ ุฌุงู، ู‚ู„ุจู‡ ุญุฌุฑ ูˆุงู„ุนูŠุงุฐ ุจุงู„ู„ู‡؛ ูƒุงู„ุญุฌุงุฑุฉ ุฃูˆ ุฃุดุฏ ู‚ุณูˆุฉ.
 ((ุฌูˆุงุธ ู…ุณุชูƒุจุฑ)) ุงู„ุฌูˆุงุธ ููŠู‡ ุชูุงุณูŠุฑ ู…ุชุนุฏุฏุฉ، ู‚ูŠู„ ุฅู†ู‡ ุงู„ุฌู…ูˆุน ุงู„ู…ู†ูˆุน، ูŠุนู†ูŠ ุงู„ุฐูŠ ูŠุฌู…ุน ุงู„ู…ุงู„ ูˆูŠู…ู†ุน ู…ุง ูŠุฌุจ ููŠู‡.

ูˆุงู„ุธุงู‡ุฑ ุฃู† ุงู„ุฌูˆุงุธ ู‡ูˆ ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุตุจุฑ، ูุฌูˆุงุธ ูŠุนู†ูŠ ุฌุฒูˆุน ู„ุง ูŠุตุจุฑุนู„ู‰ ุดูŠุก، ูˆูŠุฑู‰ ุฃู†ู‡ ููŠ ู‚ู…ุฉ ุฃุนู„ู‰ ู…ู† ุฃู† ูŠู…ุณู‡ ุดูŠุก

✏Dan ini termasuk ciri-ciri penghuni neraka :

Kata "Utullin: maknanya seorang yg bengis lagi kasar, hatinya membatu, seperti batu bahkan lebih keras lagi, kita berlindung kepada Allah dari hati seperti ini,

Kata " Jawwaadzhin mustakbirin : Aljawwaadzhu ada beberapa penafsiran, dikatakan maknaya adalah " Aljumu' Almanu' yakni orang yg suka menumpuk harta tapi engggan menunaikan kewajiban padanya,

Secara dhahir yg dimaksud " Aljawwaadzu" yaitu lelaki yang tidak sabar, sehingga kata jawwaadzhun artinya orang yang tidak bisa bersabar pada sesuatu,
Dia merasa dirinya berada dipuncak yg paling tinggi yg tiada bisa dijamah oleh sesuatu apapun.

_๐Ÿ“šAkhukum Fillah Ustadz Abu Amina Aljawiy_ *ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡*
_Dipondok Yatim Non Yatim Annashihah Cepu dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Ibnu Utsaimin Rahimahumullah._

๐ŸŒ  *Ayo Join dan Share* : http://t.me/pesantren_salaf_online

DIANTARA HAL-HAL YANG DIHARAMKAN ATAS KAUM MUSLIMIN KETIKA HARI RAYA NON MUSLIM

💥⚠⛔🔥 DIANTARA HAL-HAL YANG DIHARAMKAN ATAS KAUM MUSLIMIN KETIKA HARI RAYA NON MUSLIM

✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ berkata:

واحتفال النصارى بميلاد المسيح عليه الصلاة والسلام هو لهم، ولكن لا يجوز للمسلمين أن يشاركوهم في أعيادهم، ولا أن يهدوا لهم هدية وقت أعيادهم، ولا ينبغي أن يقبلوا هداياهم وقت أعيادهم، ولا أن يبيعوا عليهم شيئا يستعينون به على الاحتفال بأعيادهم، كل هذا لا يصح، لأنه رضا بما كانوا عليه لو أن الإنسان فعله، والرضا بالكفر وأعياد الكفر محرم على المسلمين.

"Perayaan kaum Nasrani terhadap kelahiran al-Masih (Isa) alaihis shalatu was salam adalah untuk mereka. Kaum muslimin tidak boleh ikut serta dalam hari raya mereka, tidak boleh memberi hadiah kepada mereka ketika hari raya mereka, tidak sepantasnya menerima hadiah dari mereka ketika hari raya mereka, dan tidak boleh menjual kepada mereka sesuatu yang akan mereka gunakan untuk membantu perayaan hari raya mereka.

Ini semua tidak benar. Sebab, apabila seseorang melakukan hal-hal di atas, berarti menunjukkan keridhaan terhadap keyakinan mereka. Padahal ridha terhadap kekafiran dan perayaan kekafiran haram hukumnya atas kaum muslimin."

🌍 Sumber || https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=99903

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

HAKIKAT ZUHUD

✋🏻💐🌹📢 HAKIKAT ZUHUD

✍🏻 Al-Fudhail bin Iyadh _rahimahullah_ berkata:

“Pokok zuhud adalah keridhaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.”

● Beliau rahimahullah mengatakan juga:

“Qana’ah adalah zuhud, yaitu rasa cukup. Barang siapa merealisasikan keyakinan, percaya penuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam segala urusannya, ridha terhadap pengaturan-Nya, memutus ketergantungan kepada makhluk sembari berharap dan takut (kepada Allah), lalu hal menghalanginya untuk mencari dunia dengan cara-cara yang makruh; dia telah merealisasikan hakikat zuhud terhadap dunia. Ia pun menjadi orang yang paling berkecukupan. Jika ia tidak memiliki harta dunia sedikit pun, sebagaimana ucapan Ammar:

‘Cukuplah kematian menjadi penasihat.
Cukuplah keyakinan sebagai kecukupan.
Cukuplah ibadah sebagai kesibukan’.”

(Jami’ul Ulum wal Hikam hlm. 392)

🌏 Sumber || http://asysyariah.com/hakikat-zuhud/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

DAUROH SAMPIT DAN PT. STP3 SERUYAN

Dauroh Sampit 1440H

[] Audio Kajian Islam Ilmiah SAMPIT DAN PT. STP3 SERUYAN 08- 09 Des. 2018 M
[] Disampaikan oleh: Al-Ustadz Saiful Bahri Hafizhahumullah (pengasuh pondok pesantren Al-Manshuroh mujur kota Cilacap)
TEMA KE 1
"KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU AGAMA UNTUK KETAATAN KEPADA ALLAH"
[▶️] Sesi 1
Durasi - 00:50:31
14.4MB
[] Unduh di:
Sesi pertama
[▶️] Sesi 2
Durasi - 01:06:39
15.2MB
[] Unduh di:
Sesi Kedua
TEMA KE 2
"TANDA-TANDA HARI KIAMAT DAN CIRI UMAT AKHIR ZAMAN"
[▶️]
Durasi - 01:31:21
15.6MB
[] Unduh di:
Tema kedua
TEMA KE 3
"MENCARI REZEKI YANG HALAL DAN BAIK"
[▶️] Sesi 1
Durasi - 00:49:59
14.3MB
[] Unduh di:
Sesi pertama
[▶️] Sesi 2
Durasi 00:43:12
14.8MB
[] Unduh di :
Sesi kedua
Selengkapnya di : Dauroh PT. STP 3
Untuk Streaming dan Download Dengarkan di AUDIO DAUROH SAMPIT DAN PT. STP 3 SERUYAN
sumber chanel
AN-NAJIYA
Forum Salafiyyin Sampit

SUMBER KERUSAKAN DALAM AGAMA

SUMBER KERUSAKAN DALAM AGAMA

‘Ali bin Qasim Hanasy _rahimahullah_ mengatakan,
“Manusia terbagi menjadi tiga tingkatan:

1). Tingkatan tertinggi, yaitu para ulama kibar
Mereka mengetahui yang benar dan yang batil. Jika mereka berbeda pendapat, tidak akan muncul fitnah (kerusakan) dari perselisihan tersebut, karena mereka mengetahui ilmu yang dimiliki oleh pihak yang lain.

2). Tingkatan terendah, yaitu orang awam yang berada di atas fitrah
Mereka tidak lari dari kebenaran. Mereka hanya mengikuti orang yang mereka jadikan panutan. Jika panutan mereka berada di atas kebenaran, mereka pun serupa. Ketika panutan mereka berada di atas kebatilan, demikian pula keadaan mereka.

3). Tingkatan pertengahan
Inilah sumber keburukan dan asal munculnya fitnah (kerusakan) dalam agama. Ilmu mereka belum mapan sehingga tidak termasuk tingkatan pertama. Akan tetapi, mereka juga tidak meninggalkan ilmu sehingga tidak tergolong tingkatan terendah.
Ketika melihat seseorang yang termasuk tingkatan pertama mengatakan sesuatu yang tidak mereka ketahui dan menyelisihi keyakinan mereka yang keliru, mereka lemparkan panah-panah kecaman terhadapnya dan menyalahkannya dengan segala ucapan yang buruk.
Dengan berbagai pemalsuan yang batil, mereka mengubah fitrah tingkatan yang terendah sehingga tidak mau menerima kebenaran. Saat itulah, muncul fitnah (kerusakan) yang besar dalam agama.”
(al-Badru ath-Thali’ karya asy-Syaukani, 1/473)


Sumber || http://asysyariah.com/sumber-kerusakan-dalam-agama/
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

