SUNATULLAH DAN HIKMAH ALLAH جل جلاله KETIKA BADAI FITNAH MENERPA DAN JALAN KELUAR DARINYA

✍🏻 Group WhatsApp 💬 :
🌴 PENCARI AL-HAQ 🌴
~~~~~~~•¤•~~~~~~~

🍂 *SUNATULLAH DAN HIKMAH ALLAH جل جلاله KETIKA BADAI FITNAH MENERPA DAN JALAN KELUAR DARINYA* 🍂

💺 Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حفظه الله :

_🚩Anggota Badan Persatuan Ulama Besar Saudi Arabia dan Anggota Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa_ 💺📜

📝 "Tidak diragukan lagi bahwa fitnah itu telah muncul semenjak awal pertama kali penciptaan, menimpa Nabi Adam عليه السلام dan istrinya. Dan menimpa pula Bani Adam. Senantiasa akan terus ada dan akan semakin banyak pada akhir zaman.

🌹Allah سبحانه وتعالى berfirman, بسم الله الرحمن الرحيم ( artinya ) :

_🔸"Alif Laam Miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji?_
_Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."🔸_

📖 [QS. Al-'Ankabut : 1-3]

Maka fitnah pasti ada.
Dan sebagaimana kalian dengar dalam bacaan imam mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepadanya, firman Allah تبارك وتعالى (artinya) :

_🔸"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."🔸_

📖 [QS. Al-Baqarah : 155-157]

Allah جل وعلا menimpakan fitnah untuk membedakan atau mengetahui atau memisahkan mu'min yang jujur imannya, yang kokoh di atas agamanya, yang sabar terhadap apa yang menimpanya, dari munafik yang dusta yang menyimpang dari agamanya ketika terjadi fitnah, tidak sabar dan tidak kokoh.

🌹Allah جل جلاله berfirman (artinya) :

_🔸"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (dalam keraguan-pen/pent). Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata."🔸_

📖 [QS. Al-Haj : 11]

Maka orang munafiq tidak kokoh ketika terjadi fitnah. Dikarenakan tidak terdapat iman di dalam hatinya yang dapat menguatkannya. Akan tetapi, ia menampakkan keislamannya karena kemaslahatan duniawinya saja. Oleh sebab itu, jika datang fitnah maka tampaklah keadaannya dan terbongkarlah rahasianya.

Ini adalah hikmah dari Allah سبحانه وتعالى bahwasanya Dia menimpakan fitnah untuk membedakan atau memisahkan yang ini dari yang itu. Dan tidak membiarkan manusia dalam satu keadaan saja, tidak diketahui mu'min yang jujur dari munafiq yang dusta. Ini merupakan sunatullah سبحانه وتعالى terhadap makhluk-Nya.

Dan fitnah itu akan terus datang dan terus ada. Dan ketika fitnah itu menerpa, kokohlah orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jujur, hingga semakin jelas dan datanglah pertolongan Allah bagi mereka. Dan semakin terbongkarlah orang-orang munafiq dan yang dusta yang hanya menginginkan kemaslahatan duniawi saja, yang apabila kemaslahatan tersebut dijauhkan darinya maka dia tinggalkan agamanya yang dia pura-pura tampakkan tersebut. Hal ini adalah hikmah dari Allah عَزَّ وَجَلَّ.

🌹Allah جل شأنه berfirman (artinya) :

_🔸"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji?"🔸_

📖 [QS. Al-'Ankabut : 2]

Maka fitnah pasti berlaku dan semakin banyak di akhir zaman sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi ﷺ tentangnya dalam sabdanya (artinya),

_🔸"Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari dalam keadaan mu'min dan di sore hari dalam keadaan kafir. Dan di sore hari dalam keadaan mu'min dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya disebabkan karena ingin memperoleh sedikit keuntungan dunia."🔸_

Semakin banyak fitnah di akhir zaman sehingga permisalannya seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita.

Akan tetapi bagaimana jalan keluar darinya? Yaitu dengan mengikuti kitabullah سبحانه وتعالى dan sunnah Rosul-Nya ﷺ dan bersatunya kaum muslimin dibawah pemimpin mereka dan dibawah penguasa mereka, berpegang teguh dengan jama'ah kaum muslimin.

Merupakan perlindungan terbesar dari fitnah -bi idznillah- adalah berpegang teguh dengan jama'ah kaum muslimin dan pemimpin kaum muslimin. Oleh karenanya, ketika Hudzaifah Ibnu Yaman رضي الله عنه bertanya kepada Rosulullah ﷺ tentang fitnah, maka beliau ﷺ mengabarkan kepadanya tentang dua jenis fitnah, bahwa akan datang kebaikan kemudian akan datang pula setelahnya kejelekan, kemudian akan datang lagi kebaikan dan akan datang lagi kejelekan. Kemudian pada akhir hadits Rosulullah ﷺ menyampaikan bahwa di akhir zaman akan muncul para da'i (perhatikan ini! Da'i (pendakwah)! bukan orang kafir atau orang awam! Sebagaimana yang beliau حفظه الله sampaikan pada kesempatan lainnya, والله أعلم. Dan disebutkan pula dalam hadits ini ciri-ciri da'i tersebut bahwa mereka berkulit seperti kita/merupakan golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita-pen/pent), da'i yang berdiri di pintu neraka! Barangsiapa memenuhi seruan mereka, maka mereka akan menjebloskan atau melemparkannya kedalamnya. Lalu Hudzaifah bertanya, "Ya Rasulullah! Apa yang engkau perintahkan kepadaku apabila aku mendapatinya? Beliau ﷺ menjawab, "Pegang teguhlah jama'ah kaum muslimin dan pemimpin mereka! Pegang teguhlah jama'ah kaum muslimin dan pemimpin mereka!". Kemudian Hudzaifah bertanya lagi, "Ya Rasulullah! Apabila tidak terdapat jama'ah, tidak pula pemimpin?" Maha beliau ﷺ menjawab, "Tinggalkanlah seluruh kelompok-kelompok tersebut walau engkau menggigit akar pohon sampai datang ajal dan engkau tetap dalam keadaan seperti itu."

Hal ini menunjukkan bahwa berpegang teguh dengan jama'ah kaum muslimin dan pemimpin kaum muslimin merupakan sebab-sebab perlindungan dari fitnah dengan izin Allah سبحانه وتعالى. Oleh karena itu Allah جل وعلا berfirman (artinya) :

_🔸"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (pada masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan ketika itu kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk._
_Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung._
_Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan yang berat."🔸_

📖 [QS. Ali-Imran : 103-105]

Allah جل وعلا memerintahkan untuk berpegang teguh dengan tali agama-Nya yaitu Qur'an dan Sunnah Nabawiyyah.

_🔸"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."🔸_

Perpecahan adalah adzab dan persatuan adalah rahmat."

📝✍🏻 Dipetik dan diterjemahkan dari muhadhoroh Syaikh Shalih Al-Fauzan حفظه الله yang berjudul _"Ijtima'ul Kalimah wa Atsaruha fi Daf'il Fitan"_

=====================
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
📊 Channel Telegram 📮:
http://telegram.me/pencari

Komunis Sudah di Akhirat?

✅ *Komunis Sudah di Akhirat?*
☄☄☄☄☄☄
⏱ 29 September 2016

_ANTIKOMUNISME.COM_. Komunis sudah di alam akhirat. Komunis adalah masa lalu. Komunis adalah hantu warisan Orde Baru. Adalah sederet klausa yang nyaring disuarakan saat ada reaksi atas pelbagai peristiwa yang tajam dengan bau komunisme.

Kesimpulan yang hendak ditangkap, *PKI hanya bagian dari sejarah namun tak pernah berlumur darah. Bahkan dengan menenteng versi lain sejarah, PKI hanyalah korban*. Siapa yang mengungkap versi tersebut, benar-benar sejarawan atau bukan, didukung data atau tidak, menjadi tidak penting. Karena angin “reformasi” yang hingga kini masih bertiup, menjadikan apa-apa yang bertentangan dengan Orde Baru termasuk versi sejarah, sebagai sebuah kebenaran mutlak. Malah, peristiwa pemberontakan Madiun oleh PKI Musso dan Gerakan 30 September oleh PKI Aidit, dianggap basi dan bukti usang yang selalu diulang-ulang.

*Selengkapnya.....*

🖲http://antikomunisme.com/komunis-sudah-akhirat/

🎯✂🎯✂🎯✂🎯
🛡 *antikomunisme.com Cabut Komunisme Hingga ke Akarnya*

BARANGSIAPA MENYELISIHI IJMA' MAKA DIA KAFIR

✍🏻 Group WhatsApp 💬 :
🌴 PENCARI AL-HAQ 🌴
~~~~~~~•¤•~~~~~~~

📢 *BARANGSIAPA MENYELISIHI IJMA' MAKA DIA KAFIR* ‼⚠

💺 Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حفظه الله

🚩Anggota Badan Persatuan Ulama Besar Saudi Arabia dan Anggota Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa 💺📜

❓Pertanyaan :

Ahsanallahu ilaikum, penanya bertanya :

Apa makna ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله ,

🔸"Barangsiapa menyelisihi ijma' sungguh dia telah kafir"🔸?

✔ Jawaban :

🔈Na'am, Allah جل جلاله sendiri yang menyatakan tentang hal ini (dengan firman-Nya yang artinya),

_🔸"Dan barangsiapa yang menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan akan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."🔸_

📖 (QS. An-Nisa : 115)

🌷 Maka hal ini menunjukkan bahwa barangsiapa menyelisihi atau menentang ijma' maka dia kafir! Na'am."💥

📥💽🔈▶ Dengarkan audionya dibawah ini ⏬

=====================
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
📊 Channel Telegram 📮:
http://telegram.me/pencari

ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA PALING BERBAHAYA TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH

💥⚠⛔🔥 ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA PALING BERBAHAYA TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH

✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

الآن بعض الناس ينتسبون للدعوة السلفية، لكنهم عندهم منهج تمييعي، وهؤلاء مثل الواقفة أخطر المبتدعة على المنهج السلفي.

"Sekarang ini sebagian orang ada yang mengaku mengikuti dakwah Salafiyyah, namun pada mereka terdapat manhaj tamyi’iy (yang suka melembekkan atau menggembosi), dan mereka ini seperti kelompok Waqifah* yang merupakan ahli bid’ah yang paling berbahaya terhadap manhaj salaf."

📚 Adz-Dzari’ah Ila Bayani Maqashid Kitab asy-Syari’ah, jilid 1 hlm. 404

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/831820050822791168

* Waqifah adalah kelompok yang mengatakan, "Kami tidak mengatakan bahwa al-Qur'an adalah kalam (ucapan) Allah dan juga tidak mengatakan bahwa al-Qur'an adalah makhluq."

Al-Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang kelompok Waqifah ini beliau mengatakan:

«هُمْ شَرٌّ مِنَ الْجَهْمِيَّةِ»

"Mereka lebih buruk dibandingkan dengan Jahmiyyah."

📚 Lihat: Kitab as-Sunnah, karya Abdullah bin Ahmad, no. 185 (pent)

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

HUKUM DIAM TERHADAP KESALAHAN ORANG YANG MENYIMPANG KARENA KUATIR PERPECAHAN

🔥💥⚠️📛
HUKUM DIAM TERHADAP KESALAHAN ORANG YANG MENYIMPANG KARENA KUATIR PERPECAHAN

💺 *Asy-Syaikh Abdul Muhsin al-'Abbad al-Badr hafizhahullah* ditanya:

❓Apa nasehat anda-semoga Allah menjaga anda-terhadap orang yang berkata: "bantahan terhadap orang yang menyimpang menyebabkan perpecahan diantara kaum muslimin. Akan tetapi yang wajib adalah diam dari kesalahan, sehingga kalimat kaum muslimin menjadi satu."

📌 Beliau-hafizhahullah-menjawab:
"(Pernyataan) ini tidak benar! Ini adalah (pernyataan) yang bathil! Bahkan kesalahan itu -yakni- hendaklah dijelaskan dan diterangkan dan tidak dibiarkan.

🍃 Adapun perkara ditinggalkan (tidak dibantah) karena itu menyebabkan perpecahan (di tengah-tengah muslimin), (yang terjadi) bahkan perpecahan itu terjadi karena menyelisihi dan keluar dari jalan (yang lurus). Maka yang wajib adalah menjelaskan al-haq dan membantah kebatilan.

💬 Apabila orang yang terjadi kesalahan darinya bukanlah termasuk ahlul bid'ah, bahkan dia termasuk ahlus sunnah, dan terjadi kesalahan padanya, maka hendaklah dia dinasehati dan diperlakukan dengan lemah lembut. Karena tujuan (nasehat) adalah perbaikan."

💽 Syarh Sunan Abi Dawud kaset ke 338 menit 12:24

✒👣 Catatan Kaki:

✔ Yang diperlakukan dengan lemah lembut adalah ahlus sunnah. Bukan ahlul bid'ah. Maka semua hizbi, termasuk Halabiyyun, pembela Adnan 'Ar'ur yang menyetujui peluncuran roket Hutsiyyun ke Mekkah, tidak termasuk di dalamnya.

🍏 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

🔎 Muraja'ah: al-Ustadz Abu 'Utsman Kharisman hafizhahullah

=============================

🇸🇦 Arabic

‼️حكم السُّكوتِ على خَطأ المخالِف
خَشْيةَ الفُرْقَة! ❓
💡سئـــل الشيخ عبد المحسن العبَّاد البدر حفظه الله
ما نصِيحتُك - حفظك الله - لمن يقول : الردُّ على الْمُخالِف يُسبِّب الفُرْقَة بين المسلمِين َ؛ ولكن الواجِب السُّكوتُ على الخطأ ؛ حتَّى تجتمِعَ كلمةُ المسلمِين؟
📝فأجـــــــ قائلا ــــــــــاب :🍃
هذا غيرُ صحيح! هذا باطل! بل الخطأ -يعني- يُبيَّن ويُوضَّح ، ولا يُترَك .
وأمَّا قضية التَّرك من أجل أن هذا يُسبِّب فُرقَة ؛ بل الفُرقَة حصلت بالمخالفات والخروج عن الجادَّة ِ؛ فالواجب هو بيان الحق ِ والردُّ على الْمُبطِل .
وإذا كان الذي حصل منه الخطأ ليس من أهل البدع؛ وإنما هو من أهل السُّنَّة - وحصل الخطأ - فإنَّه يُناصَح ويُرفَق بِه ؛ لأنَّ المقصود هو الإصلاحُ.
📚المصدر:شرح سنن أبي داود للعلامة العباد【الشريط: 338/ الدقيقة:12:24】

@telegram.me/goresanfawaid/306
[ 29/11/2016 ]

〰〰〰〰〰〰✍🏻

📶 Dipublikasikan Ulang
🔄 WhatsApp Salafy Baturaja
⏭ Join Channel || http://t.me/salafybaturaja

📝 Kamis, 12 Jumadil Awwal 1438 H / 09 Februari 2017 M

PERMISALAN SEDERHANA UNTUK MENJELASKAN KEBUSUKAN ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA

✊🏻💥🚫🗯 PERMISALAN SEDERHANA UNTUK MENJELASKAN KEBUSUKAN ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA

✌🏻 Ada dua orang;
⏭ Yang pertama adalah Zaid, dia seorang yang terjatuh pada sebuah bid’ah atau beberapa bid’ah dan dia mengajak orang lain agar melakukan bid’ah tersebut.

⏭ Yang kedua adalah Ubaid, dia seorang yang mengingkari Zaid, membantahnya, dan mungkin mentahdzirnya.

🚫 Maka datanglah orang ketiga seorang yang lembek manhajnya dengan mengerahkan pasukannya yang berkuda dan yang berjalan kaki untuk menyerang Ubaid sebagai pihak yang mengingkari Zaid tadi, dan dia pun mulai menggunakan prinsip-prinsipnya yang lembek tersebut yang sifatnya mendorong sekaligus menakut-nakuti dengan mengatakan kepada Ubaid:

(1) Apakah Zaid seorang mubtadi'?!
(2) Apakah engkau ingin mengeluarkan Zaid dari salafiyyah?!
(3) Bukankah Zaid memiliki kebaikan-kebaikan, perjuangan, dan dakwah?!
(4) Apakah engkau telah menasehatinya?!
(5) Perbaikilah dan jangan melukai!
(6) Ucapanmu tidak memuaskan!
(7) Apakah Zaid sengaja dan bermaksud melakukan bid’ah?!
(8) Tidak boleh bagimu untuk menjarhnya, karena jarh wa ta’dil hanya berlaku khusus bagi riwayat!
(9) Mungkin saja dia telah bertaubat dari bid’ahnya!
(10) Prinsip-prinsipnya sesuai manhaj salaf!
(11) Bawalah ucapannya yang global kepada ucapannya yang terperinci!
(12) Ulama fulan saja memujinya!
(13) Apakah para ulama sepakat mentahdzirnya?!
(14) Engkau termasuk orang-orang yang ekstrim dan suka menjarh dan mentajrih!

⚙ Demikianlah, berbagai interogasi, interupsi, dan tuduhan terus tertuju kepada Ubaid, sementara kita menjumpai Zaid tidak perlu bersusah payah, karena telah dicukupi oleh orang yang lembek manhajnya ini tanpa perlu membantah, bahkan telah menyanjungnya, membelanya, dan mempromosikannya kepada manusia!

⚠ Maka pengaruh orang yang lembek manhajnya ini buruk karena menjadikan perjuangannya tertuju kepada upaya memerangi orang yang mengingkari kemungkaran dan menghadangnya, sementara orang yang terjatuh ke dalam kemungkaran dan bid’ah tidak hanya selamat dari serangannya, bahkan dia justru mendapatkan pembelaan dan perlindungan!

✋🏻 Jadi dia telah ikut andil dalam memperkokoh kekuatan ahli bid’ah, keras kepalanya, dan terus-menerus dalam kebathilannya!

🗯 Bayangkan, seandainya semua pihak sepakat untuk mengingkari ahli bid’ah ini dan menghadangnya secara total, niscaya tidak ada pilihan baginya selain bertaubat dan merasa hancur di hadapan sikap yang jelas dan keras pada tempatnya ini, atau minimalnya akan terbongkar kedoknya, jatuh, berakhir, dan padam, karena dia tidak menjumpai seorangpun yang mendukungnya!

📚 Sumber || https://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=145820

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/permisalan-sederhana-untuk-menjelaskan-kebusukan-orang-orang-yang-lembek-manhajnya/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA PALING BERBAHAYA TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH

💥⚠⛔🔥 ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA PALING BERBAHAYA TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH

✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

الآن بعض الناس ينتسبون للدعوة السلفية، لكنهم عندهم منهج تمييعي، وهؤلاء مثل الواقفة أخطر المبتدعة على المنهج السلفي.

"Sekarang ini sebagian orang ada yang mengaku mengikuti dakwah Salafiyyah, namun pada mereka terdapat manhaj tamyi’iy (yang suka melembekkan atau menggembosi), dan mereka ini seperti kelompok Waqifah* yang merupakan ahli bid’ah yang paling berbahaya terhadap manhaj salaf."

📚 Adz-Dzari’ah Ila Bayani Maqashid Kitab asy-Syari’ah, jilid 1 hlm. 404

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/831820050822791168

* Waqifah adalah kelompok yang mengatakan, "Kami tidak mengatakan bahwa al-Qur'an adalah kalam (ucapan) Allah dan juga tidak mengatakan bahwa al-Qur'an adalah makhluq."

Al-Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang kelompok Waqifah ini beliau mengatakan:

«هُمْ شَرٌّ مِنَ الْجَهْمِيَّةِ»

"Mereka lebih buruk dibandingkan dengan Jahmiyyah."

📚 Lihat: Kitab as-Sunnah, karya Abdullah bin Ahmad, no. 185 (pent)

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Katakan tidak untuk valentine

Katakan tidak untuk valentine

Katakan tidak untuk valentine

Katakan tidak untuk valentine

Katakan Tidak untuk valentine

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 47)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 4⃣7⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَدَلِيلُ التَّوَكُّلِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَعَلَى اللهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ}،
وقال: {وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ}

🔻 Dan dalil untuk Tawakkal (1⃣); adalah firman Allah –Ta’ala- (artinya):
”Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman.”  [ Al-Maidah:23 ]
Dan firmannya:
”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." [ Ath-Thalaaq:3 ]

〰〰〰
💢PENJELASAN:
Tentang: “Ibadah Tawakkal” (bagian 1)

1⃣ Pengertian Tawakkal:
🔻 Dalam istilah bahasa Arab, Tawakkal berarti menampakkan ketidak berdayaan serta menyandarkan diri kepada selainmu. [ Ash-Shihah ]
📌 Secara Ringkas, “Tawakkal kepada sesuatu” berarti menyandarkan diri kepadanya. [ Syarah Tsalatsatil Ushul; Ibn ‘Utsaimin ]

✅ Adapun hakekat tawakkal kepada Allah –Ta’ala- adalah:
"Sikap jujur dalam menyandarkan hati kepada Allah –‘Azza waJalla- ketika mencari manfaat (yang menguntungkan) dan menghindar dari kerugian (yang membahayakan); mencakup perkara-perkara di dunia dan akhirat, seluruhnya." [ Jami’ Al-‘Ulum wal Hikam , no.49 (2/497); Ibnu Rojab ]

💯 Yang jelas, Tawakkal adalah amalan hati. Dan termasuk bagian dari perkara yang menyempurnakan keimanan seorang Muslim.
Allah –Ta’ala- berfirman (artinya):
”Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman.”  [ Al-Maidah:23 ]

Wallahu a'lamu bisshowab
Bersambung insya Allah...

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 46)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 4⃣6⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الرجاء قوله تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً} (1) [سورة الكهف، الآية: 110]

🔻 Dan dalil untuk Roja` (1⃣); adalah firman Allah –Ta’ala- (artinya):
_”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”_  [ Al-Kahfi : 110 ] (2⃣)

〰〰〰
💢PENJELASAN:
Tentang: “Ibadah Roja` (rasa harap)” (bagian 4).

(2⃣) Dalil tentang Roja`;

🌷 Asy-Syaikh –rohimahullah- menyebutkan satu ayat terakhir dari surat Al-Kahfi (110) dimana dalam ayat itu disebutkan dalil tentang roja`.
”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”  [ Al-Kahfi : 110 ]

🌻 Asy-Syaikh Al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan,
“Di dalam ayat ini disebutkan tentang “Roja`”, bahwasanya “Roja`” (rasa harap) itu termasuk ibadah kepada Allah –Azza waJalla-.
🔻 Dalam ayat ini juga dijelaskan, bahwa Roja` tidak sah kecuali jika diiringi dengan amalan sholeh. [ Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah hal.137 ]

📌 Dalil lain tentang permasalahan ini adalah surat Yunus ayat 7-8,
🔻 Dalam dua ayat ini, Allah  -Ta’ala- mengabarkan keadaan orang-orang yang celaka, dari  kalangan orang-orang yang mengingkari perjumpaan dengan Allah –Ta’ala- pada hari kiamat. Mereka tidak mengharapkan sesuatu dari perjumpaan dengan Allah –Ta’ala- tersebut.

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ (7) أُولَئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (8)

🔻 “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami (7)”
🔻 “Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (8)” [ Yunus : 7-8 ]
〰〰〰

💯 Tentunya, Kita berharap bisa berjumpa dengan Allah –Ta’ala- dalam keadaan di ridhoi oleh-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘Aalaamiin.

Wallahu a'lamu bisshowab
Bersambung insya Allah...

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian45)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣5⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الرجاء قوله تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً} (1) [سورة الكهف، الآية: 110]

🔻 Dan dalil untuk Roja` (1⃣); adalah firman Allah –Ta’ala- (artinya):
_”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”_  [ Al-Kahfi : 110 ] (2⃣)

〰〰〰
💢PENJELASAN:
Tentang: “Ibadah Roja` (rasa harap)” (bagian 3).

(2⃣) Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang:

🌷 Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan dalam kitab “Madarij As-Salikin” (1/513);
“Bahwa dalam perjalan menuju Allah –‘Azza waJalla- (yakni dalam mengarungi kehidupan dunia, pen) ; Hati laksana burung. “Mahabbah” (rasa cinta) berposisi sebagai kepala, sedangkan “khouf” (rasa takut) dan “roja`” (rasa harap) sebagai kedua sayapnya.
🔻Apabila kepala beserta kedua sayapnya selamat, maka burung itu bisa terbang dengan baik. Namun ketika terputus kepalanya matilah burung itu. Dan (juga) ketika kedua sayapnya hilang (atau rusak), burung itu akan menjadi sasaran empuk para pemburu sehingga begitu mudah ditangkap. (selesai)

📌 Dalam mempraktekkan dua perkara itu dalam kehidupan; ada beberapa sisi pandang yang perlu kita perhatikan bersama; di antaranya,
〰〰1⃣ Sisi Pertama: Ketika sehat atau sakit,
🔻Tatkala sehat hendaknya ia mengedepankan khouf (rasa takut) nya. Agar tidak bermudah-mudahan melakukan kemaksiatan.
🌻 Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan; “Para salaf (pendahulu umat Islam, pen); mereka dalam keadaan sehat lebih suka menguatkan sisi khouf (rasa takut) daripada sisi roja` (rasa harap).”
🔻 Adapun jika rasa sakit datang , maka ia kedepankan roja` (rasa harap) nya, agar tidak putus asa dari rahmat Allah –‘Azza waJalla-.

〰〰2⃣ Sisi pandang yang kedua:
Ketika melakukan ketaatan, ia kedepankan roja` (rasa harap) nya. 
↔️ Kemudian tatkala terjerumus dalam satu dosa, ia kedepankan khouf (rasa takut) nya kepada Allah –Ta’ala-, takut kepada adzab, serta kengerian siksa Neraka. Agar hatinya terdorong untuk bertaubat kepada Allah –‘Azza waJalla-.
🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menegaskan bahwa “Inilah yang lebih afdhol (atau lebih utama).” 👉 [ Lihat *Al-Qoulul Mufid* ]

Wallahu a’lamu bisshowab

Bersambung insya Allah...

📚 [ Referensi: Madarijus Salikin; Ibnul Qoyyim, Al-Qoulul Mufid; Ibnu ‘Utsaimin ]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian44)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣4⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الرجاء قوله تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً} (1) [سورة الكهف، الآية: 110]

🔻 Dan dalil untuk Roja` (1⃣); adalah firman Allah –Ta’ala- (artinya):
_”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”_  [ Al-Kahfi : 110 ] (2⃣)

〰〰〰
💢PENJELASAN:
Tentang: “Ibadah Roja` (rasa harap)” (bagian 2).

(1⃣) Macam-macam Roja`:

🌻 Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menyebutkan dalam kitab “Madarij As-Salikin” (2/37) bahwa “Roja`” ada tiga macam, dua yang pertama terpuji, sedangkan yang ketiga tercela;

➖1⃣ Yang Pertama: Berharap Pahala,
🔻 Misalnya: Seseorang berharap pahala dengan melakukan ketaatan kepada Allah –Ta’ala- , di atas cahaya (ilmu) dari Allah –Ta’ala-.

➖2⃣ Yang Kedua: Berharap Ampunan,
🔻 Misalnya: Seseorang berharap maaf, ampunan, kebaikan, kedermawanan, kasih sayang, keramahan dari Allah –‘Azza waJalla- tatkala ia melakukan perbuatan dosa kemudian bertaubat darinya.

➖3⃣ Yang Ketiga: Berharap Rahmat Allah tanpa Amal.
🔻Permisalannya pada seseorang yang terus menerus berbuat kekurangan dan dosa, dia berharap rahmat Allah –Ta’ala- namun tanpa melakukan amal sholih. Yang demikian ini dinamakan penipuan, angan-angan, dan harapan palsu.

〰〰
🌷 Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan lebih lanjut, bahwa dua jenis roja`; yang pertama dan kedua diperselisihkan mana yang lebih sempurna, tanpa menguatkan salah satunya. Wallahu a’lam.

📌 Adapun Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah:

〰1⃣ Jika mendapatkan kebaikan dia bersyukur,

〰2⃣ Jika mendapatkan kebaikan dia berharap mendapatkan kesempurnaan nikmat dari Allah –Ta’ala- di dunia dan akhirat.

〰3⃣ Jika mendapatkan kebaikan tetap mengharapkan ampunan yang sempurna dari Allah –Ta’ala- di akhirat.

〰〰
👍 Semoga kita semua dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Nya yang berharap pahala tatkala beramal kebajikan dan berharap ampunan tatkala terjatuh pada dosa dan kesalahan. Aamiin.

Wallahu a'lamu bisshowab

Bersambung insya Allah...

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian43)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣3⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الرجاء قوله تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً} (1) [سورة الكهف، الآية: 110]

🔻 Dan dalil untuk Roja` (1⃣); adalah firman Allah –Ta’ala- (artinya):
_”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”_  [ Al-Kahfi : 110 ] (2⃣)

〰〰〰
💢PENJELASAN:
Tentang: “Ibadah Roja` (rasa harap)”.

(1⃣) Pengertian Roja`:

🌷 Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan pengertiannya dalam kitab “Madarij As-Salikin” (2/36 – 37) dengan menyebutkan beberapa pengertian,

👉 Diantaranya;

1⃣ Roja' adalah dorongan hati untuk meraih negeri yang dicintai, Allah –Ta’ala- dan negeri akhirat. Sehingga perjalanan hidup serasa menyenangkan hati.

2⃣ Roja'  adalah optimis dengan kebaikan dan keutamaan yang berasal dari Allah –Ta’ala-. Terus mencarinya dengan hati yang lapang.

3⃣ Makna lain dari Roja' adalah Percaya (dan yakin) dengan kedermawanan Allah –Ta’ala-.

✅ Pada intinya Roja` (rasa harap) muncul pada diri seseorang tatkala ia melihat luasnya rohmat Allah –Ta’ala-. Dan dalam prakteknya harus diiringi dengan amal (usaha). Karena orang-orang bijak sepakat bahwa yang namanya roja` (rasa harap) tidak sah kecuali jika diiringi dengan amal (usaha).

👎 Adapun harapan tanpa usaha dinamakan dengan tamanni (angan-angan semata).

Wallahu a'lamu bisshowab

Bersambung insya Allah...

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian42)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣2⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الخوف قوله تعالى: {إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [آل عمران:175]

🔻 Dan dalil untuk Khouf (1); adalah firman Allah –Ta’ala- :
_”Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kalian benar-benar orang yang beriman.”_
[ Ali Imron : 175 ] (2)

〰〰〰
💢PENJELASAN:

Tentang: “Ibadah Khouf (rasa takut)”, – bagian 2.

(2⃣) Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan; “(Bahwa di dalam ayat tersebut) Allah –Ta’ala- menjadikan rasa takut sebagai syarat adanya keimanan…”.
“…Yang demikian itu, karena keimanan merupakan sebab munculnya rasa takut…”

🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan, Rasa takut kepada Allah –Ta’ala- ada dua macam;
Rasa takut yang terpuji, dan yang tercela.

1⃣ Adapun Yang Pertama: Rasa takut yang terpuji, adalah rasa takut yang tujuannya menjauhkan dirimu dari kemaksiatan kepada Allah –Ta’ala- , bisa membawa dirimu untuk melaksanakan berbagai macam kewajiban serta meninggalkan perkara haram.
✅ Apabila tujuan ini terwujud, niscaya hati akan terhindar dari rasa galau, cenderung tenang, serta diliputi dengan kegembiraan karena mendapatkan kenikmatan dari Allah –Ta’ala-, serta berharap pahala dari-Nya.

2⃣ Adapun Yang Kedua: Rasa takut yang tercela, adalah rasa takut yang mengantarkan kepada sifat putus asa dari rahmat Allah –Ta’ala- dan putus harapan.
🔻 Jika demikian keadaannya, maka seorang hamba akan merasakan kesedihan dan kesempitan hati, bahkan ia bisa terus menerus terjerumus ke dalam perbuatan maksiat, dikarenakan rasa putus asa yang begitu kuat.

〰〰
👍 Harapan kita tentunya kita semua diberi rasa takut yang terpuji sehingga kita bisa merealisasikan ketaqwaan di manapun kita berada. Serta terhindar dari rasa takut yang tercela. Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin.

Wallahu a’lamu bisshowaab
Bersambung,…

📚 [ Referensi: Thoriqul Hijrotain; Ibnul Qoyyim, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian41)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣1⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الخوف قوله تعالى: {إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [آل عمران:175]

🔻 Dan dalil untuk Khouf (1); adalah firman Allah –Ta’ala- (artinya):
_”Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kalian benar-benar orang yang beriman.”_
[ Ali Imron : 175 ] (2)

〰〰〰
💢PENJELASAN:
Tentang: “Ibadah Khouf (rasa takut).”
(1⃣) Para pembaca –rohimakallah-, Dinyatakan oleh Asy-Syaikh –rohimahullah-; “Dan dalil untuk Khouf”.
Maksud dari ucapan itu adalah dalil yang menunjukkan bahwa Khouf adalah ibadah.

🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan, “Khouf adalah rasa takut. Yaitu perasaan yang muncul karena takut binasa, celaka, atau mendapatkan gangguan.

Apakah semua rasa takut termasuk jenis ibadah?
Jawabannnya ada pada rincian berikut ini,
Asy-Syaikh Ibnu ‘Usaimin –rohimahullah- menjelaskan, bahwa rasa takut itu ada tiga macam;
1⃣ - Khouf Tobi’i, seperti takutnya seorang manusia kepada binatang buas, api, dan takut tenggelam. Yang seperti ini tidak tercela. Sebagaimana Allah –Ta’ala- pernah ceritakan tentang kisah nabi Musa –‘alaihis salam- dalam Al-Qur`an surat Al-Qoshosh ayat 18 (artinya)
_”Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya)…”_

‼️ Namun, Apabila Khouf Thobi’i itu menjadi penyebab terhalanginya suatu kewajiban atau dikerjakannya suatu larangan, maka hukumnya menjadi haram.

2⃣ - Khouf Ibadah, adalah rasa takut kepada seseorang sebagai bentuk ibadah kepadanya.
Jenis ini hanya boleh diberikan kepada Allah.
Jika jenis kedua ini diberikan kepada selain Allah –Ta’ala- maka pelakunya tejerumus ke dalam Syirik Akbar (syirik besar).

3⃣ - Khouf Sirr, adalah rasa takut kepada sesuatu yang samar.
Contohnya; Takut kepada mayit yang telah dikubur, atau takut kepada seorang wali yang posisinya jauh dari tempatnya takut wali itu akan mencelakakan dirinya.
Para ulama menyebutkan bahwa jenis ketiga ini termasuk jenis kesyirikan.
[ Lihat *Syarah Tsalatsul Ushul; hal.57; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- ]

Wallahu a’lamu bisshowaab
Bersambung,…

📚 [ Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian40)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣0⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَفِي الْحَدِيثِ: «الدُّعَاءُ مخ الْعِبَادَةِ» .
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر:60] [14]

🔻 Dan di dalam hadits : “Doa adalah inti ibadah.”

Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-:
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."  [ Ghofir: 60 ]

〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –rohimakallah-,
Sekarang Asy-Syaikh –rohimahullah- akan menyebutkan dalil dari macam-macam ibadah secara rinci, Setelah menyebutkan macam-macamnya secara global.

〰〰〰
1⃣ Dimulai dari ibadah Doa;
Asy-Syaikh –rohimahullah- menyebutkan sebuah hadits dari shahabat Anas bin Malik –rodhiyallahu ‘anhu- yang berbunyi:
الدُّعَاءُ مخ الْعِبَادَةِ
Artinya: “Doa itu inti ibadah.”

👉 Hadits ini diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dalam kitab “Sunan”-nya no.3371.

🔻 Hadits ini derajatnya dhoif (lemah) dikarenakan ada seorang rowi (pembawa) hadits yang bernama Ibnu Lahiiah. Di mana keadaan Ibnu Lahiiah ini adalah “Sayyi`ul Hifzh” (Jelek hafalannya). Sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- dalam kitab “Ahkamul Janaiz”; (1/194).

📙 Namun di sana, ada riwayat lain yang shohih; dari shahabat Nu’man bin Basyir –rodhiyallahu ‘anhu-; bahwasanya Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa itu adalah ibadah.”

📕 Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (18352), Abu Dawud (1479), At-Tirmidzi (2969), Ibnu Majah (3828), Al-Hakim (1802).

👍 Dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- dalam kitab “Shohih Al-Jami’” no.3407, “Shohih Abi Dawud” no.1329.

〰〰
🌷 Asy-Syaikh Al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan, bahwa kedua riwayat tersebut maknanya satu. Namun, riwayat kedua lebih shohih dibandingkan yang pertama.

🔰 Intinya, makna hadits tersebut menjelaskan bahwa doa adalah satu jenis ibadah yang paling agung.
Sehingga sangat tidak patut, apabila seorang muslim meninggalkan ibadah ini.

Wallahu a’lamu bisshowaab
Bersambung,…

📚 [ Referensi: Ahkamul Janaiz; Asy-Syaikh Al-Albani, Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 39)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣9⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَمَنْ صَرَفَ مِنْهَا شَيْئًا لِغَيْرِ اللهِ فَهُوَ مُشْرِكٌ كَافِرٌ
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ} (2) [سورة المؤمنون، الآية: 117]

🔻 Barangsiapa memalingkan satu saja darinya (dari ibadah-ibadah itu, pent) untuk selain Allah –Ta’ala- , maka dia orang musyrik lagi kafir.

🔻Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-:
“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” [ Al-Mu'minun: 117 ]

〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –rahimakallah-,
Pembahasan kali ini, Asy-Syaikh –rohimahullah- menjelaskan bahaya memalingkan ibadah kepada selain Allah –Ta’ala-. Pelakunya bisa berubah status menjadi seorang musyrik atau kafir. Hal ini berdasarkan sebuah ayat nomer 117 di dalam surat Al-Mu'minuun (artinya);

_”Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.”_ [ Al-Mu'minuun :117 ]

🌷 Sisi pendalilan:
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan, “Sisi pendalilan dari ayat ini adalah ; Allah –Ta’ala- menjelaskan kepada kita , bahwasanya orang yang berdoa kepada selain Allah –Ta’ala- dihukumi dengan kafir. Karena Allah –Ta’ala- berfirman;

إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung” (selesai).

➖➖➖
👍 Semoga Allah –Ta’ala- menjaga kita dan keluarga kita dari perbuatan syirik dan kekafiran. Aamiin

Wallahu a’lamu bisshowaab

Bersambung insya Allah,...

📚 [ Referensi: Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 38)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣8⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَأَنْوَاعُ الْعِبَادَةِ الَّتِي أَمَرَ اللهُ بِهَا (2) : مِثْلُ الإسلام، والإيمان، والإحسان؛ ومِنْه الدُّعَاءُ، وَالْخَوْفُ، وَالرَّجَاءُ، وَالتَّوَكُّلُ، وَالرَّغْبَةُ، وَالرَّهْبَةُ، وَالْخُشُوعُ، وَالْخَشْيَةُ، وَالإِنَابَةُ، وَالاسْتِعَانَةُ، وَالاسْتِعَاذَةُ، وَالاسْتِغَاثَةُ، وَالذَّبْحُ، وَالنَّذْرُ، وَغَيْرُ ذَلَكَ مِنْ أَنْوَاعِ الْعِبَادَةِ الَّتِي أَمَرَ اللهُ بِهَا كُلُّهَا للهِ تَعَالَى

🔻 Adapun macam-macam ibadah yang Allah –Ta’ala- perintahkan,
Contohnya seperti; Islam, Iman dan Ihsan. Kemudian doa, khouf, roja, tawakkal, roghbah, rohbah, Khusyu’, Khosyyah, inabah , isti’anah, isti’adzah, istighotsah, dzabh, nadzar, dan selain itu; dari berbagai macam ibadah yang Allah –Ta’ala- perintahkan. Semuanya untuk Allah –Ta’ala-.

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –rahimakallah-,
Pada pembahasan kali ini, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan macam-macam ibadah yang diperintahkan di dalam agama.

🔰 Di antaranya adalah:
1⃣ Islam,
2⃣ Iman, dan
3⃣ Ihsan ;
👉 beserta rukun-rukun yang terkandung dalam ketiga hal itu.

Kemudian;
1 🔻Doa,
2 🔻Khouf (rasa takut),
3 🔻Roja` (berharap),
4 🔻Tawakkal (berserah diri),
5 🔻Roghbah (berharap dengan serius) ,
6 🔻Rohbah (rasa takut yang serius) ,
7 🔻Khusyu’(tunduk penuh khidmat),
8 🔻Khosyyah (rasa takut disertai pengetahuan) ,
9 🔻Inabah (taubat disertai dengan kecintaan dan rasa takut),
10 🔻Isti’anah (meminta tolong),
11 🔻Isti’adzah (meminta perlindungan),
12 🔻Istighotsah (meminta bantuan tatkala musibah turun),
13 🔻Dzabh (menyembelih),
14 🔻Nadzar (mewajibkan dirinya melakukan amalan yang tidak wajib karena suatu sebab),
🔻🔻Dan selain dari pada itu; dari berbagai macam ibadah yang Allah –Ta’ala- perintahkan.

💯 Semua ibadah itu seluruhnya harus diberikan kepada Allah –Ta’ala-; Sang Pencipta.

👍  Rincian dari masing-masing ibadah itu, akan kita bahas pada pembahasan mendatang, insya Allah.

Bersambung,…

📚 [ Referensi: Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 37)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣7⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى- : "الخَالِقُ لِهذِهِ الأَشْيَاءِ هُوَ المُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ."
🔻 Berkata (Al-Imam) Ibnu Katsir –rohimahullahu ta’ala-: “Pencipta segala sesuatu dialah yang berhak diibadahi.”

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-,
Pada pembahasan kali ini, Penulis –yakni; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menukilkan ucapan salah seorang ulama` yang masyhur dengan sebutan “Ibnu Katsir” –rohimahullah-.

🔻 Nama aslinya adalah Isma’il bin ‘Umar bin Katsir, Al-Qurosyi Ad-Dimasyqi. Beliau termasuk bagian dari qobilah Quraisy yang tinggal di daerah Damaskus. Nama kunyah beliau adalah Abul Fida` dan julukan beliau adalah ‘Imaduddin.

🔻 Beliau dilahirkan pada tahun 701 H, di daerah Damaskus. Dan meninggal pada bulan Sya’ban tahun 774 H.
Beliau termasuk salah seorang ulama di bidang tafsir, hadits, sejarah Islam, dan yang lainnya. Murid dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rohimahullah-. Tak jarang dari umat Islam yang mengenal beliau. [ Lihat "Ad-Durorul Kaminah" ]

🔰 Para pembaca –rohimakumullah-, Dinukilkan disini, bahwa Al-Imam Ibnu Katsir –rohimahullah- mengatakan,

الخَالِقُ لِهذِهِ الأَشْيَاءِ هُوَ المُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ

“Pencipta segala sesuatu dialah yang berhak diibadahi.”

💯 Ungkapan beliau ini bisa kita dapatkan dalam kitab “Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhiem” yang biasa kita sebut dengan “Tafsir Ibn Katsir” (1/194), walau tak serupa namun makna kandungannya sama.

📌 Intinya, Yang berhak diibadahi bukanlah makhluk (yang diciptakan) walaupun wujudnya besar seperti: langit dan bumi.
👍 Namun, yang berhak diibadahi hanya lah Allah -Ta'ala- Sang Pencipta,  yang menciptkan segala sesuatu.

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Tafsir Ibn Katsir, Ad-Durorul Kaminah,  Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 36)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣6⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَالرَّبُ هُوَ الْمَعْبُودُ، وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} [ البقرة:21- 22 ]

🔻 (Yang namanya) Robb dialah yang diibadahi.
Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-;
“(21) Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
(22) Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. “ [ Al-Baqoroh: 21 – 22 ]

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-,
Pada pembahasan kali ini, Penulis –yakni; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan bahwa;
🔻(Yang namanya) Robb dialah yang diibadahi.
👉 Maksudnya, Yang namanya “Robb” dialah yang berhak diibadahi.

⛔️ Jangan sampai kita salah paham atau bahkan gagal paham, dalam memahami kalimat ini.
👉 Kita tegaskan sekali lagi, bahwa penjelasan di atas menegaskan bahwa yang namanya “Robb” dialah yang berhak diibadahi.

📝 Dan telah kita lalui pembahasan tentang Rububiyyah Allah –‘Azza waJalla-, bahwasanya Allah –Ta’ala- dialah Robb semesta alam. Selain Allah –Ta’ala- tidak berhak dan tidak pantas diibadahi.

Kemudian, Tidak cukup bagi seorang manusia untuk hanya mengakui perkara rububiyyah ini saja. Karena, dia juga diharuskan untuk mengakui perkara uluhiyyah / ubudiyyah, Yakni beribadah hanya untuk Allah –Ta’ala- saja, tidak untuk selain-Nya. Karena selain Allah –Ta’ala- adalah makhluk yang tidak berhak mendapatkan ibadah sedikitpun.

👉 Adapun dalil yang menyatakan bahwa ibadah itu khusus untuk “Robb” Yang Maha Pencipta, adalah firman Allah –Ta’ala- dalam surat Al-Baqoroh ayat 21-22 yang tadi kita sudah baca bersama, artinya:
“(21) Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
(22) Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. “ [ Al-Baqoroh: 21 – 22 ]

🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan, “Panggilan dalam ayat ini sifatnya umum untuk seluruh manusia –dari bani Adam-,  (memerintahkan mereka) untuk beribadah hanya kepada Allah –Ta’ala- saja, serta tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. [ Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal.51 ]

✅ Kemudian setelah panggilan dan perintah itu, disebutkan sebab kenapa manusia harus beribadah kepada-Nya. Seolah-olah dalam ayat ini terkandung makna;
🔻 "Beribadahlah kepada Allah -Ta'ala- karena Dia-lah Robb kalian –yang telah menciptakan kalian-, dan seterusnya."

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 35)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣5⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ} [فصلت: 37]

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ} [الأعراف: 54]

🔻 Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala- :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah (kalian) menyembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika kalian beribadah hanya kepada-Nya.” [ Fusshilat : 37 ]

🔻 Dan firman Nya –Ta’ala- :
“Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-A’raf : 54 ]

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada pembahasan kali ini. Penulis –yakni; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menyebutkan dua dalil tentang ayat-ayat dan makhluk-makhuk Allah –Ta’ala-.
➖ Yang Pertama: Surat Fusshilat ayat 37,
➖ Yang Kedua: Surat Al-A’raf ayat 54.

🌷 Pada ayat yang pertama (Fusshilat:37), Disebutkan larangan untuk sujud kepada matahari dan bulan, dimana keduanya termasuk makhluk dan tanda-tanda kebesaran Allah –Azza waJalla-. Allah –Ta’ala- berfirman:

لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Janganlah (kalian) sujud (menyembah) matahari maupun bulan, tapi sujudlah (menyembah) kepada Allah Yang menciptakannya, Jika kalian beribadah hanya kepada-Nya.” [ Fusshilat : 37 ]

🔰 Sujud artinya meletakkan kening di atas bumi, dalam rangka merendahkan diri kepada yang diibadahi. Perbuatan ini adalah jenis ibadah yang paling agung.
👍 Tatkala seorang hamba meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia –yakni wajah- di atas tanah dalam rangka menyembah Allah dan merendahkan diri dihadapan-Nya. Maka dia telah merealisasikan sujud yang sesungguhnya, yang hanya pantas didapatkan oleh Allah –Robbul ‘Aalamien-.

⛔️ Adapun sujud kepada matahari dan bulan, maka ini adalah bentuk sujud kepada makhluk yang tidak berhak mendapatkan sujud. Karena sujud itu hanya boleh diberikan kepada Sang Kholik –pencipta makhluk-makhluk seluruhnya-.

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 34)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣4⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَإِذَا قِيلَ لَكَ بِمَ عَرَفْتَ رَبَّكَ (2) ؟ فَقُلْ بِآيَاتِهِ وَمَخْلُوقَاتِهِ (3) وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ، وَمِنْ مَخْلُوقَاتِهِ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرَضُونَ السَّبْعُ ومن فيهنّ وما بينهما (4) .

Dan apabila engkau ditanya:
“Dengan apa engkau mengenal Tuhanmu?”
Jawablah:
“Dengan tanda-tanda dan makhluk-makhluk-Nya;

Di antara tanda-tanda Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan.
Adapun makhluk-makhluk-Nya seperti langit-langit yang (berjumlah) tujuh, bumi-bumi yang (berjumlah) tujuh, semua yang di dalamnya dan di antara keduanya.”

〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada pembahasan kali ini. Penulis –yakni; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan kepada kita cara menjawab pertanyaan ; “Dengan apa kita mengenal Allah?”

Yaitu; Dengan tanda-tanda dan makhluk-makhluk Nya.
🔻 Dan di antara tanda-tanda tersebut adalah malam, siang, matahari, dan bulan.
🔻 Dan di antara makhluk-makhluk-Nya adalah langit-langit yang (berjumlah) tujuh, bumi-bumi yang (berjumlah) tujuh, semua yang di dalam dan di antara keduanya.

🌷 Pada penjelasan di atas; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- memasukkan langit-langit dan bumi sebagai makhluk Allah –Ta’ala-.
➖ Padahal disebutkan dalam Al-Qur`an, bahwa langit dan bumi termasuk tanda-tanda kekuasaan Nya.
👉 Misalnya, firman Allah –Ta’ala-;

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi.” [ Ar-Ruum:22 ]

📌 Alasannya; Karena langit-langit dan bumi adalah tanda-tanda kekuasaan Allah –Ta’ala- yang tetap; tidak terlihat perubahannya.
👉 Berbeda halnya dengan malam, siang, matahari dan bulan yang silih berganti setiap hari, berpindah tempat, datang dan pergi secara teratur. Mereka tidak mungkin bergerak sendiri tanpa ada yang mengatur. Tanda-tanda yang seperti ini lah , yang jelas lebih tampak menunjukkan keberadaan pengaturnya; Yaitu Allah –Subhanahu wa Ta’ala-.

🔰 Tanda-tanda dan makhluk-makhluk Allah –Ta’ala- tersebut semuanya menunjukkan kekuasaan Allah –Ta’ala- yang maha sempurna,  serta menunjukkan hikmah dan kasih sayang Nya yang juga maha sempurna. Sehingga, dengan itu kita bisa mengenal Allah –Subhanahu waTa’ala- yang Maha Agung lagi Maha Tinggi.

Bersambung, insya Allah

📚 [ Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan, Syarah Tsalatsatul Ushul – Asy-Syaikh Sholih Alusy- Syaikh ]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID: Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 33)

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣3⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَإِذَا قِيلَ لَكَ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَقُلْ: رَبِّيَ اللهُ الَّذِي رَبَّانِي وَرَبَّى جَمِيعَ الْعَالَمِينَ بِنِعَمِهِ وَهُوَ مَعْبُودِي لَيْسَ لِي مَعْبُودٌ سِوَاهُ
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} [الفاتحة: 1] .
وَكُلُّ مَا سِوَى اللهِ عَالَمٌ وَأَنَا وَاحِدٌ مِنْ ذَلِكَ العَالَمِ

Dan apabila engkau ditanya:
“Siapa Tuhanmu?”
Jawablah:
“Tuhanku Allah -Ta’ala- ; Yang telah memeliharaku dan memelihara alam semesta seluruhnya dengan (memberikan) nikmat-nikmat Nya.”

Dialah sesembahanku. Bagiku, tidak ada sesembahan lain (yang berhak disembah) kecuali Dia.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala;

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-Fatihah;1 ]

Segala sesuatu selain Allah dinamakan Alam. Dan aku termasuk bagian dari alam itu.
〰〰〰〰〰
💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada paragraf ini. Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- mulai menjelaskan pertanyaan pertama dari tiga pertanyaan kubur beserta jawabannya.

Dengan harapan; Kita bisa menjawabnya dengan penuh keyakinan yang dibangun di atas dalil ; dari Al-Qur`an maupun hadits.

➖➖➖
🔻🔰 Pertanyaan Pertama:

مَنْ رَبُّكَ؟
“Siapa Tuhanmu?”

🌻 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan maksud pertanyaan itu adalah;
“Siapakah yang menciptakanmu, menolongmu, menyediakan segala kebutuhanmu, dan memberikan rizki kepadamu? “

➖➖➖
🔻 Adapun jawaban dari pertanyaan itu adalah;
“Tuhanku adalah Allah, Yang telah memeliharaku beserta alam semesta seluruhnya dengan nikmat-nikmat Nya.”

✅ Kata “memelihara” adalah arti dari “Tarbiyyah”.
Sedangkan “Tarbiyyah” adalah ungkapan lain dari penjagaan, pengawasan, dan perlindungan.
Pada jawaban ini Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- seolah-olah mengisyaratkan bahwa kata “Robb” diambil dari kata “Tarbiyyah”.

➖➖➖
✅ Kata “Alam Semesta” merupakan arti dari “Al-‘Aalamiin”.
Sedangkan “Al-‘Aalamiin” adalah bentuk jamak (1) dari “Al-‘Aalam” (dibaca: alam).

(1) Bentuk Jamak maksudnya; bentuk kata yang menunjukkan jumlah lebih dari dua.

🌷 Asy-Syaikh Al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan bahwa alam itu tidak hanya satu; di sana ada alam malaikat, alam benda-benda mati, alam burung, alam binatang buas, alam hewan-hewan yang lain, alam serangga, alam semut, serta alam-alam lain di darat dan lautan yang hanya diketahui dan bisa dihitung oleh Allah –Azza waJalla-.

🔘 Intinya; pengertian alam adalah seperti yang dijelaskan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- di  dalam matan;
“Segala sesuatu selain Allah dinamakan Alam. Dan aku termasuk bagian dari alam itu.”

‼️ Dia-lah “Robbul ‘Aalamien” – Tuhan alam semesta. Dimana sebutan ini tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Allah –Ta’ala-.

➖➖➖
📌 Kemudian, Diantara keyakinan yang harus kita yakini adalah penjelasan;
"Dialah sesembahanku. Bagiku, tidak ada sesembahan lain (yang berhak disembah) kecuali Dia." . Kalimat ini merupakan penerapan dari kalimat syahadat yang pertama.

➖➖➖➖
👍 Semoga kita bisa semakin mengenal Robb kita; yaitu Allah –Ta’ala- dan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Tsalatsatul Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com